Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Fisker Ocean Jadi SUV Listrik Termurah, tapi Risikonya Besar
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Fisker Ocean, SUV listrik mewah yang diproduksi Fisker Inc, kini menjelma menjadi salah satu kendaraan listrik bekas termurah di pasar. Model yang sempat dibanderol hingga US$69.000 atau sekitar Rp1,1 miliar ini kini bisa didapatkan dengan harga seperempatnya. Namun, harga murah tersebut menyimpan risiko besar bagi para pemiliknya.

Fisker Ocean hanya bertahan di pasar selama dua model tahun, yakni 2023 dan 2024. SUV lima penumpang bertenaga listrik ini merupakan satu-satunya model yang pernah dirilis Fisker Inc ke pasar. Perusahaan tersebut merupakan penerus Fisker Automotive yang juga bernasib sama, gagal di industri otomotif.

Desain Ocean tampil sleek dan mewah dengan velg 20 inci sebagai standar di semua varian. Model ini juga menawarkan tiga tipe atap berbeda. Saat peluncuran, Fisker Ocean tersedia dalam tiga varian dengan harga US$38.999 untuk Sport, US$52.999 untuk Ultra, dan US$68.999 untuk Extreme.

Memasuki 2024, harga Ocean merosot tajam seiring kesulitan yang dihadapi Fisker. Varian Sport dijual hanya US$24.999, Ultra US$34.999, dan Extreme US$37.499. Penurunan harga ini menjadi sinyal awal masalah yang lebih besar bagi perusahaan dan pemilik kendaraan.

Dari sisi performa, varian Sport dibekali motor listrik tunggal bertenaga 282 hp dan torsi 285 lb-ft yang disalurkan ke roda depan. Akselerasi 0-60 mph ditempuh sekitar tujuh detik. Sementara dua varian tertinggi mengusung powertrain dual-motor AWD dengan output mencapai 564 hp dan torsi 544 lb-ft.

Varian Ultra dan Extreme mampu berakselerasi 0-60 mph hanya dalam 3,7 detik dengan kecepatan maksimum 128 mph. Varian Sport terbatas pada 117 mph. Baterai Sport menawarkan jangkauan 288 mil, sedangkan Ultra mencapai 340 mil dan Extreme hingga 360 mil.

2024 Fisker Ocean interior

Interior Ocean mengusung konsep minimalis dan ramah lingkungan dengan material berkelanjutan. Layar infotainment 17,1 inci menjadi pusat kabin dan dapat diputar pada varian Ultra serta Extreme. Kabin terasa lebih lapang berkat kehadiran panoramic roof.

Harga Anjlok Drastis dalam Dua Tahun

Fisker Ocean kini menjadi salah satu SUV listrik termurah di pasar mobil bekas. Meski populasi di pasaran tidak terlalu banyak, harga terendahnya berada di kisaran US$16.000. Beberapa minggu lalu, satu unit bahkan terjual di lelang dengan harga US$15.800.

Harga tertinggi Ocean di pasar bekas saat ini sekitar US$30.000. Sebagai perbandingan, saat diluncurkan pada 2023, harga awalnya mencapai US$38.000. Penurunan ini menjadikan Ocean pilihan menggoda bagi pemburu mobil listrik murah.

Ada alasan penting di balik harga murah tersebut. Fisker Inc dinyatakan bangkrut pada 2024, sehingga dukungan untuk Ocean yang beredar ikut terputus. Tidak ada lagi pembaruan software, jaringan diler, maupun layanan perawatan resmi.

Pemilik terpaksa berimprovisasi agar kendaraan mereka tetap berjalan. Seiring teknologi terus berkembang, Ocean semakin tertinggal. Kondisi ini menjadikan Ocean sebagai "orphaned vehicle" atau kendaraan yatim yang tidak lagi didukung pabrikan.

Kenapa Fisker Ocean Jadi Bargain Beracun

Mobil modern sarat teknologi umumnya membutuhkan dukungan pabrikan agar fungsinya tetap optimal. Dukungan itu berupa pembaruan software dan perbaikan kompleks yang tidak bisa ditangani bengkel lokal. Sayangnya, hal itu tidak lagi tersedia untuk Fisker Ocean.

2023 Fisker Ocean rear

Pemilik Ocean terpaksa mencari cara kreatif untuk menjaga kendaraan mereka. Fisker Owners Association dibentuk untuk membangun pusat layanan sendiri. Mereka juga mengakses alat diagnostik proprietary yang diperlukan agar Ocean tetap bisa beroperasi.

Meski bukan mustahil, memiliki dan merawat Fisker Ocean saat ini jauh lebih merepotkan dibandingkan kebanyakan EV mewah lain. Pemilik dituntut lebih gigih dan kreatif. Pengalaman kepemilikan pun terasa kurang menyenangkan.

Situasi Ocean sebagai kendaraan bekas "yatim" terbilang tidak biasa. Fisker sempat menikmati periode optimistis yang menghasilkan produksi besar, sekitar 10.000 unit Ocean secara total. Angka itu terbilang signifikan untuk model pertama sebuah startup.

Fisker Ocean roof

Namun, periode itu disusul kemerosotan tajam yang membuat perusahaan kolaps setelah kurang dari satu dekade berdiri. Akibatnya, banyak pemilik Ocean kesulitan menjual atau mempertahankan mobil mereka. Harga pun jatuh tidak wajar karena pemilik berusaha melepas kendaraan yang tak lagi diinginkan.

Faktor di Balik Kegagalan Fisker

Untuk memahami bagaimana ribuan pemilik terjebak dalam situasi ini, kita perlu menengok keputusan yang membuat Fisker gagal sejak awal. Berbagai elemen berkontribusi, mulai dari penjualan buruk, masalah kualitas produksi, hingga manajemen yang lemah.

Pendahulu Fisker Inc, yakni Fisker Automotive, hanya mampu memproduksi satu model, Karma, selama dua tahun sebelum tutup. Henrik Fisker tetap optimistis dan mencoba peruntungan lagi dengan mendirikan Fisker Inc. Namun, masalah yang sama kembali muncul.

Menurut mantan karyawan, faktor utamanya adalah manajemen yang buruk. Senior leadership disebut mengabaikan masukan tim dan tetap mengambil keputusan yang dianggap keliru. Salah satu mantan karyawan mengungkapkan hal itu secara blak-blakan.

"Tindakan yang diambil senior leadership penuh dengan 'saya akan melakukan apa pun yang saya mau, terlepas dari pendapat kalian.' Jika Henrik ingin siaran pers atau kampanye marketing dimulai meski banyak tim bilang itu ide buruk, maka tetap diluncurkan," ujar mantan karyawan Fisker Inc yang tidak disebutkan namanya.

2024 Fisker Ocean exterior

Lingkungan kerja yang sulit hanya satu bagian dari masalah. Ocean dilaporkan mengalami bug software dan masalah hardware. Penjualan pun buruk sepanjang masa hidup model yang singkat itu. Kegagalan perusahaan menjadi peringatan bagi siapa pun yang mempertimbangkan membeli EV dari startup.

Meski Ocean adalah kasus unik, ia bukan satu-satunya EV yang terdampak depresiasi tajam. EV lain, terutama yang mewah, juga rentan mengalami penurunan nilai. Teknologi EV berkembang cepat dalam satu dekade terakhir, membuat model berusia beberapa tahun lebih cepat kehilangan nilai dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.

2026 Tesla Model Y Performance

Selain kemajuan teknologi, faktor lain seperti insentif pemerintah, lokasi geografis, dan kedekatan dengan infrastruktur turut berperan. EV juga cenderung merupakan kendaraan berteknologi tinggi yang butuh dukungan pabrikan agar tetap berfungsi. Itulah mengapa Ocean kesulitan sebagai model yang "ditinggalkan".

Namun, pembeli mobil bekas yang cermat bisa memanfaatkan depresiasi EV untuk mendapatkan barang murah. Jika tidak keberatan menghadapi obsolesensi software dan potensi perbaikan sendiri, Fisker Ocean bisa menjadi cara terjangkau untuk masuk ke dunia EV bekas.

Bagi pasar Indonesia, fenomena ini menjadi pelajaran penting. Merek seperti Chery di Bekasi dan Mitsubishi L100 EV terus memperkuat jaringan purna jual. Dukungan pabrikan menjadi kunci agar EV tetap bernilai dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

SHARE: