Jakarta – Technologue.id, Sejumlah pemilik Tesla di China menggunakan boneka kepala mini untuk mengakali sistem pemantauan pengemudi mobil listrik tersebut. Video yang memperlihatkan boneka kepala plastik kecil di dalam kabin Tesla menjadi viral di media sosial pekan lalu. Temuan ini mengungkap celah keamanan yang berpotensi membahayakan keselamatan berkendara.
Boneka-boneka tersebut dijual bebas di platform e-commerce China seperti Taobao, Xianyu, dan Douyin. Harganya bervariasi antara 10 hingga 40 dolar AS, tergantung pada tingkat kerumitan dan bahan pembuatannya. Boneka itu dipasang di langit-langit mobil, kaca depan, atau kaca spion tengah dengan posisi yang presisi.
Saat dipasang, boneka tersebut dirancang untuk menghalangi pandangan kamera ke arah kepala pengemudi asli. Seorang pemilik Tesla Model 3 di China mengaku boneka kepalanya berfungsi sempurna. Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena Tesla tidak mengizinkan modifikasi semacam ini.
Baca Juga:
Dalam perjalanan darat baru-baru ini, ia mengaktifkan autopilot jalan raya dan memasang boneka kepala botak. Boneka itu menyerupai aktor Dwayne Johnson, meskipun hasilnya agak janggal. Ia menggunakan boneka tersebut selama sekitar 250 mil dari total perjalanan 400 mil.
Biasanya, Tesla segera campur tangan saat mendeteksi pengemudi tidak fokus. Dengan boneka kepala terpasang, pengemudi bisa berkendara selama 30 menit tanpa gangguan dari sistem. Dalam video yang ia kirimkan, pengemudi menggunakan satu tangan untuk makan biji bunga matahari dan tangan lainnya untuk merekam.
Boneka kepala yang ditempelkan ke kaca spion itu menghalangi kamera melihat aktivitasnya. “Kamu harus membeli kepala mainan seukuran bola pingpong,” kata pengemudi tersebut di platform video China. “Jika terlalu kecil, kamera tidak akan bisa fokus pada mainan itu.”
Sistem bantuan pengemudi paling canggih Tesla, Full Self-Driving (Supervised), masih belum tersedia di China. Pengemudi di China saat ini hanya bisa mengakses fitur dasar untuk cruise control, autosteering, dan autopilot di beberapa jalan perkotaan. Karena mobil tidak sepenuhnya otonom, Tesla tetap mewajibkan pengemudi memperhatikan jalan.
Tesla menggunakan berbagai fitur pemantauan untuk memastikan pengemudi tidak terganggu. Fitur tersebut termasuk kamera yang terletak di atas kaca depan mobil. Jika mobil mendeteksi pengemudi tidak melihat ke depan selama beberapa detik, sistem akan meminta perhatian segera.
Jika tidak dipatuhi, Tesla dapat mematikan mode autopilot secara otomatis. Bahkan, Tesla bisa melarang pengemudi menggunakan fitur bantuan mengemudi selama seminggu. Gelombang terbaru gadget pengelabuan kamera mulai menyebar di China pada Oktober lalu.
Saat itu, Tesla merilis pembaruan perangkat lunak yang mengaktifkan pemantauan pengemudi melalui kamera kabin. Beberapa pengemudi mencoba menutup kamera dengan penutup webcam. Tesla kemudian mengeluarkan peringatan bahwa fitur bantuan mengemudi tidak akan berfungsi jika kamera terhalang.
Kreativitas pengemudi China tidak berhenti pada boneka kepala tiga dimensi. Beberapa pengemudi menggantung gambar statis seseorang di depan kamera. Ada pula yang menggunakan cetakan lentikular, yaitu kartu bergelombang yang berganti gambar saat dilihat dari sudut berbeda.
Satu varian populer bergantian antara foto orang yang sama dengan mata terbuka dan tertutup. Ini menciptakan ilusi berkedip saat kartu bergoyang lembut ketika mobil bergerak. Gadget paling canggih yang ditemukan adalah layar kecil seukuran saku yang memutar video loop seseorang berkedip dan menggerakkan kepala.
Dengan menyamar sebagai calon pembeli, jurnalis menghubungi penjual gadget tersebut. Penjual mengklaim perangkatnya telah diuji pada Tesla Model S, Model X, dan Cybertruck. Penjual juga mengklaim telah menjual perangkat ke pelanggan di AS, Kanada, dan Korea yang memiliki akses penuh ke fitur FSD.
Saat ini, gadget pengelabuan kamera ini masih menjadi pasar khusus yang didominasi penjual DIY. Produk yang ditemukan hanya terjual beberapa lusin unit per penjual. Jika semakin populer, Tesla kemungkinan akan menindak industri ini.
Technologue.id menghubungi Tesla untuk menanyakan apakah perusahaan mengetahui produk ini. Tesla juga ditanya apakah akan mengambil tindakan terhadap penjual, tetapi perusahaan tidak merespons. Tidak semua orang antusias dengan gadget ini, dan banyak pengguna media sosial China mengkritik penggunaannya.
Dalam komentar di bawah video promosi, orang sering membandingkannya dengan klip yang memungkinkan pengemudi menghindari pemakaian sabuk pengaman. Kedua kategori produk ini menempatkan pengemudi dalam risiko demi kenyamanan. Jika perusahaan mobil ingin meyakinkan publik bahwa fitur bantuan mengemudi aman, masih banyak yang harus dilakukan.