Technologue.id, Jakarta - Perusahaan teknologi asal Tiongkok ByteDance dilaporkan menunda peluncuran global alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan Seedance 2.0. Penundaan ini terjadi setelah muncul protes dari studio film Hollywood terkait dugaan penggunaan materi berhak cipta dalam pelatihan model AI tersebut.
Menurut laporan The Information, yang mengutip dua sumber anonim yang mengetahui situasi tersebut, ByteDance telah menangguhkan rencana peluncuran internasional Seedance 2.0 hanya sekitar sebulan setelah alat tersebut diperkenalkan di Tiongkok.
Media teknologi Engadget juga melaporkan telah menghubungi ByteDance untuk meminta klarifikasi resmi. Namun hingga kini perusahaan belum memberikan komentar tambahan terkait penundaan tersebut.
Kontroversi terhadap Seedance 2.0 muncul tidak lama setelah tool tersebut dirilis. Sejumlah studio film besar di Hollywood, termasuk The Walt Disney Company dan Paramount Pictures, bersama Skydance Media, mengirimkan surat peringatan (cease-and-desist letter) kepada ByteDance.
Studio-studio tersebut menyoroti kemungkinan bahwa model AI Seedance dilatih menggunakan materi yang dilindungi hak cipta tanpa izin. Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah beredar berbagai video buatan pengguna yang meniru gaya film Hollywood.
Salah satu contoh yang menjadi viral di internet adalah klip video AI yang menampilkan Brad Pitt berkelahi dengan Tom Cruise, meskipun adegan tersebut tidak pernah ada dalam film mana pun.
Video semacam itu memicu kekhawatiran bahwa model AI tersebut mungkin telah mempelajari karakter, wajah, atau gaya sinematik dari karya berhak cipta yang digunakan tanpa persetujuan.
Menanggapi kritik tersebut, ByteDance sebelumnya menyatakan kepada BBC pada Februari lalu bahwa perusahaan telah mengambil langkah untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyalahgunaan kekayaan intelektual.
ByteDance mengatakan bahwa mereka sedang memperkuat sistem pengamanan untuk mencegah pengguna membuat konten yang melanggar hak cipta atau menggunakan kemiripan individu tanpa izin.
Langkah tersebut termasuk peningkatan sistem moderasi konten dan pembatasan penggunaan materi yang dapat melanggar hak kekayaan intelektual.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan Seedance 2.0 akan diluncurkan secara global. Penundaan ini menunjukkan bahwa ByteDance kemungkinan perlu melakukan penyesuaian pada sistem pelatihan AI maupun kebijakan penggunaan platformnya sebelum memperluas layanan tersebut ke pasar internasional.