Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Sinopsis Film Memburu Pemangsa, Horor Investigasi Jurnalis Perempuan
SHARE:

Jakarta, Technologue.id - Sinemaku Pictures kembali menghadirkan karya terbaru berjudul Memburu Pemangsa. Film ini mengangkat kisah empat jurnalis perempuan yang memburu predator anak melalui investigasi berbahaya. Garapan sutradara Umay Shahab tersebut memadukan horor, kriminal, dan aksi dalam cerita yang intens.

Film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Tanah Air mulai 24 September 2026. Sebelum penayangan resmi, film ini telah menggelar acara Nonton Duluan di tujuh kota. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Sambutan penonton terhadap acara Nonton Duluan tergolong antusias. Bahkan, sebagian besar tiket acara tersebut berhasil terjual habis. Hal ini menunjukkan tingginya minat publik terhadap karya terbaru Sinemaku Pictures tersebut.

Memburu Pemangsa menjadi salah satu karya paling berani Umay Shahab sepanjang perjalanan kreatifnya. Ia menghadirkan cerita tentang kekerasan terhadap anak melalui pendekatan horor, kriminal, dan aksi yang lebih luas. Umay menyebut film ini sebagai perjalanan spiritual dalam proses kreatifnya.

“Sebagai manusia dan pembuat film, tentunya saya ingin bertumbuh,” ujar Umay Shahab. Menurutnya, film ini menghadirkan ketegangan sekaligus warna baru dalam penyajian cerita. “Film ini membawa isu yang penting, tentang kejahatan pada anak yang angkanya hingga saat ini juga masih sangat tinggi,” tambah Umay.

Ia berharap film tersebut memberikan dampak terhadap isu yang perlu terus dibicarakan. Sebagai informasi tambahan, isu perlindungan anak juga pernah diangkat melalui kegiatan sosial bertema Konser Suara dari Perburuan.

Sinopsis Film Memburu Pemangsa

Film ini menampilkan Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem sebagai pemeran utama. Keempatnya harus menghadapi perjalanan menegangkan ketika membongkar kejahatan terhadap anak-anak. Musuh utama dalam film bukan sekadar hantu atau iblis.

Cerita justru menampilkan manusia keji yang bekerja sama dengan iblis untuk melakukan kejahatan. Empat jurnalis perempuan kemudian berdiri di garis depan untuk menghentikan ancaman tersebut. Mereka bahkan harus mempertaruhkan nyawa demi mengungkap jaringan kejahatan yang mengerikan.

Selain empat pemeran utama, film ini turut menghadirkan Teuku Rifnu Wikana, Andri Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish, dan Jordan Omar. Kehadiran para pemain tersebut memperkuat konflik dalam kisah investigasi film. Berikut cuplikan resmi film Memburu Pemangsa.

Laura Basuki Ungkap Pengalaman Horor yang Berbeda

Laura Basuki memerankan karakter Agnes dalam film ini. Ia tertarik bergabung karena film tersebut mengangkat isu yang penting. Selain itu, perpaduan horor, kriminal, aksi, dan investigasi menawarkan pengalaman sinematik yang berbeda.

Memburu Pemangsa juga menjadi kolaborasi pertama Laura bersama Sinemaku Pictures. Ia bermain bersama Prilly Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem dalam proyek tersebut. “Semua cinematic experience akan kalian rasakan di film ini,” ujar Laura Basuki.

Ia berharap film tersebut membuka ruang diskusi tentang tempat mencari bantuan ketika kekerasan terjadi. Menurutnya, isu ini perlu disikapi dengan serius oleh berbagai pihak. Film ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran kolektif masyarakat.

Prilly Latuconsina Soroti Budaya Diam

Prilly Latuconsina menilai isu kekerasan seksual terhadap anak membutuhkan perhatian dari banyak pihak. Menurutnya, informasi sudah banyak beredar, tetapi masyarakat masih menghadapi budaya diam. “Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim,” ujar Prilly.

Ia menyoroti situasi ketika sebuah kasus hanya menjadi viral tanpa penanganan yang tepat. Prilly mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai pemberitaan tentang kekerasan anak. Ia juga menekankan pentingnya keberanian untuk bersuara dan memberikan respons yang sesuai.

Taskya Namya Siapkan Stamina Ekstra

Taskya Namya memerankan karakter Brina dalam film Memburu Pemangsa. Pengalamannya bermain dalam film horor dan aksi membantu, tetapi perpaduan kedua genre tetap membutuhkan stamina besar. “Butuh tenaga berlebih, karena capeknya dua kali lipat,” ujar Taskya Namya.

Ia memperkirakan penonton ikut merasakan ketegangan ketika keempat jurnalis menginvestigasi predator. Taskya juga merasa dekat dengan karakter Cia yang menjaga keponakannya. Dalam kehidupan nyata, ia merupakan seorang tante yang harus menjaga tiga keponakan.

Yasamin Jasem Dekat dengan Karakter Anya

Yasamin Jasem memerankan Anya, seorang jurnalis yang gemar melakukan riset. Karakternya juga memiliki minat mendalam terhadap demonologi. “Aku dan Anya memiliki kedekatan,” ujar Yasamin Jasem. Ia mengaku sering menonton documentary crime dan tayangan bertema cult.

Para pemeran juga bertemu dengan Komnas Perlindungan Anak selama persiapan film. Menurut Yasamin, pertemuan tersebut menjadi pemantik untuk menyuarakan isu kekerasan terhadap anak. Pengalaman itu memperkuat pendalaman karakter mereka dalam film.

Tiket Memburu Pemangsa Sudah Bisa Dibeli

Film Memburu Pemangsa akan tayang serentak mulai 24 September 2026 di bioskop Indonesia. Penonton juga sudah bisa membeli tiket untuk penayangan hari pertama. Menariknya, tersedia promo Beli 1 Gratis 1 Tiket untuk film tersebut.

Promo ini bisa dimanfaatkan penonton yang ingin menyaksikan film bersama teman atau keluarga. Pembelian tiket secara online tersedia melalui M-TIX, CGV, Cinepolis, dan TIX ID. Sementara itu, pembelian offline dapat dilakukan di Kota Cinema Mal, Sam’s Studios, dan New Star Cineplex.

Dengan perpaduan horor, kriminal, dan aksi, Memburu Pemangsa menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Film ini juga mengajak penonton melihat lebih dekat isu kekerasan terhadap anak melalui kisah investigasi empat jurnalis perempuan.

SHARE: