Jakarta, Technologue.id — Perkembangan kecerdasan buatan memasuki babak baru setelah AI agent mulai mampu melakukan panggilan telepon atas nama penggunanya. Meta melalui Muse dan startup Instinct kini sama-sama menghadirkan kemampuan menelepon untuk menyelesaikan berbagai urusan sehari-hari.
Kemampuan tersebut membuat AI agent tidak lagi hanya berfungsi sebagai chatbot yang menjawab pertanyaan atau menyusun teks. Teknologi ini mulai bergerak menjadi asisten digital yang dapat menjalankan pekerjaan nyata tanpa pengguna harus menangani setiap tahapan secara langsung.
Dilansir TechCrunch, Instinct meluncurkan fitur Instinct Concierge, sementara Meta memperluas kemampuan Muse untuk menelepon bisnis di Amerika Serikat. Kedua layanan tersebut sedang bersaing dalam pasar asisten AI berbasis teks yang berkembang pesat.
Pendiri Instinct, Noah Shinn, menjelaskan bahwa Instinct Concierge dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan yang biasanya mengharuskan seseorang berbicara langsung melalui telepon. Fitur tersebut mulai tersedia dalam tahap early access kepada sebagian pengguna sebelum nantinya diperluas.
Melalui Instinct Concierge, pengguna dapat meminta AI agent menghubungi restoran yang tidak menyediakan sistem reservasi online. Teknologi itu juga dapat membantu pengguna masuk dalam daftar pembatalan janji dokter gigi atau menangani persoalan terkait tagihan layanan kabel.
“Instinct Anda kini dapat menangani panggilan telepon,” kata Shinn ketika memperkenalkan kemampuan baru tersebut melalui X. Ia menggambarkan Concierge sebagai layanan untuk menangani berbagai kebutuhan yang memerlukan interaksi langsung dan pelayanan lebih kompleks.
Kemampuan tersebut memperluas fungsi Instinct sebagai AI agent personal yang dapat terhubung dengan berbagai aplikasi dan perangkat pengguna. Situs resmi Instinct menyebut asistennya dirancang untuk memahami pekerjaan pengguna, menangani pesan, panggilan, lokasi, email, hingga sejumlah aktivitas sehari-hari.
Meta Muse Juga Mulai Menelepon BisnisMeta tidak membiarkan Instinct bergerak sendirian. Muse, AI agent personal yang baru diluncurkan Meta pada 8 September 2026, juga mendapatkan kemampuan melakukan panggilan keluar kepada berbagai bisnis yang berada di Amerika Serikat.
Peluncuran fitur telepon Muse dilakukan secara bertahap. Meta mengatakan akses pertama diberikan kepada pengguna yang sebelumnya meminta Muse melakukan panggilan, sehingga permintaan tersebut sekaligus menjadi sinyal mengenai fitur yang paling diinginkan konsumen.
Ryan Fox dari Meta mengatakan panggilan telepon menjadi salah satu kemampuan yang paling banyak diminta pengguna sejak Muse diperkenalkan. Perusahaan kemudian memperluas versi beta fitur outbound call dengan memprioritaskan pengguna yang sebelumnya menyatakan ketertarikan terhadap kemampuan tersebut.
Baca Juga:
Kehadiran panggilan telepon memperkuat posisi Muse sebagai AI agent yang dirancang bukan hanya untuk memberikan informasi. Sejak diperkenalkan, Meta memang memosisikan Muse sebagai asisten personal yang dapat melakukan berbagai pekerjaan digital mewakili penggunanya.
Muse dapat dihubungkan dengan email, kalender, sistem pembayaran, layanan kesehatan dan kebugaran, perangkat rumah pintar, restoran, belanja, musik, serta berbagai layanan lainnya. Pengguna dapat menentukan sendiri aplikasi dan layanan apa saja yang ingin mereka sambungkan.
Meta juga membekali Muse dengan lingkungan bernama Muse Secure VM, yakni mesin virtual khusus yang memiliki browser sendiri. Melalui sistem tersebut, AI agent dapat membuka situs web, mengisi formulir, membuat janji, hingga menangani kebutuhan layanan pelanggan.
Kemampuan itu menunjukkan perubahan penting dalam industri kecerdasan buatan. Jika chatbot generasi awal menunggu pertanyaan pengguna sebelum memberikan jawaban, AI agent generasi baru mulai diberi kemampuan untuk bertindak dan menyelesaikan serangkaian pekerjaan.
Persaingan pada fitur telepon sebelumnya menjadi salah satu pembeda di antara sejumlah pemain seperti Wajo, Town dan Ollie. Setelah Instinct Concierge dan Muse mendapatkan kemampuan serupa, keunggulan tersebut semakin menyempit dan persaingan bergeser pada seberapa baik AI menyelesaikan tugas.
Perkembangan ini juga menegaskan bahwa Fitur AI kini tak lagi sekadar pelengkap, melainkan inti dari berbagai perangkat dan layanan digital. Evolusi serupa terlihat pada Asisten Digital yang terus mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.
Instinct Sudah Punya Email SendiriFitur telepon bukan satu-satunya langkah Instinct untuk memperluas kemampuan AI agent. Sepekan sebelumnya, perusahaan tersebut juga mulai memberikan alamat email khusus kepada asistennya agar dapat mengelola pendaftaran akun dan komunikasi tanpa memenuhi kotak masuk pengguna.
Alamat email itu memungkinkan Instinct membuat serta mengelola akun ketika diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas. AI tersebut, misalnya, dapat menghubungi restoran mengenai permintaan khusus, menanyakan ketersediaan layanan, atau mendaftar pada layanan tertentu.
Instinct juga mulai memungkinkan AI agent milik satu pengguna berkomunikasi dengan asisten milik pengguna lain. Kemampuan tersebut berjalan melalui jaringan tepercaya yang dapat dibentuk setelah pengguna menambahkan orang lain ke dalam sistem mereka.
Perkembangan tersebut mengarah pada skenario ketika sejumlah tugas dapat diselesaikan melalui komunikasi antarasisten. Pengguna nantinya tidak selalu harus bertukar pesan sendiri untuk mengatur berbagai aktivitas apabila AI agent masing-masing dapat berkoordinasi berdasarkan izin yang telah diberikan.
Minat investor terhadap model bisnis tersebut juga meningkat tajam. Instinct menyelesaikan putaran pendanaan Seri B senilai US$250 juta pada Agustus 2026, sehingga total pendanaannya mencapai US$350 juta dengan valuasi perusahaan sekitar US$2,5 miliar.
Putaran pendanaan itu dilaporkan dipimpin bersama oleh Index Ventures dan Benchmark. TechCrunch juga melaporkan Instinct disebut sedang membicarakan kemungkinan memperoleh pendanaan tambahan US$1 miliar yang dapat membawa valuasinya mencapai sekitar US$10 miliar.
Lonjakan pendanaan memperlihatkan bagaimana investor mulai melihat AI agent konsumen sebagai kategori teknologi baru setelah ledakan chatbot generatif. Fokus industri perlahan bergeser dari AI yang sekadar menghasilkan jawaban menuju sistem yang mampu melakukan pekerjaan lintas aplikasi.
Muse Tembus Lebih dari 730.000 UnduhanPersaingan tersebut semakin menarik setelah Muse mencatat pertumbuhan awal yang cukup cepat di Amerika Serikat. Berdasarkan data perusahaan analitik Sensor Tower yang dikutip TechCrunch, aplikasi itu menembus lebih dari 730.000 unduhan di AS dalam lima hari pertamanya.
Angka tersebut melampaui sekitar 707.000 unduhan yang dicatat aplikasi Meta AI dalam periode lima hari setelah peluncurannya. Muse bahkan sempat mencapai posisi nomor dua dalam daftar aplikasi teratas di Amerika Serikat.
Data awal beberapa hari sebelumnya menunjukkan Muse sudah memperoleh lebih dari 83.000 unduhan melalui iOS di AS dan naik hingga posisi kedua App Store. Pertumbuhannya kemudian berlanjut ketika semakin banyak konsumen mulai mencoba AI agent baru tersebut.
Muse sendiri tersedia melalui web, aplikasi iOS dan Android serta percakapan di WhatsApp. Meta juga berencana memperluas kehadiran AI agent itu ke perangkat kacamata AI miliknya, memperlihatkan ambisi perusahaan menjadikan asisten tersebut tersedia di banyak perangkat.
Meta menawarkan Muse secara gratis dengan batas penggunaan tertentu, sementara paket berbayar disediakan bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas lebih besar. Saat diperkenalkan, perusahaan menyiapkan paket Power seharga US$20 per bulan dan Maximum senilai US$100 per bulan.
Langkah Meta ini juga sejalan dengan strategi perusahaan memperkuat Asisten Digital Siri milik pesaingnya, yang menunjukkan persaingan asisten AI semakin ketat di tingkat global.
Kemampuan Meningkat, Privasi Jadi TantanganSemakin luas kemampuan AI agent, semakin besar pula jumlah akses yang perlu diberikan pengguna. Sistem semacam Muse maupun Instinct dapat bekerja lebih efektif ketika memiliki izin mengakses email, kalender, akun layanan, lokasi, hingga informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas.
Kondisi tersebut membuat persoalan privasi dan keamanan menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi ini. Instinct sebelumnya mendapat perhatian karena sejumlah penguji menyoroti luasnya izin serta ketentuan penggunaan yang diberikan kepada asistennya selama tahap pengujian terbatas.
Meta mencoba menjawab persoalan serupa dengan mengklaim Muse dijalankan melalui mesin virtual khusus serta sistem keamanan yang memisahkan data sensitif tertentu. Perusahaan juga mengatakan Muse tidak memiliki visibilitas langsung terhadap kata sandi maupun metode pembayaran pengguna.
Namun, perkembangan AI agent tetap menghadirkan pertanyaan baru tentang sejauh mana pengguna bersedia menyerahkan tindakan kepada sistem otomatis. Semakin banyak pekerjaan yang dapat dilakukan AI, semakin penting mekanisme izin, verifikasi, transparansi, dan kemampuan manusia menghentikan tindakan yang tidak diinginkan.
Kemampuan menelepon restoran, mengurus reservasi, masuk daftar tunggu dokter gigi, menangani tagihan hingga mengelola akun memperlihatkan arah perubahan tersebut. AI agent mulai bergerak dari ruang percakapan digital menuju aktivitas sehari-hari yang sebelumnya membutuhkan campur tangan manusia secara langsung.
Persaingan Muse dan Instinct juga menunjukkan bahwa perlombaan industri AI tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa memiliki chatbot paling pintar. Tahap berikutnya akan banyak ditentukan oleh AI agent yang mampu menyelesaikan pekerjaan nyata secara cepat, aman, dan tetap berada dalam kendali penggunanya.