Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Elon Musk Berencana Bangun Data Center AI di Orbit Bumi
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Dua perusahaan milik Elon Musk, SpaceX dan xAI, dilaporkan tengah mengadakan pembicaraan untuk bergabung dalam sebuah merger menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO). Laporan tersebut pertama kali diungkap Reuters pada Kamis (29/1), yang menyebutkan bahwa kesepakatan ini dapat membuka jalan bagi langkah ambisius untuk meluncurkan data center kecerdasan buatan (AI) ke luar angkasa.

Menurut laporan itu, IPO SpaceX berpotensi terjadi paling cepat tahun ini. Padahal sebelumnya Musk pernah menyatakan bahwa SpaceX tidak akan menjadi perusahaan publik sebelum memiliki kehadiran di Mars. Perubahan sikap ini menandai pergeseran strategi besar, seiring meningkatnya kebutuhan modal dan ambisi perusahaan di bidang luar angkasa dan AI.

Sebagai bagian dari rencana merger, saham xAI disebut akan ditukar dengan saham SpaceX. Reuters juga melaporkan bahwa dua entitas baru telah didirikan di negara bagian Nevada pada 21 Januari lalu, yang diduga bertujuan untuk memfasilitasi kesepakatan tersebut. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan, langkah administratif ini memperkuat spekulasi bahwa merger memang sedang dipersiapkan secara serius.

Jika gagasan penyatuan dua perusahaan Musk terdengar familiar, hal itu bukan tanpa alasan. Kurang dari setahun yang lalu, tepatnya pada Maret 2025, xAI mengakuisisi X (sebelumnya Twitter). Akuisisi tersebut menyatukan Grok, model AI milik xAI yang menuai kontroversi karena kemampuannya menghasilkan gambar eksplisit tanpa persetujuan dengan X. Penyatuan itu dinilai banyak pihak sebagai eksperimen berisiko, baik secara etika maupun bisnis.

Kini, Musk kembali melontarkan ide untuk memindahkan data center AI ke orbit Bumi. Dalam pertemuan tahunan para elite bisnis dan politik dunia di Davos, Swiss, pekan lalu, Musk menyatakan bahwa “tempat dengan biaya terendah untuk menempatkan AI adalah di luar angkasa.” Ia mengklaim bahwa konsep tersebut dapat terwujud dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Menurut Musk, pusat data di orbit memiliki sejumlah keunggulan, terutama kemampuan untuk memanfaatkan energi matahari secara langsung dan mengurangi kebutuhan sistem pendinginan yang mahal. Di Bumi, data center AI mengonsumsi energi dalam jumlah besar dan menghadapi tantangan serius terkait panas berlebih, air, serta infrastruktur listrik.

Namun, tidak semua pihak yakin dengan gagasan tersebut. Sejumlah analis dan eksekutif industri teknologi menilai data center AI di luar angkasa sebagai taruhan berisiko tinggi. Biaya peluncuran, perawatan, serta potensi kegagalan teknis dinilai bisa jauh melampaui penghematan energi yang dijanjikan. Selain itu, kompleksitas operasional dan risiko kerusakan di lingkungan luar angkasa menambah daftar kekhawatiran.

Skeptisisme ini semakin kuat di tengah kekhawatiran akan AI bubble. Jika pertumbuhan industri AI melambat atau mengalami koreksi besar, investasi masif pada pusat data orbital berpotensi menjadi beban finansial yang sulit dipertahankan.

SHARE:

Heboh, PUBG Mobile Friend Fest Pecahkan Rekor Dunia!

Tesla Berencana Hentikan Produksi Model S dan X