Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Googlebook Resmi Diperkenalkan, Google Akhiri Era Chromebook
SHARE:

Jakarta – Google secara resmi mengakhiri era Chromebook yang telah berjalan selama 15 tahun. Raksasa teknologi itu memperkenalkan lini laptop baru bernama Googlebook pada 12 Mei 2026. Informasi ini disampaikan dalam pengumuman resmi yang menandai perubahan besar dalam strategi perangkat keras perusahaan. Selengkapnya, Anda bisa membaca tentang Googlebook Resmi Diperkenalkan.

Chromebook pertama kali diperkenalkan pada 2011 dengan model komersial pertama diumumkan pada 11 Mei dan mulai dikirim ke konsumen pada 15 Juni 2011. Selama 15 tahun, perangkat ini menjadi andalan di pasar ultrabook meskipun beberapa pihak menilai tidak pernah melampaui opsi laptop Windows atau macOS yang lebih terjangkau.

Chromebook dibangun di atas ChromeOS, arsitektur berbasis web yang dirancang untuk booting cepat, kesederhanaan, dan perangkat keras murah. Perangkat ini naik daun seiring dengan perkembangan cloud karena menyimpan data pengguna secara online, bukan lokal. Pendekatan ini memungkinkan mesin yang lebih ringan dengan ketergantungan lebih kecil pada penyimpanan internal.

Era tersebut resmi berakhir pada 12 Mei 2026 dengan diperkenalkannya Googlebook. Google menyebut lini baru ini dibangun di sekitar filosofi desain bahwa "kecerdasan adalah spesifikasi baru". Fokus utamanya adalah pada integrasi AI yang lebih dalam ke dalam perangkat keras.

Google juga menekankan peningkatan integrasi langsung dengan perangkat Android. Hal ini berarti menambahkan utilitas seperti smartphone ke laptop Anda. Langkah ini menjadi upaya Google untuk bersaing dengan pendekatan Microsoft yang sebelumnya gencar mengintegrasikan Copilot ke setiap aspek komputasi konsumen.

Integrasi yang disebut Google sebagai Gemini Intelligence menjadi andalan utama. Salah satu cara paling menonjol untuk mengakses AI adalah melalui kursor. Googlebook memungkinkan pengguna menggoyangkan kursor untuk memanggil "Magic Pointer" yang baru.

Fitur ini memungkinkan integrasi Gemini secara kontekstual untuk hampir semua hal yang muncul di layar laptop. Contoh yang diberikan Google termasuk mengklik tanggal di email untuk menjadwalkan pertemuan atau memilih dua gambar untuk menggabungkannya.

Google juga memperkenalkan fitur "Create your Widget". Idenya adalah menggabungkan utilitas dari beberapa program atau aplikasi di bawah satu atap yang dapat diakses dengan mengklik satu widget desktop. Google menyarankan untuk membuat widget untuk perjalanan yang akan datang.

Widget tersebut memungkinkan pengguna memvisualisasikan jadwal dengan cepat, melihat reservasi penerbangan, hotel, dan restoran, serta membuat pengingat melalui satu antarmuka. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dengan mengurangi kebutuhan membuka banyak aplikasi.

Googlebook juga dirancang untuk menghapus batasan antara ponsel dan laptop. Antarmuka Googlebook memungkinkan pengguna menarik file dan aplikasi dari ponsel langsung ke taskbar laptop tanpa harus mengakses perangkat kedua.

Menariknya, contoh yang diberikan Google untuk integrasi yang lebih dekat dengan Android sebagian besar adalah hal yang sudah bisa dilakukan melalui browser atau aplikasi yang ada. Misalnya, mengakses pelajaran Duolingo atau memesan makanan yang sudah bisa dilakukan melalui situs web.

Google menyebut kemitraan dengan produsen laptop seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Pengumuman tentang ketersediaan akan datang pada musim gugur mendatang. Bagi yang tertarik, ada beberapa tips untuk menggunakan Chromebook yang sudah usang.

Apakah Googlebook merupakan iterasi atau revolusi masih harus dibuktikan. Namun, dengan filosofi baru yang berfokus pada kecerdasan buatan, Google tampaknya ingin mendefinisikan ulang pengalaman komputasi personal.

Perubahan ini juga terjadi di tengah berbagai isu yang melibatkan Chromebook di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim didakwa merugikan negara dalam kasus pengadaan Chromebook. Google sendiri menjaga jarak dari kasus tersebut dengan menekankan peran mitra reseller.

Dengan peluncuran Googlebook, Google menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi di pasar laptop. Fokus pada AI dan integrasi perangkat menjadi strategi utama untuk menarik pengguna di era komputasi modern.

An image of the Android interface on a Googlebook

Fitur Magic Pointer menjadi salah satu pembeda utama Googlebook. Pengguna dapat dengan mudah mengakses fungsi AI hanya dengan menggoyangkan kursor, membuat interaksi menjadi lebih intuitif dan cepat.

Google juga menekankan bahwa pendekatan ini berbeda dari strategi Microsoft yang kini mulai mengurangi fokus pada Copilot. Dengan Gemini Intelligence, Google ingin menawarkan pengalaman AI yang lebih terintegrasi dan kontekstual.

Using the Magic Pointer feature on Googlebook to visualize two images together

Meskipun beberapa fitur integrasi Android mungkin tampak seperti iterasi dari kemampuan yang sudah ada, Google yakin pendekatan yang lebih dalam akan memberikan nilai tambah. Pengguna tidak perlu lagi beralih perangkat untuk mengakses aplikasi atau file dari ponsel mereka.

Dengan kemitraan bersama produsen besar, Googlebook diprediksi akan tersedia dalam berbagai konfigurasi. Hal ini memungkinkan pengguna memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Era Chromebook mungkin telah berakhir, tetapi Google membuka babak baru dengan Googlebook. Dengan fokus pada kecerdasan buatan dan integrasi yang lebih erat, masa depan komputasi personal tampaknya akan sangat berbeda.

SHARE:

Tren Loyalitas Hotel 2026: Minat Wisata dan Kebiasaan Lokal

ROG Zephyrus G14 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasinya