Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
China Punya 15 Juta Mobil Penumpang dengan Fitur NOA
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — China mencatat sekitar 15 juta mobil penumpang di negara itu telah dilengkapi kemampuan NOA (Navigation on Autopilot) per Agustus 2026. Angka tersebut menjadi bagian dari sekitar 61 juta mobil penumpang yang mengantongi fitur bantuan mengemudi Level 2 (L2). Data ini diungkapkan China Academy of Information and Communications Technology pada Jumat (23/10/2026).

Dengan perhitungan tersebut, kendaraan berfitur NOA menyumbang sekitar 25 persen dari total armada mobil penumpang berteknologi L2 di China. Perlu dicatat, angka itu merepresentasikan populasi kendaraan yang sudah beroperasi, bukan penjualan baru sepanjang tahun ini. Adopsi teknologi bantuan mengemudi pun terus meluas di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

Data tersebut dipaparkan dalam ajang 2026 World Intelligent Connected Vehicles Conference yang digelar di kawasan Yizhuang, Beijing, pada 21-23 Oktober 2026. Acara ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT), Kementerian Transportasi, serta pemerintah Kota Beijing. Forum ini menjadi panggung bagi regulator dan industri untuk membahas arah pengembangan kendaraan terhubung di China.

Pada sesi pengumuman hasil konferensi 21 Oktober, Kepala Departemen Industri Peralatan MIIT Guo Shougang merilis draf pedoman edisi 2026 tentang pembangunan sistem standar teknis kendaraan terhubung nasional. Draf tersebut dibuka untuk konsultasi publik. Langkah ini menandakan pemerintah ingin memastikan kerangka regulasi berjalan seiring dengan ekspansi teknologi di jalan raya.

China sebenarnya telah membangun kerangka standar kendaraan terhubung tahap awal. Pekerjaan itu mencakup lebih dari 400 standar di berbagai bidang, mulai dari kendaraan cerdas terhubung, informasi dan komunikasi, transportasi cerdas, hingga manajemen kendaraan. Pedoman revisi ini bertujuan memperluas cakupan standar fungsi dan aplikasi kendaraan cerdas terhubung.

Selain itu, revisi tersebut memperkuat persyaratan untuk arsitektur sistem, komponen inti, dan keselamatan secara keseluruhan. Pemerintah juga ingin meningkatkan standar yang mengatur operasi serta layanan mengemudi otonom. Upaya ini relevan dengan tren kendaraan modern yang makin bergantung pada perangkat lunak dan konektivitas, sejalan dengan inovasi keselamatan yang turut didorong lewat Teknologi Keselamatan di industri otomotif global.

Konektivitas kendaraan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Agustus 2026, sekitar 16 juta mobil penumpang di China telah dilengkapi terminal 5G. Sementara itu, sekitar 2 juta unit sudah mengantongi terminal C-V2X (Cellular Vehicle-to-Everything). Teknologi ini memungkinkan kendaraan berkomunikasi dengan kendaraan lain, infrastruktur jalan, hingga jaringan telekomunikasi.

Di samping perluasan fitur bantuan mengemudi, China terus mendorong program percontohan akses pasar bagi kendaraan dengan kemampuan mengemudi otonom lebih tinggi. Guo menyatakan bahwa pekerjaan untuk batch kedua percontohan akses pasar produk mengemudi otonom L3 tengah berlangsung. Informasi ini dikutip Cailian pada 22 Oktober 2026.

Namun, Guo tidak mengungkap merek otomotif atau model yang terlibat dalam batch kedua tersebut. Ia juga tidak menyebut kapan persetujuan bakal diberikan. Ketidakpastian jadwal ini wajar mengingat proses uji dan validasi kendaraan otonom membutuhkan kajian keselamatan yang ketat sebelum mendapat izin resmi.

Sebagai gambaran, batch pertama model L3 dari Changan dan BAIC telah menerima persetujuan akses pasar bersyarat pada Desember 2025. Penggunaannya pun dibatasi hanya pada ruas jalan dan kondisi operasi tertentu. Artinya, fitur otonom tersebut belum boleh digunakan secara bebas di seluruh jalan raya nasional.

Pendekatan bertahap ini menunjukkan China berhati-hati dalam melepas kendaraan otonom ke jalan umum. Regulator ingin memastikan keselamatan publik tetap terjaga sembari memberi ruang bagi inovasi industri. Di sisi lain, adopsi fitur seperti NOA yang sudah mencapai 15 juta unit membuktikan minat konsumen terhadap teknologi bantuan mengemudi cukup tinggi.

Perkembangan ini juga mencerminkan persaingan industri otomotif yang makin bergeser ke ranah perangkat lunak dan elektronik. Sejumlah pemasok komponen global pun berlomba menghadirkan solusi canggih, seperti yang dilakukan Cadence Prosesor Audio untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih baik.

Bagi konsumen, melimpahnya kendaraan berfitur L2 dan NOA di China memberi pilihan lebih luas dengan harga yang makin kompetitif. Namun, regulator menegaskan bahwa standar teknis dan keselamatan tetap menjadi fondasi utama. Penyusunan pedoman edisi 2026 menjadi sinyal bahwa ekosistem kendaraan terhubung akan diatur lebih rinci ke depan.

Dengan lebih dari 400 standar yang sudah digarap dan sekitar 16 juta mobil berterminal 5G, China tampak serius membangun infrastruktur kendaraan cerdas secara menyeluruh. Kombinasi populasi kendaraan besar, dukungan regulasi, dan konektivitas yang meluas menjadi modal penting bagi negara itu. Semua mata pun tertuju pada bagaimana uji coba L3 batch kedua akan berjalan dalam beberapa waktu mendatang.

SHARE:

Pemuda.ai Diluncurkan, Asmuni Jadi Wajah AI Karya Anak Bangsa

Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C Resmi Hadir di Indonesia