Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Clarifai Hapus Jutaan Foto Profil Setelah Kasus Data OkCupid Berakhir
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Kasus lama terkait pelanggaran privasi pengguna kembali menjadi sorotan setelah perusahaan AI Clarifai mengonfirmasi telah menghapus sekitar 3 juta foto profil yang sebelumnya diambil dari platform kencan OkCupid pada 2014.

Langkah ini dilakukan menyusul penyelesaian antara Federal Trade Commission (FTC) dan Match Group, yang diumumkan bulan lalu. Menurut laporan Reuters, Clarifai telah mengesahkan penghapusan data tersebut kepada FTC pada 7 April, termasuk menghapus model AI yang dilatih menggunakan data kontroversial itu.

Perusahaan juga menyampaikan kepada anggota Kongres AS Lori Trahan bahwa seluruh data terkait telah dihapus dan tidak pernah dibagikan kepada pihak ketiga.

Kasus ini bermula dari laporan The New York Times pada 2019 yang mengungkap bahwa Clarifai menggunakan foto profil OkCupid untuk membangun basis data pelatihan AI tanpa persetujuan pengguna. Praktik tersebut dinilai melanggar kebijakan privasi OkCupid sendiri.

Dokumen pengadilan yang ditinjau Reuters menunjukkan bahwa pada 2014, pendiri Clarifai, Matthew Zeiler, secara langsung meminta akses data kepada salah satu pendiri OkCupid, Maxwell Krohn.

Data tersebut kemudian digunakan untuk mengembangkan teknologi pengenalan wajah yang mampu memperkirakan usia, jenis kelamin, hingga ras seseorang. Contoh penggunaannya bahkan dipromosikan secara publik oleh Clarifai sebagai bagian dari layanan mereka, memicu kekhawatiran luas terkait etika dan privasi.

Dalam pernyataannya pada 2019, Zeiler sempat menyiratkan bahwa masyarakat perlu mempercayai perusahaan teknologi dalam penggunaan data semacam ini. Namun, kritik terhadap praktik tersebut terus berlanjut, terutama karena melibatkan data sensitif tanpa persetujuan eksplisit.

Sebagai bagian dari penyelesaian, FTC secara permanen melarang OkCupid membuat pernyataan menyesatkan terkait praktik pengumpulan data dan kontrol privasi. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai sanksi tersebut terasa lemah, mengingat aturan FTC sebelumnya memang sudah melarang tindakan serupa.

SHARE:

Mozilla Sukses Tambal Ratusan Celah Keamanan Firefox

Meta Digugat Terkait Iklan Penipuan di Facebook dan Instagram