Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Taka ONE OK ROCK Bela Ed Sheeran, Kena Hujat Netizen
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Vokalis ONE OK ROCK, Taka, mendapat kritik dari sejumlah penggemarnya setelah menyatakan dukungan kepada Ed Sheeran. Dukungan itu disampaikan di tengah kontroversi yang melibatkan rapper Macklemore. Persoalan ini bermula setelah Macklemore tidak lagi tampil dalam rangkaian konser Ed Sheeran.

Keputusan tersebut kemudian memunculkan reaksi dari sejumlah musisi yang menyatakan dukungan kepada rapper asal Amerika Serikat itu. Dukungan itu terutama terkait sikap Macklemore dalam menyuarakan isu Palestina. Di tengah situasi tersebut, Taka memilih memberikan dukungan kepada Ed Sheeran. Musisi Jepang itu mengatakan dirinya tidak bisa tinggal diam ketika melihat seorang teman berada dalam situasi sulit.

Lewat Instagram Stories, Taka sebelumnya menyampaikan apresiasinya kepada Ed. Ia menilai tindakan penyanyi asal Inggris tersebut membutuhkan keberanian. Taka juga menyebut Ed sebagai sosok yang patut dihormati. Pernyataan itu kemudian memicu reaksi dari sebagian penggemar ONE OK ROCK.

Mereka menilai dukungan Taka kepada Ed berpotensi dipahami sebagai keberpihakan dalam isu yang lebih luas mengenai Palestina dan Gaza. Sejumlah penggemar bahkan memenuhi unggahan Taka dengan seruan "Free Palestine". Sebagian lainnya menegaskan bahwa isu tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan politik, melainkan persoalan kemanusiaan.

Ikut Bela Ed Sheeran Pasca Kejadian Pecat Macklemore, Vokalis ONE OK ROCK Jadi Ikut Kena Hujat Netizen Taka Tegaskan Sikapnya Menolak Perang

Setelah mendapat berbagai reaksi, Taka memberikan penjelasan mengenai maksud pernyataannya. Ia menegaskan bahwa dirinya menentang perang serta tidak membenarkan jatuhnya korban dari kalangan anak-anak dan warga sipil. "Saya menolak perang. Saya menentang keras jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka di kalangan anak-anak dan warga sipil," tulis Taka.

Taka juga menyampaikan pandangannya mengenai kebebasan seorang seniman dalam menyampaikan pendapat. Menurutnya, musisi seharusnya tidak dilarang tampil hanya karena memiliki atau mengungkapkan pandangan tertentu. Dalam pernyataan tersebut, Taka juga menyinggung Macklemore.

Ia mengatakan dirinya menghormati kebebasan Macklemore dalam menyampaikan pandangan. Namun pada saat yang sama, ia ingin menghormati hak Ed Sheeran untuk mengambil keputusan berdasarkan posisi dan tanggung jawabnya sendiri. Menurut Taka, perbedaan pilihan tidak semestinya membuat seseorang langsung ditolak secara kolektif tanpa mempertimbangkan perspektif dan kondisi yang melatarbelakanginya.

Taka Sebut Ed Sheeran sebagai Teman

Taka kemudian menjelaskan bahwa komentarnya mengenai Ed Sheeran tidak dimaksudkan untuk mendukung salah satu kubu politik. Ia mengatakan hubungan personal menjadi alasan utama dirinya memilih angkat bicara. "Aku berbicara tentang Ed bukan untuk mendukung salah satu posisi politik. Aku berbicara sebagai temannya," tulis Taka.

Vokalis ONE OK ROCK itu mengaku tidak bisa berdiam diri ketika melihat Ed berada dalam situasi yang sulit. Ia berusaha menjelaskan posisinya menggunakan kata-katanya sendiri. "Jika saya telah menimbulkan kesalahpahaman, saya memohon maaf kepada semuanya. Saya hanya tidak bisa berdiam diri ketika melihat seorang teman berada dalam situasi seperti itu," tulisnya.

Penjelasan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan kritik dari penggemar. Sejumlah OOR, sebutan bagi penggemar ONE OK ROCK, tetap mempertanyakan alasan Taka menggunakan hubungan pertemanan sebagai dasar untuk membela Ed. Sebagian penggemar juga meminta Taka menggunakan pengaruhnya untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Mereka berpendapat bahwa posisi seorang musisi dalam persoalan kemanusiaan tidak seharusnya berhenti pada alasan hubungan personal.

Kontroversi Macklemore dan Ed Sheeran

Sebelumnya, Macklemore menjadi salah satu musisi yang vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Sikap tersebut kemudian dikaitkan dengan tidak berlanjutnya penampilannya dalam rangkaian konser Ed Sheeran. Sejumlah musisi lain ikut menunjukkan solidaritas kepada Macklemore.

Lukas Graham, Aaron Rowe, serta Beoga yang selama ini menjadi band pengiring Sheeran disebut ikut meninggalkan rangkaian tur tersebut. Ed Sheeran sendiri telah menjelaskan bahwa keputusan terkait penampilan Macklemore bukan berada di tangannya. Ia menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan promotor dan pemilik venue.

Dalam lanjutan konser di Philadelphia, Ed Sheeran juga sempat menyampaikan permintaan maaf dan menyinggung kondisi di Gaza. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang kacau dan tidak dapat dibenarkan. Kontroversi itu kemudian berkembang ke berbagai kalangan penggemar dan musisi.

Pernyataan Taka menjadi salah satu respons yang ikut mendapat perhatian karena posisinya sebagai vokalis ONE OK ROCK dan kedekatannya dengan Ed Sheeran. Taka akhirnya meminta maaf jika pernyataannya menimbulkan kesalahpahaman. Namun, respons dari sebagian penggemar menunjukkan bahwa kontroversi tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan OOR.

Dinamika industri musik global memang kerap menempatkan musisi pada posisi sulit. Tekanan publik dan ekspektasi penggemar sering kali berbenturan dengan hubungan personal antarartis. Situasi ini turut mencerminkan bagaimana isu sosial dan politik kini semakin melekat pada dunia hiburan.

Perkembangan industri musik digital juga membuat respons audiens bergerak lebih cepat. Berbagai platform seperti Joox Top Charts hingga layanan streaming lain memungkinkan penggemar mengikuti perkembangan idola secara langsung. Hal serupa terlihat dari bagaimana karya musisi dapat dengan cepat viral lewat kanal seperti Video YouTube.

Bagi penggemar yang ingin menelusuri pencapaian musisi dunia, sederet penghargaan industri juga kerap menjadi acuan. Sejumlah nama besar bahkan masuk dalam Daftar Lengkap lagu bersertifikat Diamond RIAA. Kontroversi yang melibatkan Taka, Ed Sheeran, dan Macklemore pun menjadi pengingat bahwa dunia musik tak pernah lepas dari dinamika sosial yang lebih luas.

SHARE:

Pasukan 1000 Janda Tayang 12 November 2026 di Bioskop

Penjualan Robot Humanoid Global Tembus 7.000 Unit, Dominasi Industri Masih Minim