Jakarta - Turnamen golf bergengsi Masters 2026 di Augusta National tidak hanya memamerkan permainan kelas dunia. Fashion para pemain juga menjadi sorotan tersendiri, menciptakan perbincangan hangat di luar lapangan hijau. Para ahli dari MyGolfSpy, Sean Fairholm dan Isaiah McGahee, memberikan penilaian tajam terhadap penampilan para pegolf selama dua putaran pertama.
Mereka mengapresasi pemain yang tampil menawan dengan pilihan gaya berani. Di sisi lain, beberapa penampilan dinilai kurang pas dan bahkan mengundang kritik. Analisis ini mengungkap tren fashion yang muncul di ajang bergengsi tersebut.
Jason Day menjadi salah satu yang dipuji untuk penampilannya di hari Jumat. Menurut Isaiah McGahee, setelan klasik Day dari Malbon terlihat legendaris. Kombinasi kaus polo kuning muda, visor tinggi, dan celana pleated biru pastel dinilai sangat cocok dengan atmosfer Augusta.
"Scripting Jason Day di hari Jumat akan terlihat pas di Augusta di era mana pun," kata McGahee. Sean Fairholm menambahkan bahwa warna biru muda sangat bekerja dengan baik di lapangan Augusta. Day juga disebut memberikan penghormatan halus kepada legenda Jack Nicklaus melalui saku tempel di dada.
Brooks Koepka juga masuk dalam daftar terbaik berkat mock neck-nya. Hanya sedikit pemain yang dianggap mampu mengenakan gaya ini dengan baik. "Satu-satunya pemain tur yang mampu memakainya adalah Koepka," ujar McGahee. Fisik dan kepercayaan diri Koepka dinilai cocok dengan pakaian tersebut.
Tommy Fleetwood memilih gaya retro dengan nuansa cokelat pada cokelat. Penampilannya mengingatkan pada gaya tahun 1978. McGahee mengaku bingung apakah ia menyukai atau membenci setelan itu. Namun, ia menghargai eksplorasi gaya individualistik yang dilakukan Fleetwood.
Baca Juga:
Justin Thomas mendapat pujian karena berani mengenakan warna hijau di Masters. Thomas memadukan hijau hutan, ikat pinggang hitam, celana dan sepatu putih. "Akhirnya! Seseorang memutuskan untuk tidak hanya memakai hijau, tetapi nuansa hijau yang tepat di Masters," kata McGahee. Fairholm menyebut penampilan Thomas itu "klasik modern".
Harris English tampil sangat crisp di putaran pertama dengan kaus polo putih dan celana biru bubuk. Kombinasi ini dinilai menyuarakan musim semi klasik khas selatan. Sementara itu, Jake Knapp menampilkan warna-warna pastel musim semi dan earth tone. Sweater pink-nya sangat menonjol di antara banyak sweater abu-abu dan hitam.
Adam Scott, seperti biasa, tampil dengan gaya elegan dan timeless. Di putaran pertama, Scott memadukan kaus kuning dengan celana berwarna netral. "Tidak ada yang fashion-forward di sini, hanya kesederhanaan yang dieksekusi dengan sempurna," jelas McGahee. Scott juga mengenakan sweater navy dan polo biru muda dengan celana putih di hari Jumat.
Di sisi lain, Robert MacIntyre konsisten berada di peringkat terburuk. Polo bergaya taplak meja tahun 70-an miliknya dinilai mengerikan. "Saya yakin scripting Robert MacIntyre dari NIKE pasti hanya lelucon," komentar McGahee. Fairholm bertanya-tanya apakah MacIntyre sengaja mendapatkan kaus yang buruk.
Jacob Bridgeman juga masuk daftar terburuk berkat polo biru navy dari adidas. Fairholm menyebut komitmen Bridgeman untuk memakai semua hitam di bagian bawah membuatnya terlihat seperti anak 12 tahun. Viktor Hovland dengan kaus "Minecraft"-nya dari J. Lindberg dinilai kreatif namun hasilnya buruk.
Chris Gotterup menjadi korban lain dari NIKE dengan polo bergaris horizontal biru bubuk. McGahee menilai garis horizontal lebar tidak cocok untuk postur tubuh Gotterup. Kombinasi warna yang terlalu serupa membuatnya terlihat seperti genangan air berjalan.
Juara bertahan Scottie Scheffler pun tidak luput dari kritik. Kaus hijaunya dengan logo NIKE mini di seluruh bagian dinilai hampir seburuk milik MacIntyre. "Apparel NIKE umumnya mengerikan," tegas McGahee. Fairholm berharap Scheffler bisa mendapatkan perlakuan khusus seperti Rory McIlroy.
Ludvig Aberg dikritik untuk penampilannya di Par-3 Contest. Polo dari adidas itu dinilai terlihat seperti dari awal tahun 2000-an. Patrick Reed juga masuk daftar dengan polo hitam camo atau corak cheetah yang dianggap aneh. "Setidaknya cobalah memakai sesuatu selain warna hitam," kata McGahee.
Analisis fashion ini menunjukkan bahwa pilihan apparel golf bisa menjadi pernyataan gaya yang kuat. Tren seperti pleated trousers dan warna pastel kembali populer. Namun, eksperimen yang berlebihan tanpa pertimbangan yang tepat bisa berakibat buruk.
Pemain seperti Jason Day dan Adam Scott membuktikan bahwa gaya klasik yang dieksekusi dengan baik selalu relevan. Sementara itu, beberapa item dari merek besar justru mendapat sorotan negatif. Penilaian ini menjadi pengingat bahwa penampilan di lapangan hijau tetap menjadi bagian penting dari citra seorang atlet profesional.