Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Getty Images Ajukan Chapter 11, Merger dengan Shutterstock Batal
SHARE:

Jakarta - Getty Images, perusahaan penyedia foto dan video global, dikabarkan tengah bersiap mengajukan perlindungan kebangkrutan melalui mekanisme Chapter 11 di Amerika Serikat. Langkah ini diambil setelah rencana merger dengan Shutterstock senilai 3,7 miliar dollar AS batal terlaksana pada Juni 2026. Keputusan tersebut menandai babak baru bagi salah satu pemain terbesar di industri konten visual berlisensi.

Chapter 11 sendiri merupakan proses hukum untuk merestrukturisasi utang dan menata ulang keuangan perusahaan agar bisnisnya tetap bisa berjalan. Dalam pengumuman resminya, Getty Images menyatakan telah mencapai kesepakatan restrukturisasi dengan para pemangku kepentingan keuangan utamanya. Kesepakatan ini menjadi fondasi penting sebelum proses hukum dimulai.

Sebagai bagian dari kesepakatan, keluarga Getty dan Koch Equity Development (KED) berkomitmen menyuntikkan investasi ekuitas hingga 533 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan, mengurangi beban utang, serta mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. Langkah ini menunjukkan adanya kepercayaan dari pemilik utama terhadap prospek perusahaan.

Struktur Kepemilikan Baru Usai Restrukturisasi

Setelah proses restrukturisasi selesai, keluarga Getty dan KED akan memiliki 100 persen saham perusahaan yang telah direorganisasi. Artinya, Getty Images nantinya akan menjadi perusahaan milik swasta dan tidak lagi tercatat sebagai perusahaan publik. Perubahan status ini diharapkan memberi keleluasaan lebih besar dalam mengambil keputusan strategis jangka panjang.

Getty Images menargetkan seluruh proses restrukturisasi rampung pada akhir 2026. Adapun proses Chapter 11 direncanakan dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Proses hukum tersebut hanya akan melibatkan sejumlah entitas Getty Images di Amerika Serikat, bukan seluruh operasional global perusahaan.

Jejak Panjang Rencana Merger yang Kandas

Rencana restrukturisasi ini muncul setelah Getty Images dan Shutterstock membatalkan rencana merger pada Juni 2026. Kedua perusahaan sebenarnya telah mengumumkan rencana penggabungan senilai 3,7 miliar dollar AS pada Januari 2025. Langkah bisnis itu dirancang untuk menggabungkan dua pemain besar di industri konten visual berlisensi.

Namun, jalan menuju merger tidak mulus. Otoritas persaingan usaha Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), mensyaratkan Shutterstock menjual bisnis editorialnya sebagai salah satu syarat persetujuan merger. Persyaratan tersebut pada akhirnya membuat kesepakatan yang sudah direncanakan sejak lama harus dihentikan.

Batalnya merger menjadi pukulan tersendiri bagi Getty Images yang sebelumnya berambisi memperkuat posisi di pasar konten visual global. Alih-alih bergabung, perusahaan kini harus menempuh jalur restrukturisasi untuk menjaga stabilitas keuangan. Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa dinamika persaingan usaha di sektor konten visual semakin ketat.

Meski demikian, langkah Getty Images mengajukan Chapter 11 bukan berarti perusahaan berhenti beroperasi. Mekanisme ini justru dirancang agar bisnis tetap berjalan sembari menata ulang kewajiban finansial. Dengan dukungan investasi ekuitas dari keluarga Getty dan KED, perusahaan berharap dapat keluar dari proses ini dengan struktur keuangan yang lebih sehat.

Bagi industri, kasus Getty Images menjadi cerminan tantangan yang dihadapi penyedia konten visual berlisensi di tengah perubahan lanskap digital. Tekanan kompetisi dan dinamika regulasi menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Restrukturisasi ini akan menjadi ujian bagi Getty Images untuk mempertahankan posisinya di pasar global.

SHARE:

Penjualan Konsol Game AS Anjlok 15%, Harga Makin Mahal Jadi Biang Kerok

IM3 Platinum Hadirkan Paket Bundling iPhone 18 Pro Mulai Rp499 Ribu