Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Microsoft Uji Coba Project Aion: Copilot Jadi Sistem Operasi
SHARE:

Jakarta — Microsoft selama ini memosisikan Windows dan Copilot sebagai dua entitas yang terpisah: sebuah sistem operasi (OS) dan asisten Kecerdasan Buatan (AI) yang sekadar "menumpang" di atasnya. Namun, sebuah video bocoran terbaru mengungkap eksperimen radikal perusahaan tersebut di masa lalu.

Proyek itu bernama Project Aion, sebuah prototipe internal di mana Copilot tidak hanya duduk manis di dalam Windows, melainkan menjadi Windows itu sendiri. Konsep ini menghilangkan menu Start, Taskbar, dan tradisi antarmuka desktop yang telah berumur tiga dekade.

Bocoran video yang pertama kali menyebar melalui server Discord BetaWiki ini memperlihatkan sebuah OS agen AI (agentic OS) berbasis web. Dalam prototipe ini, Copilot ditanamkan langsung secara mendalam ke dalam core shell sistem.

Sistem eksperimental ini berjalan di atas codebase Windows yang benar-benar baru dijuluki "Win3". Dirancang untuk menjadi OS yang ringan dan sepenuhnya berbasis web, Win3 mengandalkan browser Edge dan layout engine Chromium sebagai cangkang utama untuk menggerakkan pengalaman AI Copilot tersebut.

Project Aion membawa perombakan besar pada cara pengguna berinteraksi dengan PC-nya. Beberapa fitur utamanya meliputi kotak input multimodal, di mana pengguna dapat langsung mengetikkan instruksi teks untuk menyuruh Copilot melakukan tugas-tugas komputasi.

Konsep 'Spaces' menjadi pengganti fungsi Taskbar dan menu Start tradisional. AI akan secara pintar mengelompokkan aplikasi dan situs web ke dalam ruang kerja khusus yang bisa ditutup atau dipanggil kembali dengan mudah kapan saja.

Karena murni berbasis web, OS ini tidak memiliki dukungan bawaan (native) untuk aplikasi lawas Win32. Jika pengguna perlu membuka program seperti Microsoft Word versi desktop, Aion akan membuka sesi Windows Cloud PC agar program tersebut bisa berjalan secara virtual dari jarak jauh.

Integrasi plugin menjadi fitur andalan lainnya. AI mampu berinteraksi lintas aplikasi, misalnya menyuruh Copilot merangkum draf dan mengirimkan email Outlook kepada rekan kerja langsung dari kotak obrolan AI.

Banyak sumber membenarkan bahwa klip video tersebut adalah asli, meskipun usianya diperkirakan sudah mencapai dua tahun. Belum diketahui pasti apakah Project Aion ini adalah cikal bakal produk nyata atau sekadar eksperimen internal sesaat dari tim Microsoft.

Mengingat usianya, besar kemungkinan proyek ini sudah dimatikan. Meskipun Aion mungkin tidak akan pernah melihat cahaya matahari sebagai sistem operasi mandiri, prototipe ini menjadi bukti paling jelas sejauh mana Microsoft berani mempertaruhkan identitas Windows demi ambisi masa depan AI mereka.

Langkah ini sejalan dengan berbagai inovasi AI yang terus digencarkan Microsoft. Sebelumnya, Copilot Vision AI telah diperkenalkan untuk browser Edge, menunjukkan komitmen perusahaan pada integrasi AI di berbagai platform.

Tak hanya itu, Microsoft 365 Copilot juga telah memudahkan operasional perusahaan besar seperti Telkomsel. Sementara itu, fitur Recall diuji coba pada PC Copilot+ berbasis Snapdragon.

Project Aion menjadi gambaran masa depan di mana AI bukan lagi sekadar asisten, melainkan inti dari sistem operasi itu sendiri. Ini adalah visi paling radikal yang pernah dipertimbangkan Microsoft untuk Windows.

Dengan pendekatan ini, Microsoft seolah ingin membuktikan bahwa era komputasi tradisional perlahan akan bergeser menuju pengalaman yang sepenuhnya didorong oleh kecerdasan buatan.

SHARE:

Oppo, OnePlus, dan Realme Usung ColorOS Jadi Platform Tunggal

XLSmart Siap Rebut Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz