Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Meta Umumkan Muse Charm hingga VR Glasses di Connect 2025
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Meta resmi mengumumkan lini perangkat keras terbarunya dalam ajang tahunan Connect. Perusahaan memperkenalkan Muse Charm, Meta VR Glasses, dan dua edisi kacamata pintar Ray-Ban.

Pengumuman ini menandai babak baru strategi perangkat keras Meta yang kian agresif. Perusahaan tidak lagi hanya fokus pada headset VR, tetapi memperluas sayap ke perangkat wearable berbasis AI.

Produk paling mencuri perhatian adalah Muse Charm, sebuah perangkat pendamping AI genggam seukuran Apple Watch. Meta mendeskripsikannya sebagai perangkat interaktif bergaya Tamagotchi dengan avatar visual yang bisa diajak berinteraksi.

Perangkat mungil ini mengintegrasikan arsitektur suara Muse AI real-time milik Meta. Muse Charm dirancang untuk dikaitkan ke gantungan kunci atau disimpan di kantong, sehingga mudah dibawa ke mana-mana.

Ada satu fitur menarik di sisi perangkat, yakni sensor sidik jari di sudut bodinya. Sensor ini memungkinkan pengguna memicu percakapan dan pengenalan visual tanpa perlu membuka kunci ponsel.

Meta berencana merilis Muse Charm pada musim belanja akhir tahun mendatang. Bagi yang penasaran dengan kemampuan AI agent Meta, simak panduan Cara Menggunakan Muse.

Selain Muse Charm, Meta memperkenalkan Meta VR Glasses sebagai pergeseran besar di lini perangkat kerasnya. Headset spasial ringan ini hanya berbobot 100 gram, sekitar lima kali lebih ringan dari Meta Quest 3.

Bobot baterai dan penyimpanan dialihkan ke puck terpisah yang terhubung ke perangkat. Pendekatan ini memungkinkan bentuk yang lebih ramping dengan layar 5K dan video passthrough berwarna penuh.

Sistem ini mendukung Dolby Vision serta audio spasial Dolby Atmos. Meta mengklaim perangkat mampu memutar media resolusi tinggi hingga tiga jam nonstop.

Meta VR Glasses tetap kompatibel dengan seluruh game Quest yang sudah ada. Perangkat ini juga menjalankan Xbox Cloud Gaming dan bisa mencerminkan layar Mac atau PC lewat peripheral virtual desktop.

Perangkat ini dijadwalkan meluncur musim semi mendatang dengan harga mulai 1.300 dolar AS. Angka itu menempatkannya sebagai produk premium di jajaran perangkat Meta.

Meta juga memperluas portofolio kacamata pintarnya lewat dua edisi Ray-Ban yang berbeda. Edisi pertama, Ray-Ban Audio Glasses, hadir tanpa kamera dan fokus pada audio.

Kacamata ini mendukung panggilan suara dan pemutaran media dengan daya tahan 12 jam per pengisian. Dengan charging case bawaan, daya tahan bisa diperpanjang hingga 48 jam.

Ray-Ban Audio Glasses mulai dikirim pada 13 Oktober dengan banderol 349 dolar AS. Sementara itu, Ray-Ban Meta Glasses generasi ketiga hadir dengan frame lebih ramping dan tombol Meta AI khusus.

Model anyar ini mengandalkan susunan enam mikrofon yang diklaim meredam 90 persen kebisingan latar. Daya tahan baterainya mencapai sembilan jam, sementara kamera 12 MP-nya mampu merekam video 3K.

Dengan harga mulai 449 dolar AS, perangkat ini juga memperkenalkan fitur penguatan pendengaran yang sudah mendapat izin FDA. Fitur tersebut dapat diakses lewat langganan Meta One atau biaya sekali bayar 149 dolar AS.

Langkah Meta ini mempertegas tren wearable yang makin terhubung dengan ekosistem digital. Sejumlah pihak menilai kolaborasi industri dan pemerintah kian penting, seperti dalam diskusi soal Ekonomi Makin Digital.

Pasar perangkat wearable sendiri terus tumbuh, termasuk kehadiran produk tanpa layar seperti Garmin CIRQA. Persaingan di segmen ini diprediksi makin ketat seiring inovasi AI dan audio pintar.

Dengan empat produk baru ini, Meta tampak serius membangun ekosistem perangkat yang menyatu dengan layanan AI-nya. Publik tinggal menunggu apakah strategi ini mampu merebut pasar wearable global.

SHARE: