Pernahkah Anda membayangkan bagaimana denyut nadi Jakarta Pusat berdetak ketika ribuan aspirasi tumpah ruah di jalanan? Senin, 26 Januari 2026, kawasan Silang Selatan Monas kembali menjadi saksi bisu dinamika demokrasi di Ibu Kota. Bukan sekadar kemacetan atau keramaian biasa, hari ini menandai momentum penting bagi para pejuang aspal yang tergabung dalam aliansi pengemudi online. Suasana di sekitaran Patung Kuda dan Monas terasa berbeda, dengan kehadiran aparat keamanan yang jauh lebih masif dari hari-hari biasanya, menandakan adanya agenda besar yang sedang berlangsung.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga Jakarta yang padat, pihak kepolisian telah mengambil langkah antisipatif yang terukur. Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun, sebanyak 745 personel gabungan telah dikerahkan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa ini. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus menjamin hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Pengerahan pasukan ini menjadi sorotan utama, mengingat lokasi aksi yang berada di ring satu pemerintahan.
Massa yang memadati kawasan strategis ini datang dengan membawa harapan dan tuntutan. Mereka bukan individu yang bergerak sendiri, melainkan terorganisir dalam kelompok besar yang memiliki visi seragam. Fokus utama hari ini bukan hanya pada apa yang mereka suarakan, tetapi bagaimana aparat keamanan mengelola situasi agar tetap kondusif di tengah potensi gesekan yang mungkin timbul. Keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum menjadi taruhan utama dalam penanganan aksi kali ini.
Strategi Pengamanan HumanisDalam menghadapi gelombang massa dari komunitas pengemudi online, pihak kepolisian tidak serta-merta mengedepankan pendekatan represif. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, memberikan penjelasan mendalam mengenai taktik pengamanan yang diterapkan. Menurutnya, ratusan personel yang diterjunkan merupakan gabungan dari berbagai elemen kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek jajaran. Sinergi lintas satuan ini dirancang untuk memastikan setiap sudut pengamanan tercover dengan baik.
Pendekatan yang diambil oleh aparat keamanan kali ini sangat menarik untuk dicermati. Kepolisian secara tegas menerapkan pendekatan humanis dalam mengawal jalannya aksi. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga citra kepolisian yang melayani dan mengayomi. Tujuan utamanya jelas: memastikan proses penyampaian pendapat berjalan aman tanpa mencederai hak-hak peserta aksi maupun masyarakat umum yang melintas. Dalam konteks hubungan industrial dan kemitraan, isu kesejahteraan seringkali menjadi pemantik aksi, mirip dengan momen ketika Asuransi Kesehatan menjadi topik hangat di kalangan pengemudi.
Penting untuk dicatat bahwa aksi ini diinisiasi oleh dua kelompok besar, yakni Gerakan Bersama Aliansi Pengemudi Online Bersatu (GEBER APOB) dan Federasi Serikat Pekerja Pengemudi Online Bersatu (FSPPOB 261). Kehadiran organisasi-organizasi ini menunjukkan bahwa para pengemudi online semakin solid dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Solidaritas semacam ini mengingatkan kita pada berbagai gerakan sebelumnya, di mana isu kemitraan selalu menjadi sorotan, bahkan ketika perusahaan aplikasi menggelar Program Peduli untuk meredam gejolak.
Imbauan Tegas Tanpa AnarkiMeskipun pendekatan humanis menjadi prioritas, ketegasan tetap menjadi landasan operasional di lapangan. Pihak kepolisian melalui Iptu Erlyn Sumantri memberikan peringatan dini kepada seluruh peserta aksi. Imbauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan aturan main yang wajib dipatuhi demi kepentingan bersama. Peserta aksi diminta untuk menyampaikan tuntutan mereka secara tertib dan elegan, tanpa memicu provokasi yang dapat menyulut emosi massa.
Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Erlyn adalah larangan keras terhadap tindakan anarkis. Dalam keterangannya, ia secara spesifik menyebutkan beberapa tindakan yang haram dilakukan selama aksi berlangsung, seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum. Tindakan-tindakan destruktif semacam ini seringkali mencederai esensi dari perjuangan itu sendiri dan justru merugikan masyarakat luas. Situasi panas di lapangan memang kerap memicu tindakan impulsif, sebuah fenomena yang juga pernah dikhawatirkan saat isu Mogok Massal mencuat beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
"Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas," ujar Erlyn dengan tegas. Pesan ini menyiratkan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang berlindung di balik kebebasan berpendapat. Menghormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas juga menjadi poin penting dalam imbauan tersebut, mengingat kawasan Monas adalah jantung aktivitas warga Jakarta.
Menjaga Ketertiban Ibu KotaPengamanan aksi unjuk rasa di Jakarta Pusat selalu memiliki kompleksitas tersendiri. Mobilitas warga yang tinggi ditambah dengan posisi strategis lokasi aksi menuntut kesigapan ekstra dari aparat. Sebanyak 745 personel yang disiagakan tidak hanya bertugas menjaga massa, tetapi juga memastikan arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi tidak lumpuh total. Ini adalah seni manajemen kerumunan yang membutuhkan kedewasaan dari kedua belah pihak, baik demonstran maupun aparat.
Keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Humas Polres Metro Jakarta Pusat patut diapresiasi. Dengan memberikan update berkala mengenai jumlah personel dan strategi pengamanan, masyarakat umum dapat mengantisipasi situasi dan menyesuaikan rute perjalanan mereka. Transparansi ini juga meminimalisir penyebaran berita bohong atau hoaks yang seringkali memperkeruh suasana saat terjadi demonstrasi besar.
Pada akhirnya, aksi unjuk rasa pengemudi online pada 26 Januari 2026 ini menjadi ujian kedewasaan demokrasi di jalanan Ibu Kota. Dengan pengawalan 745 personel gabungan dan komitmen untuk menjaga kedamaian, diharapkan aspirasi yang dibawa oleh GEBER APOB dan FSPPOB 261 dapat tersalurkan dengan baik tanpa mengorbankan ketertiban umum. Publik tentu berharap solusi terbaik dapat tercapai, sehingga roda ekonomi yang digerakkan oleh para pengemudi online ini dapat terus berputar tanpa hambatan.