Jakarta – Kolaborasi antara dunia mode dan teknologi antariksa kembali mencuri perhatian. Kali ini, rumah mode mewah asal Italia, Prada, resmi bergabung dalam pengembangan perlengkapan astronaut untuk misi terbaru NASA. Kemitraan ini menjadi bukti bahwa inovasi fesyen dan eksplorasi ruang angkasa semakin saling melengkapi.
Dalam persiapan misi Artemis IV yang dijadwalkan berlangsung pada 2028, NASA melalui mitranya, Axiom Space, memperkenalkan lapisan pakaian khusus berteknologi tinggi. Pakaian ini dikembangkan bersama Prada, menandai langkah baru dalam sejarah eksplorasi Bulan.
Setelah sebelumnya memperkenalkan desain luar baju antariksa AxEMU (Axiom Extravehicular Mobility Unit), kini Axiom Space mengungkap komponen penting lain. Komponen tersebut adalah Liquid Cooling and Ventilation Garment (LCVG), yang akan dikenakan astronaut di balik pakaian antariksa utama.
LCVG bukanlah pakaian dalam biasa meski sering disebut sebagai long johns. Pakaian ini merupakan salah satu komponen paling vital dalam sistem pendukung kehidupan astronaut selama misi berlangsung.
Fungsi utama LCVG adalah menjaga suhu tubuh astronaut tetap stabil saat berada di dalam baju antariksa AxEMU. Kondisi ini berlaku baik ketika astronaut berada di permukaan Bulan maupun saat melakukan aktivitas ekstravehicular activity (EVA) atau spacewalk.
Di dalam LCVG terdapat jaringan tabung kecil yang mengalirkan air dingin ke seluruh tubuh astronaut. Sistem ini berfungsi menyerap panas yang dihasilkan tubuh dan membawanya keluar sehingga suhu tetap nyaman dalam kondisi ekstrem.
Teknologi pendingin tersebut sangat penting mengingat suhu di luar angkasa dan permukaan Bulan dapat berubah secara drastis. Perubahan suhu ini bisa berkisar dari sangat panas hingga sangat dingin dalam waktu singkat.
Salah satu peningkatan utama yang dibawa LCVG generasi terbaru adalah hadirnya sistem pendingin cadangan. Pada generasi sebelumnya, kegagalan sistem pendingin dapat menjadi masalah serius bagi keselamatan astronaut.
Kini, Axiom Space menghadirkan lapisan keamanan tambahan melalui sistem backup yang tetap dapat bekerja apabila sistem utama mengalami gangguan. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam desain perlengkapan antariksa.
Selain menjaga suhu tubuh, pakaian ini juga menjadi bagian dari sistem ventilasi yang terhubung langsung dengan helm AxEMU. Melalui mekanisme tersebut, oksigen segar akan dialirkan ke dalam helm astronaut secara terus-menerus.
Sementara itu, karbon dioksida hasil pernapasan akan dikumpulkan dan diarahkan menuju sistem penyaring khusus sebelum didaur ulang kembali. Dengan kata lain, LCVG bukan hanya berfungsi sebagai pakaian dalam, tetapi juga elemen penting dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan awak.
Keterlibatan Prada dalam proyek antariksa ini menjadi salah satu aspek yang paling menarik perhatian publik. Rumah mode mewah tersebut membantu Axiom Space dalam pengembangan material, teknik manufaktur, serta aspek ergonomi agar pakaian tetap nyaman dalam kondisi ekstrem.
Kolaborasi antara teknologi tinggi dan industri fesyen sebenarnya bukan pertama kali terjadi dalam proyek yang berkaitan dengan NASA. Sebelumnya, NASA juga pernah mendukung pengembangan konsep BioSuit yang diciptakan oleh Profesor MIT, Dava Newman, bersama arsitek ternama Guillermo Trotti.
Konsep tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam desain pakaian antariksa yang lebih fleksibel dan mengikuti bentuk tubuh manusia. Inovasi seperti ini menjadi fondasi bagi kemitraan antara Axiom Space dan Prada saat ini.
Misi Artemis IV menjadi salah satu langkah penting dalam program eksplorasi Bulan yang sedang dijalankan NASA. Berbeda dengan era Apollo puluhan tahun lalu, misi Artemis mengandalkan berbagai teknologi generasi baru yang lebih aman, nyaman, dan efisien.
Dengan menggabungkan keahlian teknik antariksa dan inovasi fesyen, pakaian astronaut masa depan tidak hanya fungsional tetapi juga dirancang dengan standar estetika tinggi. Kendaraan Artemis dan perlengkapannya terus dikembangkan untuk mendukung misi ambisius ini.
Seluruh rangkaian persiapan ini menunjukkan bahwa eksplorasi Bulan modern membutuhkan pendekatan multidisiplin. Mulai dari teknologi pendaratan hingga perlengkapan astronaut, setiap aspek dikembangkan dengan standar keselamatan dan kenyamanan tertinggi.