Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Meta, TikTok, Snap, dan Google Hadapi Gugatan Kematian Tidak Wajar di AS
SHARE:

Technologue.id, Jakarta – Empat perusahaan teknologi besar, yakni Meta, TikTok, Snap, dan Google, kembali menghadapi tekanan hukum di Amerika Serikat. Social Media Victims Law Center (SMVLC) mengajukan gugatan cedera pribadi dan kematian tidak wajar dengan tuduhan bahwa platform media sosial milik perusahaan-perusahaan tersebut dirancang secara adiktif dan membahayakan pengguna muda.

Dalam gugatan tersebut, SMVLC menyatakan bahwa desain dan algoritma platform media sosial diduga berkontribusi terhadap kematian empat anak yang terjadi antara Juli 2024 hingga September 2025 di negara bagian Texas, North Carolina, Minnesota, dan Tennessee.

SMVLC menuduh para perusahaan telah mengabaikan berbagai peringatan dari peneliti internal mereka mengenai potensi dampak negatif media sosial terhadap anak-anak dan remaja. Gugatan itu juga menyebut perusahaan menyembunyikan bukti mengenai risiko yang ditimbulkan serta membangun sistem yang mampu memprofilkan anak di bawah umur saat mereka berada dalam kondisi psikologis yang rentan.

Menurut dokumen gugatan, platform-platform tersebut memanfaatkan data perilaku pengguna untuk merekomendasikan konten tertentu yang dinilai dapat meningkatkan keterlibatan. Konten yang disorot meliputi iklan diet dan kecantikan, filter yang mengubah penampilan, hingga berbagai fitur yang mendorong perbandingan sosial.

SMVLC menilai paparan konten semacam itu dapat memperburuk kondisi kesehatan mental remaja dan berkontribusi pada depresi, tindakan melukai diri sendiri, hingga munculnya ide bunuh diri.

Meskipun insiden yang menjadi dasar gugatan terjadi di beberapa negara bagian berbeda, SMVLC memilih mengajukan perkara di Delaware. Keputusan tersebut diambil setelah berbagai dokumen internal perusahaan media sosial terungkap dalam proses hukum di tingkat negara bagian maupun federal, yang dinilai dapat memperkuat argumentasi gugatan.

Di sisi lain, Google telah memberikan tanggapan awal terhadap tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya kepada Engadget, perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan menegaskan bahwa keselamatan pengguna muda merupakan salah satu prioritas utama perusahaan.

Google menyatakan telah bekerja sama dengan pakar kesehatan mental dan pengasuhan anak untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan usia pengguna muda, termasuk menyediakan berbagai kontrol bagi orang tua. Perusahaan juga mengonfirmasi tengah meninjau seluruh klaim yang diajukan dalam gugatan tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Meta, TikTok, dan Snap belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan terbaru tersebut.

SHARE:

Bocoran Lenovo Siapkan Dua Googlebook Baru

Acer Day 2026 Dimulai, Pamer Swift Air 14 AI dan Beragam Promo