Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
DJI dan Insta360 Saling Gugat Soal Paten Kamera Gimbal
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Persaingan di industri kamera portabel memasuki babak baru setelah dua produsen besar, DJI dan Insta360, terlibat dalam sengketa hukum terkait dugaan pelanggaran paten pada produk kamera gimbal terbaru mereka.

Konflik bermula ketika DJI mengajukan gugatan terhadap Insta360 pada 11 Juni 2026. Dalam gugatan tersebut, DJI menuduh Insta360 melanggar dua paten desain dan empat paten utilitas yang berkaitan dengan pengembangan kamera genggam Luna Ultra, produk terbaru yang digadang-gadang sebagai pesaing langsung seri Osmo Pocket.

Menurut laporan yang dikutip dari PetaPixel, DJI menilai sejumlah elemen desain Luna Ultra memiliki kemiripan dengan teknologi dan desain yang telah dipatenkan pada lini Osmo Pocket. Beberapa aspek yang dipersoalkan meliputi bentuk bodi kamera genggam, struktur leher penghubung antara bodi dan lengan gimbal, roda kontrol, tombol perekaman, hingga layar yang dapat diputar.

Selain desain fisik, DJI juga menuding Insta360 melanggar paten utilitas yang berkaitan dengan teknologi pelacakan dan sistem stabilisasi gimbal yang menjadi salah satu fitur utama dalam produk kameranya.

Melalui gugatan tersebut, DJI meminta pengadilan mengeluarkan perintah permanen yang melarang Insta360 menjual Luna Ultra. Perusahaan juga menuntut kompensasi berupa royalti yang dianggap wajar, pengembalian keuntungan yang diperoleh dari penjualan Luna Ultra, serta ganti rugi tambahan apabila terbukti bahwa pelanggaran paten dilakukan secara sengaja.

Namun, Insta360 tidak tinggal diam. Perusahaan asal Tiongkok itu segera melayangkan gugatan balasan yang menuduh DJI justru melanggar lima paten miliknya yang berkaitan dengan teknologi gimbal dan stabilisasi gambar.

Dalam dokumen gugatan, Insta360 menyebut sejumlah produk DJI, termasuk seri Osmo Pocket, Ronin, Osmo Mobile, dan Osmo 360, telah menggunakan teknologi yang dilindungi paten milik mereka.

Teknologi yang menjadi pokok sengketa meliputi sistem stabilisasi gimbal, kontrol arah gimbal, teknologi stabilisasi kamera yang lebih halus, tampilan data telemetri pada layar, serta teknologi stabilisasi video panorama.

Sebagai bagian dari pembelaannya, Insta360 juga menegaskan bahwa teknologi inti yang digunakan dalam Luna Ultra bukanlah hasil tiruan dari produk DJI. Perusahaan menyatakan bahwa fondasi teknologi tersebut telah dikembangkan dan digunakan dalam sejumlah produk mereka sebelumnya, termasuk webcam seri Link dan gimbal seri Flow.

Perseteruan hukum ini menjadi semakin menarik karena kedua perusahaan saat ini merupakan pemain utama dalam pasar kamera portabel dan perangkat kreator konten. Produk-produk mereka banyak digunakan oleh vlogger, pembuat film independen, hingga kreator media sosial di seluruh dunia.

Meski demikian, posisi DJI dalam sengketa ini dinilai memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, kemampuan perusahaan untuk menjual produk-produk kamera terbarunya di pasar Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi hambatan regulasi.

Pada Desember 2025, Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) memasukkan DJI ke dalam "Covered List" atau Daftar Tercakup, yang membatasi persetujuan dan pemasaran perangkat baru buatan perusahaan tersebut di AS. Kebijakan tersebut berdampak pada berbagai produk DJI, termasuk drone dan kamera.

Sejumlah laporan menyebut DJI mencoba mempertahankan kehadirannya di pasar Amerika melalui penggunaan merek baru bernama Xtra untuk beberapa produk kameranya.

Di tengah tekanan regulasi tersebut, kemenangan dalam gugatan terhadap Insta360 dapat menjadi keuntungan strategis bagi DJI. Jika berhasil memperoleh perintah pengadilan yang menghentikan penjualan Luna Ultra, perusahaan berpotensi mengurangi tekanan kompetitif dari salah satu rival terbesarnya di segmen kamera gimbal portabel.

SHARE:

Karyawan Meta Tolak Hackathon AI, Tanda Budaya Kerja Sedang Runtuh?

Harga Penjualan Salinan Langka Super Mario Bros Pecahkan Rekor Lelang Video Game