Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Isu Kuat OnePlus dan Realme Makin Mendekati Merger
SHARE:

Technologue.id, Jakarta — Kabar terbaru dari industri teknologi Tiongkok menyebutkan bahwa OnePlus dan Realme tengah menuju merger dalam satu entitas bisnis. Informasi penggabungan operasional ini pertama kali diungkap oleh tipster ternama Digital Chat Station.

Menurut laporan tersebut, keputusan ini diambil setelah serangkaian pertimbangan strategis, dengan tujuan memperkuat posisi kedua brand di pasar global. Entitas gabungan ini nantinya akan dipimpin oleh presiden OnePlus China, Li Jie, yang akan melapor langsung kepada Pete Lau (Liu Zuohu), salah satu tokoh kunci di balik kesuksesan OnePlus.

Penggabungan ini diyakini akan mencakup berbagai aspek operasional, termasuk pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan sumber daya. Kedua perusahaan disebut akan berbagi roadmap produk, pengembangan software, serta waktu peluncuran perangkat di masa mendatang.

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat inovasi, mengingat kedua merek memiliki fokus pasar yang berbeda namun saling melengkapi.

Dalam struktur baru tersebut, Wang Wei, mantan wakil presiden Realme, dilaporkan akan menjabat sebagai wakil manajer umum. Ia akan membantu mengelola operasional gabungan baik di pasar domestik Tiongkok maupun secara global.

Meski demikian, laporan tersebut menegaskan bahwa OnePlus dan Realme tetap akan mempertahankan identitas merek masing-masing. Hal ini berarti keduanya masih akan beroperasi sebagai brand yang berbeda di mata konsumen, meskipun berada di bawah satu payung manajemen.

Selain pengembangan produk, integrasi juga akan mencakup aspek pemasaran dan layanan. Kedua fungsi ini direncanakan akan dijalankan dalam satu unit bisnis terpadu guna meningkatkan konsistensi pengalaman pengguna dan efisiensi operasional.

Hingga saat ini, baik OnePlus maupun Realme belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Namun, jika kabar ini terbukti benar, langkah ini bisa menjadi strategi besar dalam menghadapi persaingan ketat di pasar smartphone global.

SHARE: