Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Tesla Roadster Resmi Meluncur, Dibekali 10 Nosel Roket SpaceX
SHARE:

Jakarta, Technologue.id – Setelah sembilan tahun penantian, Tesla akhirnya resmi memamerkan versi produksi Roadster. Mobil ini tampil bukan sebagai roadster atap terbuka seperti bayangan awal, melainkan hypercar futuristik yang memadukan karakter Cybertruck dengan Lotus Esprit klasik. Desainnya serba tajam dan ceper, memancarkan aura Lamborghini Countach versi modern.

Penantian hampir satu dekade itu setidaknya tidak berakhir sebagai wacana tanpa wujud konkret. Tesla membawa unit produksi Roadster ke panggung sebagai bukti nyata. Langkah ini sekaligus menjawab keraguan publik atas janji-janji Elon Musk selama ini.

Janji manis Musk soal mobil berpendorong roket ternyata bukan sekadar gimik jualan di media sosial. Dikutip dari Driven Car Guide, Senin (19/10/2026), tim teknisi Tesla sukses menyematkan pendorong gas dingin udara terkompresi langsung ke dalam rangka mobil. Atraksi di markas SpaceX Texas bahkan memperlihatkan mobil ini melompat mengudara melewati deretan armada Tesla.

Aksi melayang tanpa bantuan tanjakan itu sukses membuat penonton terperangah sekaligus geleng-geleng kepala. Klaim kemampuan terbang ini sejalan dengan Elon Musk Klaim Mobil yang selama bertahun-tahun dianggap sekadar fantasi. Kini fantasi tersebut punya bentuk konkret di atas lintasan.

Pantes Bisa Terbang, Tesla Roadster Dibekali 10 'Knalpot' Roket SpaceX

Mobil ini mengandalkan sistem kipas hisap canggih ala McMurtry Speirling agar tetap menempel erat di permukaan jalan. Selain itu, terdapat 10 saluran keluar nosel roket yang dikendalikan aktuator listrik presisi tinggi. Empat moncong di bagian belakang yang mirip knalpot biasa sebenarnya merupakan saluran semburan tenaga roket tersebut.

Lebih gilanya lagi, kompresor internal mobil diklaim sanggup mengisi ulang tangki udara 600 liter secara mandiri. Teknologi ini membuat sistem pendorong tidak bergantung pada pengisian eksternal. Kombinasi kipas hisap dan nosel roket inilah yang membuat mobil mampu bermanuver akrobatik.

Tesla juga memamerkan uji akselerasi resmi yang siap membakar adrenalin siapa pun di dalam kabin. Mobil super ini sanggup melesat dari titik nol ke 96 km/jam dalam waktu 0,81 detik saja. Kecepatan mengerikan ini jelas di luar nalar akal sehat manusia untuk ukuran kendaraan harian.

Leher pengemudi dipastikan bakal terasa lepas saat menginjak pedal gas secara mendadak di jalanan. Angka 0,81 detik menempatkan Roadster di wilayah performa yang bahkan sulit dikejar hypercar konvensional. Tesla tampaknya memang ingin menegaskan posisi mobil ini sebagai kendaraan jet tempur darat.

Elon Musk memberi sinyal bakal menggelar demonstrasi yang jauh lebih tidak masuk akal di masa depan. Ia berencana menerbangkan mobil ini menyeberangi Ngarai Sungai Snake di wilayah Idaho yang sangat legendaris. Aksi berbahaya ini dulu pernah dicoba stuntman terkenal Evel Knievel namun berujung gagal total.

Musk tampaknya sangat penasaran untuk menuntaskan rekor gila tersebut menggunakan teknologi roket buatannya sendiri. Rencana ini menjadi sinyal bahwa ambisi Roadster tidak berhenti pada urusan akselerasi di lintasan lurus. Ngarai Snake disebut sebagai panggung pembuktian berikutnya.

Tesla menargetkan masa produksi massal supercar terbang ini bakal dimulai pada tahun 2028 mendatang. Anehnya, detail penting mengenai kapasitas baterai dan kekuatan motor listriknya masih dirahasiakan rapat-rapat. Meskipun unit peraga di panggung dikendalikan lewat remote control, Tesla menjamin versi konsumen bakal dikemudikan manual.

Mobil ini dirancang penuh agar pengemudi bisa merasakan sensasi mengendalikan jet tempur di darat. Sayangnya, konsumen masih harus bersabar menunggu spesifikasi teknis resmi yang belum dibeberkan. Tesla sepertinya sengaja menyimpan detail tersebut untuk momen peluncuran berikutnya.

Urusan hukum dan izin jalan raya untuk mobil berpendorong roket ini masih menjadi misteri besar. Saat ditanya penonton soal legalitas jalanan, Elon Musk cuma menjawab santai tergantung jalan mana yang dilewati. Jawaban ngambang tersebut membuktikan regulasi lalu lintas saat ini belum siap menampung mobil terbang.

Namun yang pasti, pihak Tesla menjamin kendaraan unik ini bakal benar-benar dijual bebas. Isu regulasi ini juga sejalan dengan dinamika aturan kendaraan listrik yang terus berubah, seperti Tesla Akhirnya Ganti nama Autopilot demi menyesuaikan diri dengan kerangka hukum yang berlaku.

Pemesanan online di situs resmi Tesla AS sudah dibuka untuk tiga varian berbeda bagi konsumen berkantong tebal. Varian Performance menyajikan dua kursi dengan aerodinamika aktif tanpa dilengkapi sistem roket pendorong sama sekali. Sementara itu, varian Thrust siap balap dibekali pendorong akselerasi tambahan di bagian buntut mobil.

Kedua tipe ini mewajibkan deposit awal sebesar 5.000 Dolar AS plus tambahan 45.000 Dolar AS. Besaran uang muka itu menunjukkan Tesla serius menggarap segmen hypercar premium. Konsumen juga perlu mencermati aturan kemudi yang berkembang, seperti China Larang Setir Yoke yang bisa memengaruhi desain kabin Roadster di masa depan.

Varian tertinggi bernama Roadster Rocket cuma menyediakan satu kursi pengemudi demi menyisipkan seluruh sistem penerbangan roket. Pembelian varian sultan ini tidak sembarangan karena cuma bisa diakses lewat jalur undangan khusus. Biaya pemesanan awalnya mencapai 5.000 Dolar AS dan wajib dilunasi 245.000 Dolar AS berikutnya.

Harga selangit ini menjadi tiket masuk bagi miliarder yang sudah bosan mengendarai mobil biasa di jalanan. Dengan tiga varian resmi, Tesla membuka jalan bagi level pembeli yang sangat berbeda. Pemesanan sudah bisa dilakukan, meski pengiriman baru akan menyusul setelah produksi 2028.

SHARE:

Penjualan Konsol Game AS Anjlok 15%, Harga Makin Mahal Jadi Biang Kerok

IM3 Platinum Hadirkan Paket Bundling iPhone 18 Pro Mulai Rp499 Ribu