Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Kementerian LH Dorong Inovasi Berkelanjutan Dunia Usaha di ENSIA 2026
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Kementerian Lingkungan Hidup mendorong dunia usaha membangun budaya inovasi berkelanjutan yang berdampak pada lingkungan dan sosial. Langkah ini menjadi fokus baru untuk mendukung agenda Transisi Energi Indonesia yang tengah berjalan. Dorongan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Jumhur menilai dunia saat ini tengah menghadapi krisis yang memerlukan inovasi tidak hanya untuk persaingan bisnis. Menurutnya, inovasi juga dibutuhkan untuk meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global. Krisis yang dimaksud meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan.

“Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” kata Jumhur.

Jumhur menjelaskan bahwa triple planetary crisis tersebut mencakup perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan itu, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama. Keempat prinsip tersebut adalah Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis.

Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan. Perubahan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan terhadap lingkungan. Jumhur menegaskan inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha berperan penting dalam mendukung percepatan pencapaian SDGs di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Jumhur mengapresiasi PT Sucofindo (Persero) yang secara konsisten menghadirkan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026. Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan bagian dari upaya mewujudkan komitmen keberlanjutan melalui kolaborasi dan inovasi.

Direktur Utama PT Sucofindo Sandry Pasambuna menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni penghargaan. Ia menyebut ENSIA sebagai ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan. “Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” kata Sandry.

Sandry menambahkan, tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global. Dinamika tersebut mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim. Tema ini menegaskan pentingnya inovasi yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dan masyarakat.

Tahun ini ENSIA menghadirkan inovasi khusus dengan mengubah fokus kategori yang semula konservasi daerah aliran sungai menjadi Transisi Energi Bersih. Perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi. Ketiganya menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang.

Melalui tema tersebut, PT Sucofindo mendorong pelaku usaha terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya. Inovasi juga diharapkan mengurangi dampak lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, keberlanjutan bisnis dapat berjalan seiring dengan perbaikan kualitas lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Sucofindo Agus Permadi mengungkapkan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero. Jumlah itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper.

Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis. Peningkatan partisipasi juga menjadi indikasi bahwa isu keberlanjutan semakin menjadi bagian dari strategi korporasi. Dunia usaha dinilai semakin menyadari bahwa inovasi hijau bukan sekadar kewajiban, melainkan peluang.

Dorongan Kementerian Lingkungan Hidup ini sejalan dengan berbagai upaya memperkuat Teknologi Efisiensi Energi yang dikembangkan pelaku industri di dalam negeri. Inovasi semacam ini berperan penting dalam mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan daya saing sektor usaha. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci percepatan transisi energi bersih.

Selain itu, pengalaman dari berbagai negara menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur dan teknologi menjadi faktor penentu keberhasilan transisi energi. Hal ini tercermin dari pembahasan mengenai Kualitas Infrastruktur Surya yang turut menjadi sorotan global. Bagi Indonesia, pembelajaran tersebut relevan dalam merancang kebijakan energi bersih yang berkelanjutan.

Dengan empat prinsip utama dan semangat Tobat Ekologis, Kementerian Lingkungan Hidup berharap dunia usaha semakin aktif menghadirkan inovasi berdampak. ENSIA 2026 menjadi penanda bahwa kolaborasi lintas sektor terus tumbuh untuk mendukung pembangunan berkelanjutan nasional. Pada akhirnya, keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan demi manfaat jangka panjang.

SHARE:

iPhone Duo vs Galaxy Z Fold 8: Duel Foldable Flagship Apple vs Samsung

Keterbatasan Waktu Bukan Alasan: Strategi Olahraga Konsisten Lewat AI