Technologue.id — Persaingan di pasar ponsel lipat semakin memanas menjelang kehadiran iPhone Duo. Apple dikabarkan akan segera menjual perangkat lipat pertamanya tersebut. Namun, langkah Apple tidak berjalan di ruang kosong. Sejumlah produsen besar seperti Xiaomi, Samsung, Oppo, dan Motorola sudah lebih dulu menawarkan perangkat dengan desain, spesifikasi, dan harga yang berbeda-beda.
Kondisi ini membuat Apple menghadapi tantangan tersendiri. Perusahaan asal Cupertino itu tidak bisa hanya mengandalkan nama besar dan ekosistemnya. Menurut saya, iPhone Duo perlu membuktikan bahwa keunggulan yang ditawarkan sepadan dengan harganya. Pasalnya, para pesaing telah menyiapkan senjata masing-masing untuk merebut hati konsumen.
Xiaomi misalnya, telah meluncurkan Xiaomi 18 Fold beberapa hari sebelum pengumuman iPhone Duo. Ponsel lipat ini mengusung desain yang menyerupai paspor. Layar utamanya berukuran 7,6 inci, sedangkan layar luarnya 5,4 inci. Bobotnya mencapai 219 gram, lebih ringan dibandingkan iPhone Duo yang berbobot 254 gram.
Xiaomi juga membekali perangkat ini dengan tiga kamera belakang. Salah satunya memiliki kemampuan zoom optik tambahan. Xiaomi 18 Fold dibanderol mulai 10.999 yuan atau sekitar Rp29,4 juta. Untuk saat ini, perangkat tersebut hanya tersedia di China. Strategi ini menunjukkan Xiaomi fokus menggarap pasar domestiknya terlebih dahulu.
Samsung Galaxy Z Fold8 Jadi Pesaing LangsungSamsung Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu pesaing langsung iPhone Duo di pasar Amerika Serikat. Ponsel ini menggunakan desain yang lebih lebar. Layar utamanya berukuran 7,6 inci dan layar luarnya 5,5 inci. Namun, perangkat tersebut hanya memiliki dua kamera belakang.
Samsung memasarkan Galaxy Z Fold8 dengan harga mulai US$1.900 atau sekitar Rp34 juta. Angka tersebut hanya terpaut US$100 dari perkiraan harga iPhone Duo. Sebelumnya, iPhone Duo diperkirakan dijual sebesar US$2.000 atau sekitar Rp35,8 juta. Selisih harga yang tipis ini membuat persaingan semakin sengit.
Baca Juga:
Oppo juga tidak mau ketinggalan. Oppo Find N6 menawarkan layar luar 6,62 inci dan layar utama 8,12 inci. Saat dilipat, ketebalannya hanya 8,93 mm. Angka ini lebih tipis dibandingkan iPhone Duo yang mencapai 11,3 mm. Bodi tipis menjadi nilai jual utama Oppo di segmen ini.
Perangkat ini juga dibekali baterai 6.000 mAh dan pengisian daya kabel 80W. Oppo menyematkan sertifikasi IP59 serta kamera utama 200 MP. Oppo Find N6 dibanderol mulai 9.999 yuan atau sekitar Rp26,7 juta. Ponsel ini rencananya akan dipasarkan secara global, tidak hanya di China.
Motorola Razr Fold mengusung layar luar 6,6 inci dan layar utama 8,1 inci. Salah satu keunggulannya adalah tingkat kecerahan puncak layar yang mencapai 6.000 nit. Sebagai perbandingan, iPhone Duo hanya memiliki kecerahan 3.000 nit. Perbedaan ini cukup signifikan untuk pengalaman menonton di luar ruangan.
Motorola juga menyematkan baterai 6.000 mAh dan pengisian daya 80W. Terdapat tiga kamera belakang yang mencakup kemampuan zoom optik. Layar bagian dalam mendukung penggunaan stylus yang dijual terpisah seharga US$100. Motorola Razr Fold dibanderol mulai US$1.900 atau sekitar Rp34 juta.
Modal Apple dan Tantangan SebenarnyaApple membawa optimalisasi perangkat lunak melalui iOS 27. Sistem operasi ini mencakup animasi saat pengguna berpindah antarlayar. Ada pula sejumlah mode penggunaan yang disesuaikan dengan desain perangkat lipat. Pendekatan ini menjadi andalan Apple untuk memberikan pengalaman pengguna yang mulus.
Namun, spesifikasi para pesaing menunjukkan bahwa Apple tidak bisa hanya mengandalkan nama besar dan ekosistemnya. Xiaomi menawarkan perangkat lebih ringan. Oppo menonjolkan bodi tipis dan baterai besar. Sementara itu, Motorola mengunggulkan kecerahan layar. Setiap merek memiliki diferensiasi yang jelas.
Dengan perkiraan harga sekitar Rp35,8 juta, menurut saya iPhone Duo perlu memberikan pengalaman penggunaan yang sepadan. Terutama dari sisi perangkat lunak, kamera, daya tahan baterai, dan kenyamanan. Konsumen di segmen ini umumnya menuntut kualitas premium di semua aspek.
Persaingan ponsel lipat tidak hanya ditentukan oleh siapa yang lebih dulu memasuki pasar. Apple juga harus membuktikan bahwa keunggulan iPhone Duo cukup kuat. Tujuannya agar konsumen memilih perangkat ini di tengah beragam alternatif dari produsen Android. Reputasi saja tidak cukup untuk memenangkan pasar.
Sebelumnya, muncul kabar bahwa Apple diduga memproduksi iPhone Duo secara terbatas. Isu ini berkaitan dengan kendala pada komponen engsel. Jika benar, jumlah unit yang tersedia di pasar bisa lebih sedikit dari permintaan. Kondisi tersebut tentu memengaruhi strategi penjualan Apple secara keseluruhan.
Perlu dicatat, harga rupiah dalam artikel ini merupakan perkiraan konversi. Angka tersebut bukan harga resmi di Indonesia. Nilai aktual dapat berubah mengikuti kurs dan kebijakan harga masing-masing negara. Konsumen disarankan menunggu pengumuman resmi sebelum mengambil keputusan pembelian.
Secara keseluruhan, kehadiran iPhone Duo akan menambah dinamika pasar ponsel lipat global. Persaingan antara Apple dan para pemain Android diprediksi semakin ketat. Bagi konsumen, kondisi ini membuka lebih banyak pilihan dengan beragam keunggulan. Yang jelas, nama besar Apple bukan lagi jaminan tunggal untuk menang.