Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Bermasalah, Jeep Recall 419 Ribu Grand Cherokee
SHARE:

Jakarta — Technologue.id baru saja melaporkan bahwa pabrikan otomotif asal Amerika Serikat, Jeep, mengumumkan recall besar-besaran untuk SUV Grand Cherokee. Total ada 419.035 unit kendaraan yang ditarik kembali akibat masalah pada modul airbag samping. Langkah ini diambil demi memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang tetap terjaga sesuai standar federal.

Recall ini mencakup model Jeep Grand Cherokee tahun produksi 2022 hingga 2026 dan Grand Cherokee L tahun 2023 hingga 2025. Dari total tersebut, sebanyak 278.905 unit merupakan varian tiga baris kursi Grand Cherokee L. Masalah utama terletak pada perangkat lunak di modul pengontrol keselamatan penumpang atau occupant restraint controller (ORC).

Modul ORC ini bertugas mendeteksi dan menyimpan kode kesalahan dari sensor airbag samping. Sayangnya, sistem tersebut dirancang untuk menyimpan riwayat kesalahan secara permanen, bahkan setelah masalah utama sudah diperbaiki. Akibatnya, kode kesalahan tetap aktif dan airbag samping berpotensi tidak berfungsi optimal saat terjadi kecelakaan.

Menurut laporan resmi Stellantis, induk perusahaan Jeep, masalah ini pertama kali terdeteksi melalui klaim garansi pada awal tahun 2023. Investigasi berlangsung lebih dari tiga tahun untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Selama proses tersebut, tim teknis berhasil menyingkirkan kemungkinan lain seperti masalah pada kabel pintu atau sensor itu sendiri.

Pada April 2026, Stellantis akhirnya memutuskan untuk melakukan recall setelah memastikan bahwa kondisi ini bisa melanggar regulasi keselamatan airbag federal. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan pengguna kendaraannya. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada model lain yang menggunakan modul ORC yang sama, termasuk kendaraan produksi setelah tahun 2026.

Kabar baiknya, perbaikan tidak memerlukan penggantian modul ORC secara fisik. Cukup dengan membawa kendaraan ke dealer resmi Jeep untuk dilakukan pemrograman ulang atau reprogramming. Prosedur ini diharapkan dapat membersihkan riwayat kesalahan dan mengembalikan fungsi airbag samping ke kondisi normal.

Dealer sudah menerima pemberitahuan mengenai recall dan prosedur reprogramming sejak artikel ini ditulis. Namun, pemilik kendaraan baru akan dihubungi secara resmi sekitar pertengahan Juni 2026. Bagi yang tidak sabar, bisa langsung mengecek status kendaraan melalui situs NHTSA atau portal recall Mopar dengan memasukkan nomor VIN.

Masalah pada modul ORC ini cukup krusial karena airbag merupakan fitur keselamatan yang sangat vital. Sejak diperkenalkan pada tahun 1970-an, airbag telah menyelamatkan banyak nyawa dengan mencegah cedera kepala serius saat kecelakaan. Oleh karena itu, recall ini menjadi prioritas utama bagi Jeep dan Stellantis.

Recall massal seperti ini bukanlah hal baru di industri otomotif global. Beberapa waktu lalu, China Larang Setir Yoke juga menuai perhatian terkait regulasi keselamatan. Sementara itu, pabrikan lain seperti Chery juga terus memperkenalkan Resmi Dijual di Indonesia dengan fitur keselamatan terkini.

Bagi pemilik Jeep Grand Cherokee, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah kendaraan mereka termasuk dalam daftar recall. Caranya cukup mudah dengan mengunjungi situs resmi NHTSA dan memasukkan nomor VIN. Jika terdaftar, segera jadwalkan kunjungan ke dealer terdekat untuk mendapatkan perbaikan gratis.

Stellantis menegaskan bahwa tidak ada laporan kecelakaan atau cedera yang disebabkan oleh masalah ini sejauh ini. Namun, tindakan preventif tetap diperlukan untuk mencegah risiko di masa depan. Perusahaan juga mengingatkan bahwa fitur keselamatan lain seperti sabuk pengaman tetap berfungsi normal selama perbaikan belum dilakukan.

Recall ini menjadi pengingat pentingnya perawatan dan pemantauan rutin terhadap sistem keselamatan kendaraan. Meskipun teknologi semakin canggih, potensi kesalahan perangkat lunak tetap ada. Oleh karena itu, produsen otomotif terus berupaya meningkatkan kualitas dan keandalan produk mereka melalui pengujian ketat dan pembaruan perangkat lunak berkala.

Dengan adanya recall ini, diharapkan semua pemilik kendaraan yang terdampak segera mengambil tindakan. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama antara produsen, regulator, dan pengguna. Jangan tunda untuk memeriksa status kendaraan Anda dan lakukan perbaikan jika diperlukan.

Informasi lebih lanjut mengenai recall ini bisa diakses melalui situs resmi Jeep atau NHTSA. Pastikan untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru seputar keselamatan otomotif agar Anda tetap aman dan nyaman berkendara.

SHARE: