Jakarta, Technologue.id – Tenis profesional telah menjelma menjadi salah satu cabang olahraga paling menggiurkan di dunia saat ini. Lonjakan total hadiah turnamen, besarnya dukungan sponsor, serta meningkatnya antusiasme penonton global membuat pundi-pundi uang para pemain papan atas melesat drastis. Para petenis yang mampu bertahan di puncak kompetisi selama bertahun-tahun pun menjadi pihak yang paling diuntungkan dari fenomena ini.
Berdasarkan data per September 2026, berikut adalah daftar 10 petenis dengan pendapatan hadiah turnamen terbanyak sepanjang sejarah. Seluruh angka dalam daftar ini murni berasal dari hadiah resmi turnamen dan tidak memperhitungkan pendapatan sponsor maupun iklan. Dominasi nama-nama besar dari era berbeda menunjukkan betapa panjangnya perjalanan karier yang dibutuhkan untuk mengumpulkan angka fantastis tersebut.
Novak Djokovic berdiri kokoh di puncak teratas dengan pendapatan mencapai US$ 193,2 juta. Bintang Serbia pemegang 24 gelar Grand Slam ini mencatatkan rekor pekan terbanyak sebagai petenis nomor satu dunia. Konsistensi luar biasa dan dominasinya selama lebih dari dua dekade membuat Djokovic terus mendulang cek bernilai fantastis meski telah memasuki usia akhir 30-an. Ia menjadi petenis pertama dan satu-satunya dalam sejarah yang mampu melampaui angka US$ 190 juta dari hadiah pertandingan.
Menempati peringkat kedua, sang Raja Tanah Liat Rafael Nadal mengantongi US$ 134,9 juta. Petenis kidal asal Spanyol ini mengukir sejarah dengan memenangi Prancis Terbuka sebanyak 14 kali dan mengumpulkan total 22 gelar Grand Slam. Meski sangat dominan di lapangan tanah liat, Nadal juga sukses merengkuh gelar juara di lapangan keras dan rumput. Daya juang tinggi serta perjalanan karier yang panjang membawanya ke posisi elite ini sebelum akhirnya gantung raket.
Di posisi ketiga terdapat sang maestro asal Swiss, Roger Federer, dengan catatan US$ 130,5 juta. Pemilik 20 gelar Grand Slam ini sangat dikenali lewat gaya bertandingnya yang elegan. Federer mampu bertahan di level elite selama hampir dua dekade, mengoleksi berbagai gelar Masters dan trofi turnamen akhir tahun. Total pendapatan hadiah ini menjadi cerminan dari kesuksesannya di era keemasan tenis putra saat bersaing sengit melawan Nadal dan Djokovic.
Serena Williams memimpin sektor putri sekaligus menghuni peringkat keempat secara keseluruhan dengan raihan nyaris US$ 94,8 juta. Mengoleksi 23 gelar tunggal Grand Slam, Serena mengubah peta persaingan tenis putri melalui kekuatan pukulannya, konsistensi bermain, dan mentalitas juara. Angka ini menjadikannya petenis putri dengan pendapatan hadiah terbesar dalam sejarah, unggul jauh dari para pesaingnya.
Petenis asal Britania Raya, Andy Murray, menduduki peringkat kelima dengan raihan US$ 64,6 juta. Kolektor tiga gelar Grand Slam—termasuk dua trofi Wimbledon—serta satu medali emas Olimpiade ini pernah bertengger di peringkat satu dunia dan menjadi elemen penting dari era Big Four. Kendati dihantam badai cedera yang melambatkan langkahnya, keberhasilan di masa kejayaannya telah mengunci posisi Murray di jajaran atas pengumpul hadiah turnamen.
Baca Juga:
Bintang muda berusia 23 tahun, Carlos Alcaraz, melesat ke peringkat keenam dengan raihan US$ 64,2 juta. Pemuda Spanyol ini telah mengoleksi beberapa trofi Grand Slam, termasuk gelar Australia Terbuka 2026 yang melengkapi pencapaian Career Grand Slam di usianya yang masih sangat muda. Dikenal lewat gaya bermain yang agresif dan memikat, lonjakan karier Alcaraz memastikan angka ini akan terus bertambah di setiap musim.
Alexander Zverev berada di urutan ketujuh dengan mengumpulkan lebih dari US$ 60,9 juta. Petenis Jerman ini akhirnya menyabet gelar Grand Slam perdananya di Prancis Terbuka 2026, lalu melanjutkannya dengan merengkuh trofi AS Terbuka 2026. Kemenangan besar tersebut mendongkrak drastis pendapatan kariernya, melengkapi deretan gelar Masters 1000 yang ia amankan selama bertahun-tahun.
Jannik Sinner mengekor di posisi kedelapan dengan pendapatan sekitar US$ 60 juta. Bintang muda Italia ini telah mengoleksi beberapa gelar Grand Slam, termasuk Wimbledon. Dikenal berkat ketenangan serta akurasi pukulannya, Sinner sukses mengeruk pendapatan besar dalam beberapa musim terakhir berkat keberhasilannya menembus babak-babak akhir di ajang besar.
Daniil Medvedev menyusul di peringkat kesembilan dengan angka menembus US$ 51,1 juta. Petenis Rusia juara AS Terbuka ini telah beberapa kali melangkah ke partai puncak turnamen mayor. Gaya bertandingnya yang tergolong unik kerap membingungkan lawan dan menjadi kunci konsistensinya dalam mengumpulkan pundi-pundi hadiah di turnamen tingkat tinggi.
Aryna Sabalenka melengkapi jajaran sepuluh besar dengan raihan lebih dari US$ 47,8 juta. Petenis Belarusia pemegang beberapa gelar Grand Slam dan mantan nomor satu dunia ini memanfaatkan permainan bertenaga untuk mendominasi panggung WTA Tour. Hasil manis yang diraihnya secara konsisten setiap tahun memastikan pendapatan kariernya terus melonjak.
Menariknya, perkembangan teknologi juga turut mewarnai industri tenis modern, mulai dari analisis data berbasis AI hingga inovasi perangkat pendukung latihan. Bahkan, kehadiran robot seperti Project Ace menunjukkan bagaimana teknologi semakin merambah ke dunia olahraga raket. Tidak heran jika banyak pihak mulai melirik kursus AI gratis untuk memahami tren ini lebih dalam.
Daftar ini membuktikan bahwa konsistensi di level tertinggi selama bertahun-tahun adalah kunci utama untuk mengumpulkan hadiah turnamen bernilai fantastis. Kombinasi bakat, kerja keras, dan ketahanan fisik menjadi faktor penentu yang membedakan para petenis elite dari pesaing lainnya. Pendapatan dari hadiah resmi ini pun menjadi tolok ukur objektif atas prestasi seorang petenis di lapangan.