Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
ALVA Beberkan Strategi Bangun Ekosistem Motor Listrik di RUU Kawasan Industri
SHARE:

Jakarta, Technologue.id - Kendaraan listrik ALVA ikut menjadi bagian dari pembahasan RUU Kawasan Industri di Lippo Cikarang. PT Ilectra Motor Group atau IMG melalui ALVA hadir dalam kunjungan kerja Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI. Kegiatan tersebut berlangsung di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Rabu, 23 September 2026.

Dalam agenda itu, Komisi VII DPR RI mendengarkan langsung pengalaman dan tantangan pelaku industri. ALVA kemudian membagikan perspektif mengenai perkembangan kendaraan listrik roda dua Indonesia. Pembahasannya mencakup manufaktur, TKDN, rantai pasok, infrastruktur, hingga ekosistem pendukung.

Bagi ALVA, perkembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan produksi kendaraan. Industri juga membutuhkan komponen lokal, teknologi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang saling terhubung. Karena itu, perusahaan mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh dalam pengembangan sektor ini.

ALVA Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik yang Lebih Terintegrasi

Purbaja Pantja, Chief Executive Officer ALVA, mengatakan pertumbuhan industri membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Menurutnya, kawasan industri juga punya peran penting dalam membangun ekosistem tersebut.

"Pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya tentang kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhannya secara berkelanjutan," kata Purbaja Pantja.

Purbaja juga membagikan pengalaman ALVA selama lima tahun sebagai pelaku industri kendaraan listrik. Pengalaman tersebut mencakup manufaktur, rantai pasok lokal, dan upaya meningkatkan daya saing industri nasional. Menurut ALVA, kawasan industri dapat menjadi penghubung berbagai kebutuhan tersebut.

Produsen kendaraan, pemasok komponen, teknologi, dan infrastruktur bisa berkembang dalam ekosistem yang lebih terintegrasi. Langkah ini sejalan dengan upaya Perkuat Jaringan yang terus dilakukan perusahaan di berbagai wilayah.

Pabrik ALVA di Cikarang Punya Kapasitas 100 Ribu Unit

Sejak 2021, IMG melalui ALVA membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh. Ekosistem tersebut mencakup riset dan pengembangan, manufaktur, kepemilikan IP lokal, distribusi, hingga pengisian daya.

ALVA memiliki fasilitas manufaktur di Cikarang dengan kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun. Pabrik tersebut juga menggunakan pendekatan smart manufacturing berbasis Industry 4.0. Selain itu, fasilitas manufaktur ALVA menerapkan ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015.

Fasilitas tersebut juga mendapatkan asesmen INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian. Langkah tersebut menunjukkan fokus ALVA terhadap proses manufaktur dan standar industri. Namun, perusahaan juga terus memperkuat sisi desain serta inovasi produknya.

TKDN Produk ALVA Sudah di Atas 40 Persen

Selain kapasitas produksi, ALVA juga menyoroti penggunaan komponen lokal. Seluruh lini produk ALVA telah memiliki TKDN di atas 40 persen. Perusahaan terus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri melalui kolaborasi dengan pemasok lokal.

Komponen tersebut mencakup rangka, struktur kendaraan, panel bodi, sistem pengereman, dan kelistrikan pendukung. Salah satu kolaborasi melibatkan dua IKM binaan Kementerian Perindustrian. Kedua IKM tersebut memasok komponen battery box dan battery bracket.

Meski begitu, meningkatkan TKDN tetap memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan skala pasar kendaraan listrik yang masih terus berkembang. ALVA juga melihat kesiapan pemasok sebagai tantangan berikutnya.

Pemasok perlu memenuhi standar industri sekaligus mengikuti kebutuhan teknologi yang terus berkembang. Selain itu, industri membutuhkan investasi untuk teknologi dan tooling. Kepastian pasar serta arah kebijakan juga menjadi faktor penting bagi keberlanjutan industri.

Kawasan Industri Bisa Jadi Penggerak Ekosistem EV

ALVA menilai kawasan industri memiliki posisi strategis dalam perkembangan kendaraan listrik. Pasalnya, kawasan industri menyediakan berbagai kebutuhan dasar untuk kegiatan manufaktur. Kawasan Industri Lippo Cikarang memberikan akses terhadap utilitas dan infrastruktur dasar.

Lokasinya juga menyediakan tenaga kerja, jaringan logistik, serta kedekatan dengan pemasok otomotif. Ke depan, ALVA melihat masih banyak peluang yang bisa dikembangkan. Salah satunya adalah penyediaan energi bersih dan andal untuk kebutuhan industri.

Perusahaan juga mendorong perluasan infrastruktur pengisian daya. Selain itu, fasilitas riset dan pengujian bersama dapat membantu mempercepat pengembangan teknologi. Penguatan kemampuan IKM lokal juga menjadi perhatian agar lebih banyak pemasok lokal dapat memenuhi standar industri otomotif.

ALVA Ingin Integrasi Produsen dan Pemasok Makin Kuat

Purbaja menilai keberadaan ALVA di kawasan industri memberikan berbagai keuntungan. Produsen mendapatkan akses terhadap fasilitas dan jaringan industri yang mendukung aktivitas manufaktur.

"Keberadaan ALVA di kawasan industri memberikan kami akses terhadap berbagai fasilitas dan jaringan industri yang mendukung kegiatan manufaktur," jelas Purbaja.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi masukan dalam pembahasan RUU Kawasan Industri. Terutama agar pengembangan kawasan semakin selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Menurut Purbaja, integrasi produsen dan pemasok dapat terus diperkuat, termasuk pengembangan teknologi hingga infrastruktur pendukung.

Jaringan Charging ALVA Tumbuh Hampir Empat Kali Lipat

Pengembangan ekosistem ALVA juga terlihat dari pertumbuhan jaringan layanan. Hingga September 2026, ALVA telah memiliki lebih dari 590 konektor Boost Charge. Jumlah tersebut meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan sekitar 150 konektor pada 2025.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan perluasan akses pengisian daya untuk pengguna kendaraan listrik. Selain jaringan pengisian daya, ALVA memiliki 19 titik penjualan. Sebanyak 10 lokasi di antaranya merupakan ALVA Experience Center.

Untuk layanan purnajual, ALVA telah memiliki lebih dari 130 titik layanan. Jaringan tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan begitu, pengembangan kendaraan listrik ALVA tidak hanya berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, pemasok lokal, infrastruktur, dan layanan pengguna.

Langkah ini turut memperkuat posisi ALVA di tengah persaingan kendaraan listrik nasional. Sebelumnya, sejumlah ajang otomotif seperti GIIAS 2024 juga mencatat tingginya antusiasme merek kendaraan bermotor terhadap pasar Indonesia.

Bukan Cuma Soal Jual Motor Listrik

Partisipasi ALVA dalam kunjungan Komisi VII DPR RI menunjukkan luasnya tantangan industri kendaraan listrik. Produksi kendaraan hanyalah satu bagian dari ekosistem yang jauh lebih besar. Mulai dari komponen lokal hingga jaringan charging, semuanya membutuhkan dukungan yang terintegrasi.

Karena itu, kawasan industri dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan berbagai kebutuhan tersebut. ALVA kini membawa pengalaman lima tahun dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Pengalaman itu mencakup manufaktur, teknologi, TKDN, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purnajual.

Ke depan, perkembangan industri akan sangat berkaitan dengan kesiapan ekosistem. Dengan kolaborasi antara industri, pemasok, pemerintah, dan kawasan industri, kebutuhan tersebut dapat terus dikembangkan. Upaya ini juga sejalan dengan berbagai inisiatif kendaraan listrik yang terus bermunculan di pasar nasional.

[ META_DESCRIPTION ] ALVA hadir dalam kunjungan Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI di Lippo Cikarang dan membeberkan strategi membangun ekosistem kendaraan listrik.

SHARE:

Google Luncurkan Gemini 4 Argon dengan Kemampuan Analisis Tinggi

Tinder Uji Fitur Group Hangouts, Alternatif Kencan Tanpa Harus Berdua