Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Hyundai dan Bea Cukai Latih 109 Mitra Bisnis soal Perdagangan Global
SHARE:

Jakarta – PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ekosistem industri nasional. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu menggelar program pelatihan strategis tentang Free Trade Agreement (FTA) bagi 109 perwakilan mitra bisnisnya.

Kegiatan ini berlangsung di pabrik Hyundai, Cikarang, Bekasi, pada Selasa, 20 Mei 2026. Pelatihan ini digelar dengan menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai mitra kolaborasi. Tujuannya adalah memperkuat daya saing rantai pasok industri otomotif Indonesia di pasar global.

President Director HMMI, Hyunchul Bang, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap mitra lokal. “Kami percaya bahwa pertumbuhan industri otomotif Indonesia harus berjalan seiring dengan pertumbuhan mitra bisnis lokal,” ujarnya dalam siaran pers.

Program pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai regulasi perdagangan internasional. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan FTA, prosedur ekspor-impor, serta peluang bagi industri dalam negeri untuk memperluas partisipasi di rantai pasok global.

Hyunchul Bang menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk penguatan rantai pasok perusahaan. “Kami berharap dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan praktis bagi para mitra agar lebih kompetitif di pasar global,” jelasnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kepala Seksi Kerjasama Perdagangan Bebas III, Didik Hariyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Hyundai. Menurutnya, perusahaan ini konsisten menjalankan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan.

“Hyundai telah menunjukkan komitmen yang sangat baik. Perusahaan ini secara rutin mengedukasi para mitra bisnis tentang regulasi perdagangan,” kata Didik. Ia menilai langkah ini dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya.

Program pelatihan FTA ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Yang membedakan tahun ini adalah keterlibatan langsung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai mitra. Kolaborasi ini dinilai mampu memberikan pemahaman yang lebih aplikatif bagi para peserta.

Mela Silvia Agustina, perwakilan dari PT Kyoraku Blowmolding Indonesia, mengaku terbantu dengan seminar ini. “Sebagai pemasok, memahami regulasi perjanjian perdagangan bebas seringkali membingungkan. Lewat pemaparan yang terstruktur, tim kami kini lebih percaya diri,” ungkapnya.

Hyundai meyakini bahwa pemberdayaan mitra bisnis lokal merupakan langkah penting. Seiring industri otomotif yang terus berkembang menuju integrasi internasional, pengetahuan strategis menjadi kunci utama menciptakan pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia.

Selain meningkatkan pemahaman operasional, program ini juga mendorong pemasok untuk memaksimalkan peluang bisnis. Kebijakan fasilitasi perdagangan dapat meningkatkan efisiensi dan akses ke pasar global bagi perusahaan lokal.

Kolaborasi antara HMMI dan Bea Cukai mencerminkan sinergi yang kuat antara industri dan pemerintah. Program ini menjadi wadah berdiskusi, belajar, dan memperkuat kerja sama di antara para pemangku kepentingan.

Hyunchul Bang menegaskan, program ini tidak hanya tentang memahami regulasi. “Kami ingin memberdayakan pelaku industri agar lebih siap menghadapi tantangan global. Kami berharap dapat menciptakan mitra bisnis yang kapabel dan kompetitif,” tegasnya.

HMMI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama Indonesia melalui peningkatan kapabilitas mitra. Perusahaan ini juga berkontribusi terhadap ekosistem manufaktur nasional yang lebih kuat dan kompetitif secara global.

Sebagai informasi, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia didirikan pada 2019. Perusahaan ini mengelola investasi Hyundai di Indonesia melalui ASEAN Manufacturing Hub di Cikarang. Pabrik ini mulai beroperasi komersial pada awal 2022 dengan kapasitas produksi tahunan hingga 150.000 unit.

Investasi Hyundai di Indonesia mencapai sekitar USD 1,55 miliar hingga tahun 2030. Selain melayani pasar domestik, pabrik ramah lingkungan ini juga mengekspor kendaraan ke Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, serta Amerika Selatan dan Tengah.

SHARE:

INDOMOBIL Expo Bandung Perkuat Adopsi Kendaraan Listrik

VinFast Viper Motor Listrik dengan Tukar Baterai Dua Menit