Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Samsung AI Bukan Sekadar Gimmick, Ini Cara Kerjanya di Rumah Anda
SHARE:

Pernahkah Anda merasa teknologi AI hanya sekadar jargon pemasaran yang dipaksakan ke dalam produk elektronik? Sebuah klaim berani dari raksasa teknologi Korea Selatan mungkin akan mengubah persepsi tersebut. Samsung Electronics secara resmi menyatakan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi fitur tambahan, melainkan fondasi utama seluruh lini perangkat mereka. Pernyataan ini bukan datang dari tim engineering, melainkan langsung dari Chief Marketing Officer Samsung Electronics Americas, Allison Stransky, dalam wawancara eksklusif dengan Business Insider.

Lanskap teknologi saat ini dipenuhi dengan embel-embel "AI-powered" pada hampir setiap produk elektronik konsumen. Namun, apakah benar kecerdasan buatan telah memberikan dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari? Samsung berpendapat bahwa mereka telah menjawab pertanyaan ini melalui pendekatan yang lebih holistik. Bukan sekadar menambahkan chip AI pada smartphone atau TV, melainkan membangun ekosistem terintegrasi yang saling terhubung.

Strategi ekspansi AI Samsung ternyata telah dirancang selama lebih dari satu dekade, jauh sebelum tren AI menjadi pembicaraan hangat di industri teknologi. Dengan pengalaman panjang ini, Samsung kini memposisikan diri bukan sebagai pengikut tren, melainkan sebagai pionir yang membawa AI ke level aplikasi praktis yang benar-benar mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi.

Dari SmartThings Hingga Galaxy Ring: Revolusi Diam-diam AI Samsung

Kampanye terbaru "SmartThings Meets AI Home" menjadi bukti nyata komitmen Samsung dalam menghadirkan AI yang benar-benar fungsional. Berbeda dengan pendekatan produk individual yang selama ini dominan di pasar, Samsung justru fokus pada manfaat sistem terhubung. Bayangkan mesin cuci yang secara otomatis mengoptimalkan waktu aktivitas berdasarkan jadwal harian Anda, atau TV yang berfungsi sebagai pusat pengalaman hiburan berbasis AI yang memahami preferensi konten keluarga.

"Ketika AI membantu Anda keluar rumah lebih cepat atau menghadirkan hiburan yang lebih imersif, manfaatnya terlihat jelas," tegas Stransky. Pernyataan ini mencerminkan filosofi baru Samsung dalam mendekati teknologi AI - bukan sebagai fitur teknis yang rumit, melainkan sebagai asisten pribadi yang bekerja di balik layar untuk menyederhanakan kehidupan pengguna.

Integrasi AI dalam ekosistem Samsung semakin matang dengan kehadiran perangkat seperti Samsung Galaxy Ring. Perangkat wearable tanpa layar ini bekerja secara diam-diam namun memberikan analisis kesehatan berbasis data yang komprehensif. Mulai dari pola tidur, tingkat aktivitas, hingga deteksi stres, semua dikumpulkan dan dianalisis tanpa memerlukan interaksi aktif dari pengguna.

Solve for Tomorrow: Menanamkan Bakat AI Sejak Dini

Di luar ranah konsumen, Samsung memperluas penetrasi AI ke sektor pendidikan melalui kompetisi Solve for Tomorrow. Program yang ditujukan bagi pelajar kelas 6 hingga 12 ini tidak sekadar mengajarkan teori, melainkan mendorong peserta untuk menggunakan ilmu STEM dalam menyelesaikan masalah nyata di komunitas mereka. Hasilnya? Inovasi-inovasi berbasis AI dengan dampak sosial yang signifikan.

Salah satu terobosan paling mengesankan adalah aplikasi skrining kanker mulut yang mampu membedakan luka ringan dengan indikasi kanker secara dini. Inovasi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan akses deteksi dini kanker, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga medis. Tidak berhenti di situ, peserta juga mengembangkan perban pintar berbasis AI yang dapat membantu proses diagnosis luka secara mandiri.

Stransky mengungkapkan bahwa empati menjadi unsur paling menonjol dalam proyek-proyek yang dihasilkan peserta. "Mereka tidak hanya memikirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat," ujarnya. Pendekatan ini sejalan dengan visi Samsung dalam membangun generasi berikutnya yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memahami aplikasi praktisnya untuk kemanusiaan.

AI yang Memahami Kehidupan, Bukan Sekedar Perintah

Pengalaman personal Stransky dengan Samsung Galaxy Ring mengungkap dimensi baru dalam pengembangan AI. "Level stres tertinggi saya bukan di ruang rapat, tetapi saat boneka favorit anak saya hilang," tuturnya. Cerita ini menunjukkan bagaimana AI Samsung dirancang untuk memahami kompleksitas kehidupan manusia yang sesungguhnya, bukan hanya mengukur metrik kesehatan konvensional.

Dalam bidang olahraga dan inklusivitas, Samsung mendukung pengembangan perangkat sensor khusus untuk atlet tunarungu. Perangkat ini memungkinkan atlet dengan gangguan pendengaran untuk bernavigasi di area pertandingan dengan lebih aman, sekaligus melindungi alat bantu dengar dari risiko kerusakan selama aktivitas fisik. Inovasi ini menunjukkan komitmen Samsung dalam menciptakan teknologi yang benar-benar inklusif dan accessible.

Strategi jangka panjang Samsung terlihat jelas dalam program pendidikan mereka. "Kami ingin membangun hubungan lebih awal. Ketika mereka memasuki pasar perangkat elektronik, kami berharap Samsung menjadi pilihan pertama," jelas Stransky. Pendekatan ini tidak hanya membangun loyalitas merek, tetapi juga memastikan bahwa generasi berikutnya tumbuh dengan pemahaman yang mendalam tentang potensi AI dalam menyelesaikan masalah.

Dengan optimasi sistem yang terus ditingkatkan, termasuk dalam hal efisiensi daya, Samsung memastikan bahwa fitur-fitur AI yang canggih tidak mengorbankan pengalaman penggunaan perangkat. Integrasi antara hardware dan software yang mulus menjadi kunci dalam menghadirkan AI yang benar-benar responsif dan efisien.

Perkembangan teknologi AI Samsung juga terlihat dalam rancangan hardware yang semakin canggih, dimana setiap komponen dirancang untuk mendukung kerja optimal sistem kecerdasan buatan. Dari prosesor hingga sensor, semua elemen bekerja sama untuk menciptakan pengalaman AI yang seamless dan natural.

Bahkan dalam dunia kreatif, kemampuan perangkat Samsung telah terbukti dapat menghasilkan karya berkualitas profesional, menunjukkan bahwa AI tidak hanya untuk produktivitas, tetapi juga untuk mendukung ekspresi kreatif tanpa batas.

Masa depan AI menurut Samsung bukan tentang menciptakan robot yang mengambil alih pekerjaan manusia, melainkan tentang membangun partner teknologi yang memahami kebutuhan, kebiasaan, dan bahkan emosi penggunanya. Dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan solusi praktis, Samsung membuktikan bahwa revolusi AI sudah terjadi - dan itu dimulai dari rumah, kebiasaan, dan kehidupan sehari-hari kita.

SHARE:

POCO Global Launch 2025 Digelar di Bali, Indonesia Jadi Pusat Inovasi Dunia

Bali Bakalan Jadi Saksi Transformasi Strategi Produk POCO