Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Kontroversi UFC di Gedung Putih Donald Trump
SHARE:

Jakarta — Promotor UFC Dana White menyebut perhelatan UFC Freedom 250 yang digelar di halaman Gedung Putih pada akhir pekan ini sebagai acara paling bersejarah dalam sejarah olahraga. Namun, klaim tersebut langsung menuai sorotan dan kritik dari berbagai kalangan.

Acara yang digelar di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump ini dinilai lebih bernuansa politis daripada prestise olahraga. Banyak pihak mempertanyakan substansi dari pertarungan yang dihadirkan.

Menurut laporan dari media asing, kartu pertarungan UFC Freedom 250 tidak terlalu istimewa jika dibandingkan dengan gelaran bulan lalu. Bahkan, acara ini disebut tidak sebesar atau seimpresif standar bulanan UFC pada umumnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan membandingkan pendirian UFC dengan pendaratan di bulan saat membahas keunikan perusahaan tersebut. Pernyataan ini dianggap absurd oleh banyak pengamat karena sejarah UFC tidaklah semulia yang diklaim.

UFC pertama kali didirikan untuk menampilkan keterampilan jiu-jitsu keluarga Brasil, bukan sebagai promotor MMA pertama. Bahkan pada tahun 1993, ada promotor lain bernama Pancrase yang lebih dulu berdiri.

Dana White tidak memperkenalkan aturan atau kelas berat seperti yang diklaim Rubio. Klaim-klaim ini dinilai tidak berdasar dan hanya bagian dari strategi promosi yang berlebihan.

Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di Washington DC, Rubio dan White membahas diplomasi olahraga. Namun, banyak pihak justru menyoroti hubungan UFC dengan pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang kontroversial.

Di sisi lain, White dikenal sebagai inovator kontroversial melalui acara Power Slap yang tayang sejak Januari 2023. Acara ini menampilkan orang-orang yang saling menampar untuk membuat gegar otak, sebuah olahraga yang dinilai tidak manusiawi.

White juga mengklaim akan mendapatkan rating Super Bowl untuk acara akhir pekan ini. Namun, data Netflix menunjukkan puncak penonton MMA sebelumnya hanya mencapai 11,6 juta, jauh di bawah rata-rata Super Bowl.

Biaya besar telah dikeluarkan untuk menghadirkan acara di halaman Gedung Putih. Suasana di lokasi disebut seperti gudang Meta yang dipindahkan dari Las Vegas ke Washington DC.

Pertarungan utama mempertemukan juara kelas ringan tak terkalahkan Ilia Topuria melawan juara interim Justin Gaethje. Ada juga pertarungan perebutan gelar juara heavyweight interim dan beberapa pertarungan lainnya.

Namun, hampir tidak ada petarung wanita yang tampil dalam acara ini. Hal ini menjadi sorotan karena UFC kerap dikritik karena kurangnya representasi gender.

Petarung top seperti Jon Jones dan Conor McGregor tidak akan tampil. White mengklaim tidak ada negosiasi dengan Jones, sementara Jones menyebut UFC menawarkan bayaran yang terlalu rendah.

McGregor sendiri belum bertarung selama lima tahun dan sedang menghadapi masalah hukum. Ia juga menjadi simbol bagi kelompok sayap kanan internasional yang kontroversial.

Tiket UFC Freedom 250 diberikan secara gratis, dengan Trump, White, dan Ari Emanuel menguasai sekitar 1.900 tiket. Sisanya akan diisi oleh personel militer aktif dengan rasio pinggang-terhadap-tinggi tertentu.

Badai petir diperkirakan akan melanda Washington DC pada hari Minggu. Namun, White bersumpah pertarungan akan tetap berlangsung meskipun cuaca buruk.

Ini bukan pertama kalinya bencana cuaca menerpa kekaisaran Emanuel. Sebuah bendera raksasa WWE baru-baru ini tertiup angin dan menyebabkan pemadaman listrik bagi 40.000 orang di Stamford, Connecticut.

Terlepas dari semua kontroversi, pertarungan perebutan gelar kelas ringan tetap menjadi daya tarik utama. Namun, banyak yang meragukan apakah acara ini akan menjadi momen bersejarah seperti yang diklaim promotornya.

Hubungan antara Donald Trump dan UFC memang sudah lama terjalin. Trump bahkan tercatat sebagai anggota Hall of Fame WWE yang juga dimiliki oleh TKO.

Acara ini menjadi simbol bagaimana olahraga dan politik bisa berbaur menjadi satu. Namun, pertanyaan tentang substansi dan kredibilitas tetap menghantui perhelatan yang disebut paling bersejarah ini.

SHARE:

Penjualan BYD Anjlok 80% di Mei 2026, Ada Apa?

AS Paksa Anthropic Nonaktifkan Claude Fable 5