Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Krisis Memori Pukul Pasar Smartphone Global, Pengiriman Q3 2026 Anjlok 20 Persen
SHARE:

Jakarta, Technologue.id – Pengiriman smartphone global mencatatkan penurunan tajam pada kuartal III-2026. Berdasarkan laporan terbaru firma riset Counterpoint Research, shipment ponsel dunia turun 20 persen secara year-on-year (YoY). Capaian ini menjadi yang terendah untuk periode Juli-September dalam 14 tahun terakhir.

Penurunan drastis tersebut dipicu oleh kelangkaan memori dan kenaikan harga komponen seperti DRAM hingga NAND. Fenomena ini menciptakan efek domino yang menekan seluruh rantai produksi vendor ponsel. Alhasil, biaya produksi melonjak dan pasokan smartphone pun terpaksa dibatasi.

Analis Senior Counterpoint Research, Shilpi Jain, menyebut krisis memori memaksa vendor mengubah strategi secara menyeluruh. “Krisis memori mendorong para vendor ponsel harus ‘putar otak’ menyesuaikan portofolio produk, harga, dan strategi pasar,” ujarnya dalam blog resmi Counterpoint Research.

Dampak kenaikan biaya komponen juga terasa langsung di tingkat ritel. Counterpoint mencatat harga ritel smartphone global naik sekitar 20 persen sepanjang 2026. Kenaikan ini paling terasa di segmen bawah dan menengah yang dinilai sensitif terhadap harga.

Sebaliknya, segmen premium tidak mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini membuat selisih harga antara ponsel kelas bawah dan menengah dengan perangkat premium semakin tipis. Konsumen pun mulai mengubah perilaku belanja mereka di tengah situasi ini.

“Fenomena ini membuat konsumen kini cenderung memakai ponselnya lebih lama, dan mulai mempertimbangkan untuk membeli smartphone rekondisi (refurbished) ketimbang beli baru,” tambah Shilpi. Pergeseran tren ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat tengah tertekan.

Counterpoint memperkirakan pasar smartphone global masih akan menghadapi tekanan hingga akhir 2026. Produsen diprediksi tetap memprioritaskan keuntungan, membatasi produksi, dan berfokus pada perangkat premium. Langkah ini diambil selama biaya komponen masih tinggi dan pasokan belum membaik.

Di tengah tekanan industri, Samsung mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar smartphone global. Raksasa asal Korea Selatan itu membukukan pangsa pasar 23 persen pada kuartal III-2026. Angka ini naik dari 19 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Samsung Galaxy Z Fold8 menawarkan desain lebih kompak dan bobot paling ringan dengan dua layar yang dirancang untuk kebutuhan produktivitas dan hiburan.

Peningkatan pangsa pasar Samsung didorong pasokan komponen yang relatif stabil. Selain itu, permintaan awal yang kuat terhadap ponsel lipat Galaxy Z Fold 8 turut menjadi pendorong utama. Momentum ini membuat Samsung semakin kokoh di puncak persaingan.

Di bawah Samsung, Apple menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 22 persen. Capaian ini meningkat dari 18 persen pada periode sebelumnya. Ini juga menjadi rekor pertama Apple yang menembus angka 20 persen di kuartal III.

Meski pangsa pasarnya naik, pengiriman iPhone secara tahunan tetap mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya model iPhone 18 reguler pada periode peluncuran. Kondisi ini membuat volume pengiriman Apple tidak sepenuhnya optimal.

Posisi ketiga ditempati Xiaomi dengan pangsa pasar 10 persen. Pengiriman smartphone Xiaomi merosot lebih dari 30 persen secara tahunan. Penyebabnya adalah langkah perusahaan yang mengurangi fokus pada segmen harga murah.

Xiaomi juga disebut memperketat rencana pengiriman untuk menjaga margin keuntungan. Strategi ini diambil di tengah tekanan biaya komponen yang terus meningkat. Namun, kebijakan tersebut berimbas pada penurunan volume pengiriman secara signifikan.

Grafik perubahan pangsa pasar pengiriman smartphone global kuartal III-2026 versi Counterpoint Research.

Selain Xiaomi, Oppo dan Vivo juga mengalami penurunan pengiriman lebih dari 20 persen secara tahunan. Pangsa pasar Oppo tercatat 9 persen, sedangkan Vivo 8 persen. Kedua produsen asal China tersebut menaikkan harga perangkat di segmen bawah dan menengah.

Langkah menaikkan harga itu dilakukan untuk mengimbangi kenaikan biaya memori yang terus melonjak. Kondisi ini memperlihatkan betapa besar tekanan yang dihadapi vendor di segmen menengah ke bawah. Persaingan pun bergeser ke arah efisiensi biaya dan strategi harga.

Secara keseluruhan, total pengiriman smartphone global pada kuartal III-2026 tidak dirinci dalam laporan awal tersebut. Counterpoint hanya menyebut adanya penurunan 20 persen secara tahunan. Angka perubahan pangsa pasar dihitung dari perbandingan kuartal III-2025 ke kuartal III-2026.

Perlu dicatat, persentase perubahan tersebut tidak menggambarkan pertumbuhan atau penurunan volume pengiriman smartphone. Data ini hanya merefleksikan pergeseran pangsa pasar antar merek. Dengan demikian, gambaran industri tetap harus dilihat dari konteks yang lebih luas.

Tekanan pada pasar smartphone global ini menjadi pengingat bahwa ketersediaan komponen masih menjadi faktor penentu. Selama krisis memori belum teratasi, produsen akan terus menghadapi tantangan serupa. Konsumen pun diperkirakan semakin selektif dalam memilih perangkat di tahun mendatang.

SHARE:

Data Center Pakai 113 Juta Liter Air Tanpa Terdeteksi

Naruto Mobile Akhirnya Rilis Global, Bandai Namco Bawa Pertarungan Ninja ke Android dan iOS