Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Maria Ozawa Buka-bukaan Soal Industri Porno Jepang hingga Alasan Pensiun di Puncak Karier
SHARE:

Jakarta — Mantan bintang film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa, angkat bicara mengenai perjalanan kariernya di industri Adult Video (AV). Dalam sebuah wawancara eksklusif, perempuan yang akrab disapa Miyabi ini mengaku sama sekali tidak menyesali keputusannya terjun ke dunia hiburan dewasa. Ia justru ingin menjadi suara bagi para pekerja di industri yang kerap dipandang negatif tersebut.

Maria memulai debutnya di industri AV saat masih berusia 18 tahun. Setelah berkarier sekitar satu dekade, ia memutuskan pensiun pada 2009–2010, tepat ketika namanya berada di puncak popularitas. Keputusan ini sempat mengejutkan banyak penggemar yang masih setia mengikuti perjalanannya.

Awal ketertarikan Maria pada industri ini bermula dari rekomendasi seorang rekan kerja. Saat bekerja paruh waktu di Jepang, temannya menceritakan peluang besar untuk bepergian ke luar negeri dan menjadi terkenal. "Saat itu saya baru 18 tahun dan masih sangat muda. Saya berpikir, kalau saya terkenal, saya bisa bepergian ke berbagai tempat," kenang Maria dalam tayangan vlog bersama jurnalis senior Filipina, Julius Babao.

Maria mengaku sudah lama ingin keluar dari Jepang dan meraih popularitas. Ia berharap ketenarannya bisa dimanfaatkan untuk mengubah persepsi publik tentang industri AV. "Jika saya cukup terkenal, mungkin saya bisa menjadi suara bagi industri ini agar orang lain bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda," ujarnya.

Meski mengaku lupa dengan video pertama yang ia rekam, Maria masih ingat betapa profesionalnya kru film yang bekerja bersamanya. Ia menegaskan bahwa semua orang di lokasi syuting bekerja dengan penuh rasa hormat. Hal ini sangat berbeda dari stigma negatif yang selama ini beredar di masyarakat.

Keputusan Maria untuk terjun ke industri AV tentu memicu konflik keluarga. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat diusir dari rumah oleh sang ibu. "Ketika saya mulai, mereka mengetahuinya dalam waktu sebulan karena melihat papan reklame dan majalah," jelas Maria.

Ibu Maria digambarkan sebagai tipe orang tua Asia yang keras. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekadnya untuk mandiri. "Saya sudah meyakinkan diri sendiri bahwa saat berusia 18 tahun, saya harus hidup mandiri. Saya harus keluar dari lingkungan beracun itu," tegasnya.

Banyak penggemar yang heran mengapa Maria memilih pensiun dini saat namanya sedang naik daun. Ia punya strategi tersendiri di balik keputusan tersebut. "Jika kamu keluar saat kamu sudah tidak terkenal lagi, semua orang pasti sudah melupakanmu. Jadi, kamu harus keluar saat masih populer," ungkapnya.

Maria tidak ingin berakhir telantar di jalanan seperti beberapa rekan seprofesinya. Ia sadar bahwa industri hiburan dewasa sangat kompetitif dan cepat berubah. Keputusan pensiun di puncak karier dianggapnya sebagai langkah cerdas untuk menjaga warisan namanya.

Pilihan Maria terbukti tepat. Setelah menyudahi perannya di industri AV, namanya tetap menjual di berbagai negara Asia. Ia sukses melebarkan karier dengan membintangi sejumlah iklan hingga bermain dalam film layar lebar. Popularitasnya juga dimanfaatkan untuk berbagai proyek bisnis.

Kini, Maria menetap di Filipina dan sukses mengelola beberapa bisnis hiburan. Ia memiliki lounge dan klub malam yang dikelola bersama rekan bisnisnya. Kehidupan barunya di Filipina jauh berbeda dari masa lalunya di industri AV Jepang.

Maria kembali menekankan bahwa ia tidak pernah menyesali keputusannya masuk ke industri AV. Menurutnya, jalan itulah yang memberinya kehidupan yang ia inginkan sekarang. "Secara mental, saya harus kuat dan stabil. Saya belajar bahwa industri ini sebenarnya tidak segelap yang dipikirkan orang-orang," tuturnya.

Ia ingin membagikan citra positif tentang industri AV kepada masyarakat luas. Maria berharap bisa menjadi suara bagi para perempuan yang masih aktif di industri tersebut. "Saya sangat senang karena setidaknya orang-orang mau mendengarkan apa yang ingin saya sampaikan," pungkasnya.

Kisah Maria Ozawa menjadi bukti bahwa setiap orang berhak menentukan jalan hidupnya sendiri. Meski kontroversial, keputusannya telah membawanya pada kesuksesan dan kebahagiaan yang ia impikan sejak muda. Industri hiburan dewasa, menurutnya, tidak selalu segelap yang dibayangkan banyak orang.

Bagi para penggemar setia, Maria Ozawa akan selalu dikenang sebagai salah satu bintang AV paling ikonik dari Jepang. Keputusannya pensiun di puncak karier justru membuat namanya abadi dalam ingatan publik. Kini, ia menikmati hidup baru sebagai pengusaha sukses di Filipina.

SHARE:

Icha Chellow: Pedangdut Jawa Timur Terseret Kasus Lirik Vulgar

LEPAS E4 EV Makin Stabil Berkat LEX Platform