Technologue.id, Jakarta - Vimeo baru saja dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang mengejutkan banyak pihak. Menurut laporan Business Insider, PHK ini berdampak pada sebagian besar karyawan perusahaan, termasuk seluruh tim video.
Sejumlah karyawan yang terdampak membagikan pengalaman mereka melalui berbagai platform media sosial. Salah satunya adalah Dave Brown, mantan Wakil Presiden Global Brand & Creative Vimeo, yang mengonfirmasi kabar tersebut secara terbuka.
“Kemarin, setelah akuisisi Vimeo baru-baru ini oleh sebuah perusahaan ekuitas swasta, saya mengetahui bahwa saya, bersama dengan sebagian besar perusahaan, terkena dampak PHK,” tulis Brown. Ia merujuk pada akuisisi Vimeo oleh perusahaan bernama Bending Spoons, yang membeli Vimeo senilai US$1,38 miliar pada paruh kedua tahun 2025.
Hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai alasan di balik PHK masif tersebut. Namun, Bending Spoons memang dikenal memiliki rekam jejak membeli perusahaan teknologi lalu memangkas biaya secara agresif, terutama melalui pengurangan karyawan. Strategi serupa sebelumnya diterapkan pada Evernote pada tahun 2023 dan WeTransfer pada tahun 2024.
Media teknologi Engadget dilaporkan telah menghubungi pihak Vimeo untuk meminta kejelasan mengenai jumlah karyawan yang diberhentikan. Namun, hingga saat ini belum ada angka pasti yang diumumkan ke publik.
Dalam pernyataan resminya kepada Gizmodo melalui email, juru bicara Bending Spoons membenarkan adanya PHK tersebut.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa PHK diumumkan di Vimeo pada 20 Januari 2026. Untuk menghormati privasi mereka yang diberhentikan, kami tidak dapat memberikan detail tambahan saat ini,” ujarnya. Meski demikian, pihak Bending Spoons menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mengembangkan Vimeo guna memenuhi kebutuhan basis penggunanya yang beragam.
Pernyataan tersebut justru menuai kritik dan nada sinis dari mantan karyawan. Salah seorang eks pegawai menulis di platform X bahwa, “Sangat menyedihkan melihat sesuatu yang saya bangun dihancurkan oleh perusahaan ekuitas swasta yang berkedok perusahaan teknologi.”
Sebagai informasi, Vimeo merupakan salah satu platform video tertua di internet. Layanan ini bahkan didirikan satu tahun lebih awal dibanding YouTube dan sejak awal memposisikan diri sebagai platform premium untuk konten kreatif dan kebutuhan bisnis. Dengan jumlah staf yang kini sangat minim dan absennya tim video, masa depan Vimeo pun menjadi tanda tanya besar.