Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
CEO Adobe Shantanu Narayen Siap Mundur Setelah 18 Tahun Memimpin Transformasi Perusahaan
SHARE:

Technologue.idJakarta - CEO Adobe, Shantanu Narayen, mengumumkan rencananya untuk mengundurkan diri dari jabatan yang telah ia pegang selama hampir dua dekade. Narayen telah memimpin perusahaan teknologi tersebut selama 18 tahun dan berperan besar dalam mengarahkan transformasi Adobe menjadi penyedia perangkat lunak berbasis layanan atau Software as a Service (SaaS).

Meski demikian, jadwal pasti pengunduran dirinya belum ditetapkan. Narayen menyatakan akan meninggalkan posisi CEO setelah dewan direksi Adobe menunjuk pengganti yang tepat. Setelah itu, ia tetap akan terlibat di perusahaan dengan menjabat sebagai ketua dewan direksi.

Selama masa kepemimpinannya, Narayen memimpin perubahan besar dalam model bisnis Adobe. Perusahaan yang sebelumnya dikenal menjual perangkat lunak secara lisensi satu kali kemudian beralih ke model langganan melalui layanan Creative Suite yang kemudian berevolusi menjadi Creative Cloud.

Transformasi tersebut mengubah cara para profesional kreatif mengakses berbagai aplikasi populer Adobe seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, dan Adobe Lightroom. Langkah ini sempat menjadi perubahan besar bagi pelanggan, tetapi kemudian menjadi standar industri untuk distribusi perangkat lunak kreatif.

Dalam memo yang ditujukan kepada para karyawan, Narayen juga mengenang perjalanan panjangnya memimpin perusahaan. Ia menyebut bahwa Adobe mengalami pertumbuhan signifikan selama hampir dua dekade terakhir.

Jumlah karyawan Adobe meningkat dari sekitar 3.000 orang menjadi lebih dari 30.000. Pada saat yang sama, pendapatan perusahaan melonjak tajam dari kurang dari US$1 miliar menjadi lebih dari US$1 25 miliar.

Narayen juga menyoroti masa depan industri kreatif yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurutnya, teknologi tersebut akan membentuk cara baru dalam bekerja dan berekspresi.

“Era kreativitas berikutnya sedang ditulis sekarang dibentuk oleh AI, oleh alur kerja baru, dan oleh bentuk ekspresi yang sepenuhnya baru,” tulis Narayen dalam pesannya kepada karyawan.

Ia menambahkan bahwa Adobe tidak pernah menunggu masa depan datang, melainkan berusaha mengantisipasi dan membangun teknologi yang akan membentuknya. Narayen juga menyatakan keyakinannya bahwa kekuatan terbesar perusahaan tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga pada para karyawannya yang terus berinovasi dan berkomitmen terhadap pelanggan.

SHARE:

Erajaya Adopsi Salesforce untuk Pengalaman Pelanggan Personal 18 Juta Pengguna

Pemerintah Matangkan Implementasi PP TUNAS Jelang Berlaku 28 Maret 2026