Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Tesla Berencana Hentikan Produksi Model S dan X
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Tesla dilaporkan bakal menghentikan produksi kendaraan listrik Model S dan Model X mulai kuartal berikutnya. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Tesla, Elon Musk, dalam konferensi pendapatan perusahaan untuk tahun fiskal 2025.

“Sudah saatnya mengakhiri program Model S dan X dengan baik, karena kita benar-benar bergerak menuju masa depan yang berbasis otonomi,” ujar Musk. Meski demikian, Tesla menegaskan bahwa Model S dan X masih dapat dibeli selama persediaan unit tersedia. Perusahaan juga berkomitmen untuk tetap memberikan dukungan purna jual selama kendaraan tersebut masih digunakan oleh konsumen. Namun, setelah stok habis, kedua model ini akan benar-benar dihentikan dan tidak akan diproduksi kembali.

Sebagai bagian dari strategi baru ini, Tesla berencana mengalihfungsikan ruang produksi Model S dan X di pabrik Fremont, California, untuk pembuatan robot humanoid Optimus. Langkah ini menandai perubahan besar arah bisnis Tesla dari produsen kendaraan listrik premium menuju perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan.

Model S merupakan kendaraan kedua Tesla yang telah diproduksi sejak 2012, sedangkan SUV Model X mulai diproduksi pada 2015. Keduanya sempat menjadi simbol inovasi Tesla di segmen kendaraan listrik kelas atas. Namun, popularitasnya terus menurun seiring meningkatnya dominasi Model 3 dan Model Y yang lebih terjangkau dan menyasar pasar massal. Sepanjang tahun 2025, Tesla mengirimkan 1.585.279 unit Model 3 dan Model Y, sementara penjualan Model S dan X hanya mencapai 418.227 unit.

Tekanan terhadap Model S dan X juga datang dari faktor geopolitik. Pada pertengahan 2025, Tesla terpaksa menghentikan penjualan kedua model tersebut di Tiongkok karena kendaraan tersebut diimpor dari Amerika Serikat dan dikenakan tarif balasan oleh pemerintah Tiongkok, sebagai respons atas tarif impor barang yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Dalam laporan pendapatan yang sama, Musk mengungkapkan bahwa tujuan jangka panjang Tesla adalah memproduksi hingga 1 juta unit robot Optimus di fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk Model S dan X. Beberapa hari sebelumnya, dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Musk juga mengumumkan bahwa Tesla menargetkan penjualan Optimus ke publik pada akhir tahun depan.

Musk dikenal memiliki ambisi besar terhadap Optimus. Ia bahkan menyebut robot humanoid tersebut sebagai “produk terbesar sepanjang masa,” mengklaim bahwa dampaknya akan melampaui telepon seluler dan teknologi besar lainnya. Namun, sejauh ini Optimus belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi publik, terutama setelah beberapa demonstrasi yang dinilai kurang meyakinkan. Musk sendiri juga memiliki reputasi karena kerap memberikan jadwal yang terlalu optimistis.

Selain itu, laporan pendapatan Tesla mengungkapkan bahwa perusahaan telah menginvestasikan dana sebesar US$2 miliar ke xAI, perusahaan kecerdasan buatan lain yang juga dimiliki Musk. Investasi ini sempat menuai kontroversi, bahkan memicu gugatan dari pemegang saham Tesla pada 2024. Mereka menilai pendirian xAI merupakan konflik kepentingan karena dianggap sebagai pesaing langsung Tesla di bidang AI.

Meski berbagai kontroversi tersebut, pemegang saham Tesla tetap menunjukkan dukungan kuat kepada Musk. Pada akhir 2025, mereka menyetujui paket kompensasi senilai US$1 triliun untuk Musk, dengan syarat Tesla berhasil mencapai valuasi pasar sebesar US$8,5 triliun. Keputusan ini menegaskan keyakinan investor terhadap visi jangka panjang Musk, sekaligus menempatkan Optimus dan teknologi otonomi sebagai masa depan utama Tesla.

SHARE:

Heboh, PUBG Mobile Friend Fest Pecahkan Rekor Dunia!

Elon Musk Berencana Bangun Data Center AI di Orbit Bumi