Jakarta, Technologue.id – Pengguna Android di seluruh dunia diminta waspada terhadap perubahan kebijakan privasi yang dilakukan Google secara senyap. Raksasa mesin pencari itu kini secara otomatis memverifikasi dan mengaitkan nomor ponsel ke seluruh akun Google yang aktif di perangkat Android. Perubahan ini berlangsung pada periode Agustus hingga Oktober 2025 melalui pengaturan "Verify phone numbers automatically" yang kini aktif secara default.
Artinya, semua akun Google yang digunakan di ponsel akan terhubung dengan nomor telepon, termasuk akun yang ditambahkan di masa mendatang. Pengguna yang tidak menginginkan hal ini harus melakukan opt-out secara manual. Kebijakan ini berbeda dari praktik sebelumnya yang mewajibkan pengguna memberi izin terlebih dahulu.
Laporan Android Authority menyebut, Google juga melakukan verifikasi ulang nomor secara berkala. Proses ini berpotensi menimbulkan biaya tambahan dari operator seluler. Pasalnya, setiap verifikasi ulang bisa memicu pengiriman SMS atau panggilan yang dikenakan tarif oleh penyedia layanan.
Meski terkesan mengganggu privasi, Google memiliki alasan teknis di balik kebijakan tersebut. Pengaitan nomor memudahkan proses pemulihan akun saat ponsel hilang atau rusak. Pengguna juga bisa memulihkan pengaturan perangkat lama ke perangkat baru dengan lebih cepat.
Selain itu, fitur ini mempercepat proses masuk ke akun serta mendukung layanan lokasi darurat yang lebih responsif. Sejumlah fitur quality-of-life lain juga bekerja lebih optimal ketika verifikasi nomor aktif. Namun, di sisi lain, Google turut memperoleh keuntungan komersial dari kebijakan ini.
Penyatuan seluruh akun Google melalui nomor telepon membantu optimalisasi performa iklan. Google dapat menampilkan iklan bertarget yang lebih presisi di berbagai perangkat dan akun milik pengguna. Hal ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi mereka yang peduli terhadap privasi data.
Baca Juga:
Bagi pengguna yang ingin menonaktifkan fitur ini, langkahnya cukup sederhana. Buka menu Settings di ponsel Android, lalu pilih Google dan masuk ke All Services. Setelah itu, pilih Privacy & Security dan buka halaman Phone number verification.
Pada halaman tersebut, pengguna tinggal menonaktifkan opsi "Verify phone numbers automatically". Dengan begitu, nomor telepon tidak lagi dikaitkan secara otomatis ke semua akun Google di perangkat. Proses ini sebaiknya dilakukan segera agar data pribadi tetap terkendali.
Langkah preventif lain adalah memeriksa daftar akun Google yang aktif di perangkat secara berkala. Pengguna juga disarankan memahami setiap izin akses yang diminta aplikasi. Langkah ini sejalan dengan upaya menjaga keamanan data di tengah maraknya insiden kebocoran informasi.
Sebelumnya, Google juga gencar memperkuat lapisan keamanan akun melalui berbagai pembaruan. Salah satunya adalah dorongan penggunaan passkeys sebagai pengganti kata sandi konvensional. Selain itu, ada pula Fitur Privasi yang dirancang untuk memerangi serangan phising.
Perubahan kebijakan verifikasi nomor ini menambah daftar panjang isu privasi yang perlu dicermati pengguna Android. Kesadaran untuk meninjau pengaturan bawaan menjadi kunci agar data pribadi tidak disalahgunakan. Pengguna pun dituntut lebih aktif mengelola izin akses di perangkat masing-masing.
Bagi yang sering berurusan dengan nomor tak dikenal, tersedia panduan Cara Lacak Nomor secara mandiri. Sementara itu, pengguna aplikasi GetContact bisa menyimak langkah Menyembunyikan Nomor agar identitas tetap aman. Langkah-langkah ini melengkapi upaya perlindungan data di ranah digital.
Dengan kebijakan baru ini, Google menempatkan kenyamanan fitur berbagi dan pemulihan akun di atas kendali penuh pengguna. Keputusan akhir tetap berada di tangan pengguna melalui pengaturan yang tersedia. Namun, mereka yang abai berisiko membiarkan nomor pribadi terhubung tanpa sadar.
[ META_DESCRIPTION] Google otomatis mengaitkan nomor HP ke semua akun di Android sejak Agustus-Oktober 2025. Simak dampak privasi dan cara mematikannya di sini.