Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ancaman Baru Ancam 5 Miliar Perangkat iOS dan Android
SHARE:

Jakarta – Lebih dari 5 miliar perangkat iPhone dan Android di seluruh dunia saat ini menghadapi ancaman keamanan serius. Kerentanan ini berasal dari celah pada fitur AirDrop milik Apple dan Quick Share milik Google.

Peneliti keamanan dari CISPA Helmholtz Center for Information Security menemukan enam potensi kerentanan dalam sistem tersebut. Temuan ini memengaruhi perangkat iOS, Android, macOS, dan Windows.

AirDrop dan Quick Share dirancang untuk memberikan kemudahan berbagi file antar perangkat. Kedua fitur ini berjalan di latar belakang tanpa perlu persetujuan pengguna saat perangkat saling berdekatan.

Kerentanan pertama terkait dengan sharingd, daemon yang digunakan macOS dan iOS untuk menjalankan AirPlay, Universal Clipboard, Continuity Camera, dan Handoff. Tiga kerentanan lainnya ditemukan pada sistem Quick Share yang digunakan Android dan Windows.

airdrop app open on a Mac computer

Tim peneliti melaporkan seluruh temuan ini kepada Apple dan Google. Dua dari enam kerentanan tersebut sudah mendapatkan perbaikan resmi, sementara empat lainnya masih dalam proses investigasi.

Cara kerja AirDrop dan Quick Share yang mengutamakan kemudahan justru menjadi celah utama. Kedua sistem menjalankan layanan istimewa di latar belakang yang terus-menerus mendengarkan data dari perangkat lain.

Peneliti mengungkapkan bahwa penyerang hanya membutuhkan laptop dengan Wi-Fi dan berada dalam jarak 10 hingga 30 meter. Targetnya adalah perangkat dengan pengaturan visibilitas AirDrop atau Quick Share di opsi "Semua Orang".

Pada AirDrop, perintah dari penyerang dapat menyebabkan proses sharingd crash total. Akibatnya, AirDrop, Continuity Camera, dan layanan terkait lainnya berhenti berfungsi pada perangkat yang terkena serangan.

Situasi lebih berbahaya terjadi pada Quick Share dan Windows. Sistem ini memungkinkan tiga bingkai data dibaca dan dijawab sebelum pertukaran keamanan awal dilakukan.

Bahkan setelah pertukaran keamanan dimatikan, kunci sesi tetap ada. Hal ini memungkinkan pelaku kejahatan membuka kembali sesi karena tiga bingkai data asli dikirim sebagai konten tidak terenkripsi.

Di perangkat Windows, kondisi ini menciptakan kesalahan yang disebut peneliti sebagai "use-after-free". Kerentanan ini bisa dieksploitasi untuk mengakses data pengguna.

AirDrop notification window with receiving off set

Kabar baiknya, pengguna bisa melindungi diri dengan mengubah pengaturan koneksi perangkat. Saat menggunakan AirDrop atau Quick Share, pengguna memiliki opsi untuk berbagi dengan semua orang, hanya kontak, atau tidak sama sekali.

Mematikan fitur ke pengaturan "tidak ada" atau "mematikan penerimaan" adalah langkah paling aman. Pengguna perlu mengaktifkan AirDrop atau Quick Share secara manual saat ingin menggunakannya.

Opsi "hanya kontak" juga bisa menjadi alternatif yang lebih aman. Meskipun tidak ada kerentanan yang memungkinkan pengambilan data langsung, potensi eksploitasi di masa depan tetap mengintai.

Ancaman ini mengingatkan kita pada spyware yang menargetkan aktivis serta layanan cloud yang menjadi sasaran kejahatan siber. Penting bagi pengguna untuk selalu waspada terhadap potensi serangan baru.

Apple dan Google terus berupaya meningkatkan keamanan fitur berbagi file mereka. Sementara menunggu perbaikan resmi, pengguna disarankan untuk tidak mengaktifkan visibilitas "Semua Orang" di tempat umum.

Perangkat yang terkena dampak pembaruan sistem operasi juga perlu diperhatikan. Pastikan perangkat selalu menjalankan versi perangkat lunak terbaru untuk mendapatkan perlindungan optimal.

SHARE:

ROG Hadirkan Inovasi ROG Nebula Display untuk Gamer dan Kreator Konten

Tiongkok Klaim Ciptakan Sel Surya dengan Efisiensi 35,5 Persen