Technologue.id, Jakarta - Seorang mantan karyawan Meta di Inggris diduga melakukan pelanggaran serius terhadap privasi pengguna. Ia kini diselidiki oleh pihak berwenang atas tuduhan mengunduh sekitar 30.000 foto pribadi pengguna Facebook secara ilegal.
Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh The Guardian, yang mengungkap bahwa tersangka memanfaatkan celah sistem internal untuk mengakses data sensitif pengguna.
Menurut laporan tersebut, mantan karyawan itu disebut-sebut mengembangkan program software khusus untuk menghindari sistem keamanan internal Facebook. Dengan cara ini, ia dapat mengakses dan mengunduh foto-foto pribadi yang seharusnya tidak bisa dijangkau tanpa izin.
Jika terbukti benar, tindakan ini termasuk pelanggaran serius terhadap kebijakan internal perusahaan dan perlindungan data pengguna sebagaimana diatur dalam Undang-undang privasi digital di Inggris.
Pihak Meta menyatakan bahwa mereka telah menemukan aktivitas mencurigakan ini lebih dari satu tahun lalu. Setelah investigasi internal dilakukan, perusahaan langsung mengambil tindakan tegas.
Dalam pernyataan resminya, Meta menyebutkan bahwa mereka segera memecat karyawan tersebut dan kemudian melaporkan kasus ini ke penegak hukum. Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat sistem keamanan internal.
“Kami segera bertindak setelah menemukan akses yang tidak semestinya oleh seorang karyawan. Kami juga bekerja sama dengan penyelidikan yang sedang berlangsung,” ujar perwakilan Meta.
Kasus ini kini ditangani oleh unit kejahatan siber dari Metropolitan Police Service. Penyelidikan difokuskan pada bagaimana pelaku dapat menembus sistem internal perusahaan besar seperti Meta dan sejauh mana dampaknya terhadap pengguna.