Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Harga Steam Deck Melonjak Hingga $300, Valve Konfirmasi Penyebabnya
SHARE:

Jakarta – Valve mengumumkan penyesuaian harga global untuk konsol genggam Steam Deck, yang mengakibatkan kenaikan harga hingga 300 dolar AS bagi pelanggan di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil perusahaan sebagai respons langsung terhadap kelangkaan pasokan modul memori dan komponen elektronik vital lainnya. Kondisi ini diperparah oleh ekspansi pesat perusahaan kecerdasan buatan yang memborong komponen dalam jumlah besar.

Struktur harga baru untuk model Steam Deck OLED di pasar AS mengalami perubahan signifikan. Model 512 GB OLED naik dari 549 dolar AS menjadi 789 dolar AS, atau melonjak 240 dolar AS. Sementara itu, model 1 TB OLED naik dari 649 dolar AS menjadi 949 dolar AS, atau meningkat 300 dolar AS.

Valve menegaskan bahwa spesifikasi perangkat keras internal dan fitur Steam Deck tidak mengalami perubahan sama sekali. Kenaikan harga ini murni untuk menyerap biaya komponen penyimpanan dan RAM yang melonjak akibat permintaan besar dari pusat data.

“Harga baru ini mencerminkan kondisi biaya komponen saat ini dan tantangan logistik global lainnya yang memengaruhi seluruh industri,” ujar Valve dalam pernyataan resminya. Kenaikan harga ini juga berlaku untuk model refurbished bersertifikat, dengan versi 512 GB kini dijual seharga 629 dolar AS dan versi 1 TB seharga 759 dolar AS.

Fenomena kenaikan harga ini tidak hanya terjadi pada produk Valve. Industri konsol genggam dan perangkat gaming portabel lainnya juga mengalami tekanan serupa. Sebagai perbandingan, Harga Xbox Ally juga mengalami lonjakan yang membuat kantong konsumen semakin terkuras.

Meskipun berdampak pada kantong konsumen, penyesuaian harga ini bertepatan dengan stabilnya tingkat ketersediaan stok. Valve menyebut bahwa ketersediaan yang sebelumnya tidak menentu di toko resmi kini telah berakhir, dan model yang diisi ulang diperkirakan akan tetap konsisten.

Permintaan komponen dari sektor AI menjadi faktor utama di balik kenaikan ini. Pusat data yang mendukung aplikasi AI skala besar membutuhkan RAM dan penyimpanan dalam jumlah masif, sehingga mendongkrak harga komponen secara global. Hal ini sejalan dengan proyeksi bahwa permintaan AI Compute bukan bubble dan akan terus berlanjut.

Prev Next Page 1 of 2
SHARE: