Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Gemini Update Baru Bikin Pengguna Android Makin Kesal
SHARE:

Jakarta - Technologue.id – Google kembali memperbarui antarmuka Chrome di Android dengan menghadirkan Gemini langsung ke tab browser. Pembaruan ini mulai dirilis pada perangkat Android tertentu dengan build stabil terbaru.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses Gemini tanpa harus mengaktifkannya dari perangkat terlebih dahulu. Sebelumnya, interaksi dengan asisten AI tersebut memerlukan aktivasi manual di ponsel.

Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan pengguna Leopeva64 di X, perubahan ini menyederhanakan cara berinteraksi dengan Gemini. Kini pengguna bisa memunculkannya langsung di tab aktif Chrome.

Fitur baru ini hanya tersedia saat menggunakan bilah navigasi di bagian bawah. Google menambahkan fitur navigasi bawah tersebut ke Chrome versi mobile pada tahun 2025 lalu.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Google yang terus mengintegrasikan Gemini ke berbagai layanannya. Chrome di desktop dan laptop sebelumnya sudah menerima fitur serupa untuk memanggil asisten Gemini langsung di browser.

Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan AI dalam browsing, fitur ini tentu sangat membantu. Namun, bagi yang tidak membutuhkannya, perubahan ini bisa menjadi alasan untuk beralih ke browser lain.

Google memang tidak berhenti mendorong adopsi Gemini di ekosistemnya. Sejak diperkenalkan, perusahaan terus memperluas penggunaan AI tersebut di berbagai aplikasi dan pengalaman pengguna.

Beberapa pengguna mulai merasa lelah dengan integrasi AI yang terlalu agresif. Setiap pembaruan Chrome seolah membawa lebih banyak fitur Gemini yang mungkin tidak diminta.

Chrome tetap menjadi browser default bagi banyak pengguna smartphone. Kecepatan dan kemampuannya memang menjadi alasan utama popularitas browser ini.

Google telah melakukan beberapa perubahan solid yang tidak bergantung pada AI. Misalnya penambahan tombol kembali di Chrome versi Android dan iOS yang meningkatkan pengalaman navigasi.

Namun, pertimbangan lain muncul saat Chrome kini menggunakan tambahan 4GB ruang penyimpanan untuk fitur AI. Fitur tersebut mungkin tidak digunakan oleh sebagian besar pengguna.

Fitur AI yang sama kini perlahan berpindah ke browser mobile. Hal ini membuat sebagian pengguna mulai mempertimbangkan alternatif lain yang lebih ringan dan tanpa integrasi AI.

Banyak pengguna sudah merekomendasikan browser open-source yang tidak memaksakan fitur AI. Jika Google terus melanjutkan strategi ini, jumlah pengguna yang beralih bisa semakin bertambah.

Google sendiri telah meluncurkan fitur terbaru di Android 17 yang juga mengintegrasikan AI. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan kecerdasan buatan di seluruh platformnya.

Selain itu, Google juga membawa Gemini Go ke perangkat Android Go. Ini memperluas jangkauan AI ke segmen perangkat entry-level.

Bagi pengguna yang mengalami kendala teknis setelah pembaruan, tersedia solusi lengkap untuk mengatasi masalah tersebut. Informasi ini penting bagi pengguna yang terdampak pembaruan sistem.

Keputusan untuk terus menggunakan Chrome atau beralih ke browser lain kini kembali ke tangan pengguna. Pertimbangan antara kemudahan fitur AI dan preferensi pribadi menjadi faktor penentu utama.

SHARE:

ROG Hadirkan Inovasi ROG Nebula Display untuk Gamer dan Kreator Konten

Tiongkok Klaim Ciptakan Sel Surya dengan Efisiensi 35,5 Persen