Jakarta, Technologue.id - PESTAPORA 2026 kembali hadir pada 25-27 September di Jakarta. Festival ini berlangsung di Gambir Expo dan Hall D2 JIEXPO Jakarta dengan konsep One Stop Celebration. Sejak awal, PESTAPORA memang tidak sekadar menawarkan konser dengan satu panggung utama.
Festival ini justru mengajak penonton berpindah dari satu area ke area lain sepanjang hari. Menariknya, setiap perjalanan bisa menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Mulai dari lagu nostalgia hingga musik baru, semuanya berkumpul dalam satu perayaan besar.
Tahun ini, PESTAPORA menghadirkan 330 penampil yang tersebar di 19 area pertunjukan. Jumlah tersebut membuat festival ini terasa seperti sebuah kota kecil yang penuh musik dan kejutan. Karena itu, pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan satu musisi favorit.
Mereka juga bisa menemukan penampilan lain yang sebelumnya mungkin tidak masuk daftar tontonan. Selain panggung musik, PESTAPORA 2026 menghadirkan 60 tenant UMKM F&B di Hall D2. Pilihannya pun beragam sehingga pengunjung bisa mengisi energi sebelum kembali menjelajah festival.
Konsep tersebut kembali menegaskan identitas PESTAPORA sebagai ruang pertemuan berbagai komunitas dan kreativitas. Musik menjadi pusatnya, tetapi pengalaman penonton tetap menjadi bagian penting dalam keseluruhan festival. “PESTAPORA selalu kami bayangkan sebagai sebuah ruang yang hidup selama beberapa hari, namun memorinya bertahan hingga kapanpun,” ungkap Kiki Aulia Ucup, Festival Director PESTAPORA.
“Di mana musik, komunitas, kreativitas, dan berbagai cerita bertemu dalam satu ruang,” lanjut Kiki. Menurutnya, setiap tahun penyelenggara belajar dari orang-orang yang datang dan menjadi bagian dari PESTAPORA. Pengalaman itu menjadi fondasi yang membuat festival ini terus berkembang dari tahun ke tahun.
Baca Juga:
Keseruan PESTAPORA 2026 semakin terasa melalui full line-up yang sudah diumumkan. Kali ini, festival menghadirkan musisi dari berbagai generasi dengan karakter musik yang sangat beragam. Pada hari pertama, 25 September, nuansa nostalgia langsung terasa melalui Kerispatih x Sammy Simorangkir.
Selain itu, Killing Me Inside Reunion, Pure Saturday, The Upstairs, dan The Adams siap membawa warna alternatif. Tidak berhenti di sana, Ari Lasso, Tompi, Ten2Five, serta Bondan Prakoso & Fade2Black juga masuk dalam daftar penampil. Kemudian, The Changcuters, Shaggy Dog, dan Pee Wee Gaskins siap menghadirkan energi berbeda.
Nama lain seperti Rizky Febian, Whisnu Santika, Fiersa Besari, Reality Club, dan King Nassar juga meramaikan hari pertama. Jadi, penonton punya banyak alasan untuk terus berpindah dari satu panggung ke panggung lainnya. Kombinasi ini membuat hari pertama terasa padat sejak siang hingga malam.
Sementara itu, hari kedua menghadirkan rentang generasi yang tidak kalah menarik. Sheila On 7 akan tampil bersama nama besar seperti Rhoma Irama & Soneta, Raisa feat Andi Rianto, dan Saykoji. Bagi pencinta musik keras, Burgerkill dan Barasuara juga hadir pada hari kedua.
Di sisi lain, Tenxi X Dia, MALIQ & D'Essentials, Mahalini, Jason Ranti, Perunggu, MORFEM, dan Dialog Dini Hari ikut melengkapi panggung. Suasana kemudian berubah ketika Lesti Kejora, Naykilla, dan Inul Daratista hadir dengan karakter musik masing-masing. Alhasil, hari kedua terasa seperti satu perjalanan musik dengan banyak pemberhentian.
Memasuki hari terakhir, PESTAPORA 2026 kembali menyiapkan kombinasi musisi yang menarik perhatian. Syahrini akan tampil bersama God Bless, Dewa 19 feat Ello, Tulus, Tipe-X Orcheska, J-Rocks, Armada, dan Project Pop. Namun, daftar tersebut belum selesai karena beberapa panggung lain juga menawarkan nama yang tidak kalah menarik.
Ada Sal Priadi, Salma Salsabil, Bernadya, For Revenge feat Tepe, NDX AKA, Adrian Khalif, dan Teenage Death Star. Dengan komposisi tersebut, hari ketiga tetap menawarkan banyak pilihan bagi penonton. Karena itu, pengunjung bisa menentukan sendiri perjalanan musik sesuai selera dan energi masing-masing.
Erwin Gutawa Orchestra Tampil Tiga HariSalah satu benang merah PESTAPORA 2026 hadir melalui Erwin Gutawa Orchestra. Berbeda setiap harinya, kolaborasi tersebut menghadirkan pengalaman musikal dengan karakter yang berbeda. Pada hari pertama, Erwin Gutawa Orchestra akan berkolaborasi dengan Ardhito Pramono dan Danilla.
Kemudian, Fourtwnty menjadi kolaborator pada hari kedua sebelum Afgan tampil pada hari ketiga. Kehadiran Fourtwnty menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian. Pasalnya, penampilan tersebut menandai kembalinya Fourtwnty ke panggung setelah menjalani masa hiatus.
Kolaborasi bersama Erwin Gutawa Orchestra juga memberikan warna baru bagi pengalaman penonton. Lagu-lagu Fourtwnty akan hadir dalam pendekatan musikal yang berbeda melalui kolaborasi tersebut. Dengan begitu, PESTAPORA tidak hanya mengandalkan nama besar dalam daftar penampil.
Festival ini juga mencoba mempertemukan musisi melalui kolaborasi yang memberikan pengalaman berbeda. Pendekatan semacam ini menjadi pembeda PESTAPORA dibanding gelaran musik lain. Penonton pun mendapat nilai lebih dari sekadar menonton penampilan reguler.
Bukan Cuma Musik, Ada Komedi dan PodkesmasPESTAPORA 2026 juga memperluas hiburan di luar panggung musik. Tahun ini, StandUpIndo dan Podkesmas Stage akan hadir selama tiga hari penyelenggaraan. Kehadiran dua area tersebut membuat pilihan hiburan pengunjung semakin beragam.
Jadi, ketika ingin istirahat dari musik, penonton tetap bisa mencari hiburan lain dalam festival. Konsep ini sekaligus memperkuat identitas PESTAPORA sebagai perayaan yang tidak terpaku pada satu jenis hiburan. Musik, komedi, komunitas, makanan, dan kreativitas bertemu dalam satu ruang.
Harga Tiket PESTAPORA 2026Bagi yang belum mengamankan tiket, kesempatan untuk datang ke PESTAPORA 2026 masih terbuka. Namun, pilihan tiket yang tersedia memiliki ketentuan berbeda berdasarkan hari penyelenggaraan. Daily Pass Early Entry dibanderol Rp250.000 dan tersedia untuk Day 1 melalui loket.
Tiket tersebut juga tersedia untuk Day 3 melalui BRImo, sedangkan hari lainnya tidak tersedia. Sementara itu, Daily Pass tersedia dengan harga Rp300.000. Tiket ini dapat dibeli untuk Day 1 dan Day 3 melalui loket maupun BRImo.
Kedua harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya layanan. Karena itu, calon pengunjung perlu memperhitungkan biaya tambahan saat melakukan pembelian tiket. Perencanaan anggaran menjadi penting agar pengalaman menikmati festival tetap maksimal.
Jadi Ruang Bertemu Banyak CeritaPada akhirnya, PESTAPORA 2026 menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menonton musisi favorit. Selama tiga hari, pengunjung bisa menemukan musik, komunitas, makanan, komedi, hingga kolaborasi lintas generasi. Kiki Aulia Ucup menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan PESTAPORA setiap tahunnya.
Penyelenggara tidak hanya menghadirkan acara, tetapi juga belajar dari pengalaman orang-orang yang datang. “Karena pada akhirnya, festival ini bukan hanya tentang apa yang kami hadirkan, tapi juga tentang bagaimana pengalaman itu dirasakan dan dimaknai bersama,” ujar Kiki.
Dengan 330 penampil dan 19 area pertunjukan, pilihan tontonan tahun ini memang sangat luas. Ditambah 60 tenant UMKM F&B, pengunjung punya semakin banyak alasan untuk menikmati festival sepanjang hari. PESTAPORA 2026 akan berlangsung pada 25, 26, dan 27 September di Gambir Expo serta Hall D2 JIEXPO Jakarta.
Jadi, siapkan energi, pilih penampil incaran, dan bersiap menjelajah tiga hari perayaan musik di Jakarta. Informasi lengkap seputar acara hiburan lain juga bisa disimak melalui Festival Lari Teknologi serta Festival Kuliner 2026.