Jakarta — Jepang memang selalu menjadi destinasi impian bagi banyak wisatawan global, mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya, hingga kuliner khasnya. Namun, bagi kamu yang berencana liburan ke Negeri Sakura dalam waktu dekat, sejumlah anggaran baru wajib diantisipasi sejak jauh-jauh hari.
Seiring pemulihan sektor pariwisata dan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah Jepang menerapkan berbagai regulasi serta penyesuaian tarif baru. Kebijakan ini diambil demi menjaga kenyamanan bersama, terutama di area-area publik yang padat pengunjung.
Penting untuk mencatat setiap detail perubahan tarif tersebut agar rencana liburan tetap berjalan lancar tanpa pengeluaran tak terduga yang membengkak di tengah perjalanan. Lantas, apa saja pengeluaran ekstra yang wajib kamu siapkan untuk liburan ke Jepang 2026? Simak daftar lengkapnya berikut ini.
Biaya Visa Jepang Naik Lima Kali Lipat
Per 1 Juli 2026, pemerintah Jepang resmi menaikkan harga visa hingga lima kali lipat dari tarif sebelumnya. Pemohon visa single-entry akan dikenakan biaya 15.000 Yen atau sekitar Rp1,65 juta, naik signifikan dari sebelumnya hanya 3.000 Yen atau sekitar Rp333 ribu.
Sementara itu, pemohon visa multiple-entry juga mengalami kenaikan dari 6.000 Yen (sekitar Rp666 ribu) menjadi 30.000 Yen atau sekitar Rp3,3 juta. Biaya ini khusus dikenakan kepada pemegang paspor biasa, sedangkan pengguna e-paspor masih bisa memanfaatkan fasilitas bebas visa.
Bagi pemegang paspor elektronik, fasilitas Visa Waiver tetap tersedia untuk durasi kunjungan 15 hari dengan syarat melakukan pra-registrasi online gratis sebelum berangkat. Pastikan kamu memahami ketentuan ini agar proses masuk ke Jepang tidak terhambat.
Tarif Pendakian Gunung Fuji Naik
Pendaki atau pencinta alam yang ingin menikmati keindahan Gunung Fuji harus merogoh kocek lebih dalam pada tahun 2026. Tarif pendakian gunung tertinggi di Jepang ini naik menjadi 4.000 Yen atau sekitar Rp446 ribu per orang per kunjungan, dari sebelumnya 2.000 Yen.
Tarif tersebut berlaku untuk pendaki lokal maupun asing di semua jalur pendakian, yakni Jalur Yoshida, Jalur Subashiri, Jalur Fujinomiya, dan Jalur Gotemba. Semua pengunjung juga diwajibkan melakukan registrasi online sebelum memulai pendakian.

Perlu diketahui, Gunung Fuji hanya dibuka setiap tahun pada periode 1 Juli hingga 10 September. Jadi, pastikan kamu merencanakan jadwal pendakian dengan matang sesuai dengan musim buka gunung tersebut.
Kastel Himeji dan Pajak Baru Kyoto
Kastel Himeji yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1993 juga menyesuaikan tarif tiket masuknya. Sejak Maret 2026, wisatawan dari luar Kota Himeji dikenakan biaya 2.500 Yen (sekitar Rp278 ribu), naik dari tarif sebelumnya 1.000 Yen.
Warga Kota Himeji sendiri tetap membayar tarif lama sebesar 1.000 Yen. Sementara itu, wisatawan yang ingin menginap di wilayah Kyoto harus bersiap dengan sistem pajak baru yang berlaku per 1 Maret 2026.
Pajak penginapan Kyoto terbagi dalam lima kategori berdasarkan tarif kamar. Untuk kamar di bawah 6.000 Yen, pajaknya 200 Yen; kamar 6.000–19.999 Yen dikenakan 400 Yen; kamar 20.000–49.999 Yen sebesar 1.000 Yen; kamar 50.000–99.999 Yen sebesar 4.000 Yen; dan kamar 100.000 Yen ke atas dikenakan pajak 10.000 Yen.
Pajak tersebut dihitung per orang dan per malam. Dana pungutan ini akan digunakan untuk merawat kuil-kuil di Kyoto, mengatasi kemacetan lalu lintas, dan memperbaiki fasilitas umum. Jangan lupa juga untuk memastikan paket internet kamu aktif selama liburan.
Baca Juga:

Sayonara Tax Naik Tiga Kali Lipat
Semua orang yang keluar dari Jepang wajib membayar pajak keberangkatan atau yang dikenal sebagai Sayonara Tax. Per 1 Juli 2026, pajak ini naik tiga kali lipat dari 1.000 Yen (Rp112 ribu) menjadi 3.000 Yen atau sekitar Rp333 ribu.
Pajak ini berlaku untuk semua orang, baik WNA maupun warga Jepang sendiri, yang keluar dari Jepang melalui jalur laut dan udara. Pembayarannya otomatis masuk ke harga tiket pesawat saat melakukan pemesanan, jadi tidak perlu dibayar secara terpisah.
Anak-anak di bawah usia dua tahun dan penumpang transit kurang dari 24 jam tidak akan dipungut pajak ini alias gratis. Untuk mempermudah perjalananmu, pastikan juga memahami perkembangan otomotif di Jepang jika berencana menyewa kendaraan.
Demikian daftar biaya baru yang harus kamu tahu saat liburan ke Jepang 2026. Siapkan semua anggaran dengan baik dan semoga liburanmu di Negeri Sakura berjalan menyenangkan tanpa kendala finansial.