Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Jaket Bekas Jensen Huang Laku Rp17,2 Miliar
SHARE:

Jakarta – CEO Nvidia, Jensen Huang, dikenal dengan gaya khasnya yang jarang berubah. Ia hampir selalu terlihat mengenakan jaket kulit hitam di berbagai acara penting, mulai dari peluncuran produk hingga pameran dagang. Jaket tersebut telah menjadi ciri khas Huang selama hampir dua dekade.

Salah satu jaket milik pria terkaya di dunia itu baru saja terjual dengan harga fantastis. Rumah lelang Sotheby's mengumumkan bahwa jaket kulit bekas pakai milik Jensen Huang laku sebesar USD 960.000 atau setara dengan Rp17,2 miliar.

Proses lelang berlangsung sengit dengan total 65 kali penawaran. Harga akhir tersebut jauh melampaui estimasi awal Sotheby's yang hanya berkisar antara USD 40.000 hingga USD 60.000.

Menariknya, angka tersebut juga berlipat ganda dari harga eceran jaket itu yang diperkirakan di bawah USD 10.000. Jaket kulit hitam bermerek Tom Ford ini merupakan salah satu item yang paling sering dikenakan oleh bos Nvidia tersebut.

Dikutip dari CNBC, jaket itu dipakai oleh Jensen Huang pada tahun 2023 dalam sebuah acara di Foxconn yang berlokasi di Taipei, Taiwan. Jaket tersebut juga telah ditandatangani langsung oleh Huang, menambah nilai historis dan koleksinya.

Kepala Barang Koleksi Modern Sotheby's, Brahm Wachter, mengaku terkejut dengan hasil lelang. "Respons terhadap pelelangan ini bahkan melampaui ekspektasi tertinggi kami," ujar Wachter dalam pernyataannya.

Sotheby's mencatat bahwa ada 45 kolektor berbeda yang ikut menawar jaket tersebut. Tingginya minat ini menunjukkan bahwa para kolektor sedang memburu artefak dari era ledakan kecerdasan buatan (AI) yang dipimpin oleh Nvidia.

Jensen Huang

Hasil penjualan jaket ini tidak akan masuk ke kantong pribadi Jensen Huang. Seluruh dana dari lelang akan disalurkan untuk inisiatif filantropi yang mendukung Edge Institute, sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi pada inovasi.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk program beasiswa, dana hibah, dan program residensi. Langkah ini sejalan dengan komitmen Huang dalam mendukung perkembangan teknologi dan pendidikan.

Jensen Huang sendiri sering bercanda mengenai 'seragam' yang ia kenakan. Dalam sebuah podcast tahun 2023, ia mengaku bahwa istri dan putrinya lah yang mendandaninya. Ia juga pernah menyebut dirinya sebagai pria berjaket kulit dalam diskusi Reddit tahun 2016.

Gaya khas Huang ini bahkan menarik perhatian CEO perusahaan teknologi lain. CEO Meta, Mark Zuckerberg, terkenal pernah bertukar pakaian dengan Huang layaknya tradisi tukar jersey olahraga profesional pada tahun 2024.

Belakangan di tahun yang sama, saat berada di atas panggung dalam sebuah konferensi, Huang memberikan Zuckerberg salah satu jaket yang sedang ia pakai. "Ini nilainya jadi lebih tinggi karena sudah pernah dipakai," kata Zuckerberg saat itu.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana barang-barang pribadi tokoh teknologi bisa bernilai sangat tinggi. Jaket bekas Jensen Huang kini menjadi simbol status dan sejarah industri AI modern.

Kejadian ini juga memperkuat posisi Nvidia sebagai pemimpin pasar chip AI. Nilai manfaat AI bagi Indonesia pun semakin terlihat dengan maraknya adopsi teknologi ini di berbagai sektor.

Dengan harga jual yang mencapai miliaran rupiah, jaket ini menjadi salah satu barang koleksi termahal dari seorang eksekutif teknologi. Hal ini membuktikan bahwa era AI tidak hanya mengubah industri, tetapi juga menciptakan nilai baru pada artefak sejarahnya.

SHARE:

ROG Hadirkan Inovasi ROG Nebula Display untuk Gamer dan Kreator Konten

Tiongkok Klaim Ciptakan Sel Surya dengan Efisiensi 35,5 Persen