Jakarta, Technologue.id — Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan keluhan seorang pemilik mobil listrik Jaecoo J5 EV yang mengalami gangguan teknis setelah melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Kisah ini mencuat setelah sang pemilik membagikan pengalaman pahitnya melalui akun Threads @danielstephen_lim. Kejadian ini sontak menjadi perhatian publik, terutama bagi para pengguna kendaraan listrik yang kerap mengandalkan infrastruktur pengisian daya publik.
Berdasarkan unggahan tersebut, sang pemilik menceritakan bahwa unit Jaecoo J5 EV miliknya baru saja diterima pada awal September 2026. Masalah muncul ketika ia melakukan pengisian daya untuk pertama kalinya pada 26 September 2026 di salah satu SPKLU berdaya 22 kW. Pada awal proses pengisian, kondisi mobil dan indikator pengisian disebut terlihat normal, dengan mobil dalam keadaan mati dan indikator pengisian berwarna hijau berkedip.
Pemilik memperkirakan proses pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 3 jam 50 menit. Karena itu, ia memutuskan untuk meninggalkan kendaraan sambil memantau proses charging melalui aplikasi di ponselnya. Namun, saat melakukan pengecekan melalui aplikasi, proses pengisian disebut berhenti pada indikator sekitar 1 jam 50 menit dan tidak kunjung selesai.
Merasa ada yang tidak beres, pemilik kemudian memutuskan kembali ke lokasi SPKLU untuk mengambil kendaraannya. Setibanya di lokasi, ia mendapati layar SPKLU yang digunakan dalam kondisi mati, sementara unit SPKLU di sebelahnya masih menyala normal. Kondisi tersebut membuatnya segera melakukan pengecekan terhadap mobil miliknya.
Ia menyebut lampu pada charging port sudah berubah menjadi kuning. Karena SPKLU dalam kondisi tidak menyala, charging port kemudian dicabut. Setelah mobil dinyalakan kembali, muncul notifikasi error pada kendaraan. Pemilik kemudian menghubungi pihak Jaecoo dan meminta kendaraan dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Adakah yang mengalami hal serupa? Apakah sudah ada solusi?” tulisnya dalam unggahan tersebut. Ia juga menyebut aplikasi yang digunakan untuk memantau proses pengisian mengalami kendala dan proses charging tidak dapat diselesaikan melalui aplikasi.
Menurut unggahannya, ketika kembali mengecek lokasi SPKLU pada Minggu, 27 September 2026, unit yang digunakan sebelumnya masih dalam kondisi mati, sedangkan SPKLU di sebelahnya menyala. Pemilik kemudian memberikan pembaruan mengenai kondisi kendaraannya setelah unit tersebut dibawa menggunakan layanan towing pada Sabtu malam.
Baca Juga:
Tim after-sales Jaecoo menyampaikan bahwa kendaraan akan diperiksa saat jam operasional bengkel pada Senin. Pada 28 September 2026, pemilik kemudian datang ke bengkel Jaecoo Pluit untuk melihat proses pemeriksaan. Ia mengatakan berada di bengkel mulai sekitar pukul 10.00 hingga sekitar 14.00 WIB.
Dalam pembaruan tersebut, pemilik menyebut tim yang menangani kendaraan mencoba melakukan penggantian aki 12V dan melakukan reset connector battery. Namun, menurut keterangannya, indikator atau tanda error masih muncul sehingga pemeriksaan terhadap sistem kendaraan perlu dilanjutkan.
“Tim mencoba ganti aki 12V lalu coba reset connector battery namun tanda masih keluar sehingga cek kondisi sistem lebih lanjut harus dilakukan,” tulisnya dalam update tersebut. Pemilik kemudian meninggalkan kendaraan di bengkel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Unggahan mengenai Jaecoo J5 EV error setelah charging tersebut mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna Threads lainnya. Akun @juanvincent_00 menyebut terdapat sejumlah kemungkinan yang menurutnya perlu diperiksa, termasuk kondisi SPKLU maupun kendaraan. Ia menyarankan pemeriksaan dilakukan oleh teknisi SPKLU dan pihak Jaecoo untuk mengetahui sumber masalah.
Sementara itu, akun @rhfsrhjh memberikan dukungan kepada pemilik dan berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian. Hingga pembaruan terakhir yang disampaikan pemilik melalui unggahannya, belum ada kesimpulan mengenai penyebab munculnya error pada Jaecoo J5 EV tersebut.
Karena itu, gangguan tersebut belum dapat dipastikan berasal dari kendaraan, sistem pengisian, maupun SPKLU yang digunakan. Hasil pemeriksaan dari pihak Jaecoo dan pengecekan terhadap SPKLU diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Kasus ini juga menjadi pengalaman yang dibagikan oleh satu pengguna melalui media sosial dan belum dapat dijadikan gambaran mengenai seluruh unit Jaecoo J5 EV.
Meski demikian, insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik kendaraan listrik untuk selalu waspada. Kejadian serupa pernah menimpa pengguna lain terkait kualitas Jaecoo J5 yang sempat dikeluhkan. Di sisi lain, Jaecoo terus berupaya memperkuat posisinya di pasar, seperti yang terlihat dalam ajang pameran IIMS Surabaya.
Popularitas Jaecoo J5 EV sendiri tidak perlu diragukan lagi. Model ini bahkan sempat dinobatkan sebagai raja mobil listrik di Indonesia. Namun, kejadian ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi produsen untuk terus meningkatkan kualitas layanan purna jual dan memastikan keandalan produknya di lapangan.
[PENUTUP]
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jaecoo terkait hasil pemeriksaan unit tersebut. Publik pun masih menantikan kelanjutan dari kasus ini, terutama mengenai transparansi penyebab error yang dialami oleh konsumen.