Jakarta — Raksasa otomotif asal China, BYD (Build Your Dreams), kembali membuat gebrakan unik di pasar kendaraan listrik global. Pabrikan ini tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi baterai radikal, tetapi juga menggunakan strategi pemasaran interaktif dengan melibatkan warganet (netizen) untuk menentukan nama resmi calon sedan listrik paling mewah milik mereka.
General Manager BYD Dynasty Network, Lu Tian, melalui akun resmi media sosial Weibo, mengumumkan bahwa perusahaan telah menyaring enam kandidat nama final untuk sedan listrik flagship tersebut. Langkah ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta otomotif, mengingat mobil berkode "Great Han" ini diproyeksikan menjadi standar baru dalam industri EV premium.
BYD dikenal sangat agresif dalam menyematkan unsur budaya lokal ke dalam identitas global melalui lini "Dynasty Series". Untuk menentukan identitas sedan flagship terbarunya, BYD melibatkan publik dalam proses penamaan kendaraan tersebut. Lu Tian memperkenalkan enam nama yang berhasil lolos ke putaran final setelah melalui berbagai tahap seleksi internal.
Masing-masing nama membawa makna yang erat dengan sejarah, budaya, dan filosofi Tiongkok. Nama Great Han (Dahan) dipilih untuk merepresentasikan kejayaan Dinasti Han. Sementara Han 9 mengusung pendekatan modern dengan angka sembilan sebagai simbol posisi tertinggi dalam lini produk premium BYD.
Ada pula Han Ultra yang menegaskan karakter kendaraan sebagai model paling canggih. Pilihan unik lainnya adalah Han Tianxia, yang secara harfiah berarti "seluruh di bawah langit". Nama ini merujuk pada konsep kosmologi tradisional Tiongkok yang menggambarkan tatanan dunia yang luas dan menyeluruh.
Sementara Xiaohan atau "Heaven Han" terinspirasi dari istilah kuno yang menggambarkan bentangan langit dan galaksi Bima Sakti. Adapun Han Chitu mengambil inspirasi dari kuda legendaris Red Rabbit dalam kisah klasik Romance of the Three Kingdoms yang dikenal karena kecepatan dan ketangguhannya.
Meski menawarkan berbagai pilihan sarat makna budaya, hingga saat ini nama Great Han menjadi favorit publik. Opsi tersebut unggul jauh dalam pemungutan suara dengan raihan 1.727 suara, sementara posisi kedua ditempati Han Tianxia yang baru mengantongi 254 suara. Para analis industri meyakini sedan mewah ini akan resmi mengaspal dengan nama Great Han.
Baca Juga:
Great Han dipastikan akan mengandalkan teknologi baterai LFP Blade generasi 2.0 (Blade 2.0) milik BYD sendiri. Teknologi mutakhir ini didukung oleh sistem arsitektur tegangan tinggi yang memungkinkan kecepatan pengisian daya super cepat. Berdasarkan data teknis internal, baterai Blade 2.0 mampu melakukan pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu 9 menit.
Untuk daya jelajah, berdasarkan pengujian standar CLTC, varian penggerak roda belakang (RWD) mampu melaju sejauh 1.008 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh. Sementara varian performa tinggi dengan penggerak empat roda (4WD), daya jelajahnya berada di angka 880 kilometer.
Dari foto-foto pengujian jalan raya yang sempat bocor di China, Great Han tampil sebagai sedan berskala penuh dengan panjang bodi mencapai sekitar 5,2 meter. Proporsi visualnya dicirikan oleh garis atap yang landai mirip kupe, kap mesin yang tajam menunduk, serta velg multi-spoke beraksen krom yang memberikan aura elegan.
Sektor keselamatan otonom juga diperkuat dengan adanya sensor LiDAR yang bertengger di atas kaca depan. Sementara bagian belakang dipercantik dengan lampu utama yang menyatu. Masuk ke dalam kabin, BYD mengaplikasikan pendekatan interior yang lapang dan rapi dengan kemudi palang tiga berlogo aksara "Han".
Peluncuran Great Han sedan yang dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun 2026 ini merupakan langkah strategis. Langkah ini menyusul kesuksesan luar biasa dari saudaranya, SUV Great Tang yang berhasil mencatatkan pre-order fantastis hingga lebih dari 100.000 unit dalam waktu kurang dari dua pekan.
Meskipun lini produk baru mereka mendapat respons luar biasa, BYD tengah menghadapi dinamika pasar domestik yang ketat. BYD mencatatkan pengiriman kendaraan sebanyak 149.606 unit di pasar domestik China pada April 2026, menunjukkan penurunan sekitar 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kehadiran sedan premium Great Han ini diharapkan mampu menjadi stimulus baru guna membalikkan keadaan sekaligus memperkuat dominasi BYD di segmen kendaraan listrik premium. Persaingan ketat dengan kompetitor global seperti Tesla Model S dan mobil listrik mewah buatan pabrikan Eropa pun tak terhindarkan.