Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Trailer Avengers: Doomsday di 4DX Bikin Antusiasme Kembali
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Antusiasme terhadap Avengers: Doomsday kembali menyala setelah trailer film tersebut ditayangkan dalam format 4DX di bioskop. Pengalaman menonton yang menggabungkan efek gerak kursi, kabut, dan getaran itu ternyata mampu mengubah keraguan menjadi rasa penasaran. Film yang dijadwalkan tayang pada 18 Desember ini pun kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU).

Avengers: Doomsday disebut-sebut sebagai salah satu film terbesar tahun ini. Klaim itu bukan tanpa alasan, mengingat tahun ini juga diwarnai rilisan Christopher Nolan berjudul The Odyssey yang menjadi tiket panas. Sejak tayang pada Juli, The Odyssey telah meraup lebih dari 1,7 miliar dolar Amerika Serikat di seluruh dunia. Angka tersebut menempatkannya sebagai film dengan pendapatan kotor tertinggi kesebelas sepanjang masa.

Namun, posisi teratas masih dipegang Avengers: Endgame. Film itu memang menampilkan jumlah superhero yang nyaris berlebihan, termasuk Guardians of the Galaxy, Black Panther, Dr. Strange, dan Spider-Man. Menariknya, Avengers: Doomsday disebut akan menampilkan lebih banyak lagi karakter. Penggemar Captain America, Thor, Hulk, New Avengers, Fantastic Four, dan X-Men pun punya alasan untuk bersemangat.

Kabar kembalinya Robert Downey Jr. turut menjadi sorotan. Setelah masa baktinya sebagai Iron Man di MCU berakhir, aktor ikonik itu dikabarkan kembali sebagai Doctor Doom yang jahat. Bagi sebagian penggemar, keputusan ini menjadi kejutan tersendiri. Namun, tidak sedikit pula yang masih diliputi kelelahan superhero setelah sejumlah judul dinilai kurang memuaskan, seperti Ant-Man and the Wasp: Quantumania, Guardians of the Galaxy Vol. 3, Captain America: Brave New World, dan Thunderbolts*.

Kelelahan itu nyatanya sempat dirasakan salah satu penonton yang menyaksikan Wicker di bioskop. Pengalaman menonton Wicker dalam format 4DX edisi satu malam menjadi titik balik. Bukan karena format 4DX belum pernah dinikmati sebelumnya, melainkan karena pengalaman terakhir dengan format serupa berjalan kurang menyenangkan. Kali ini, sebelum film utama dimulai, trailer Avengers: Doomsday ditayangkan dengan efek 4DX yang bekerja penuh.

Penonton di sekitar pun tertawa kecil saat merasakan getaran pertama yang menandakan kursi telah aktif. Ketika Victor Doom mendarat dengan pose superhero klasik setelah lompatan besar, kursi bergetar mengikuti dampaknya. Saat debu beterbangan di adegan pendaratan Thor, kursi kembali bergetar dan kali ini kabut menyembur dari bawah layar bioskop.

Momen ketika Thor terlempar oleh kekuatan Doom membuat kursi bergerak ke kiri cukup keras. Penonton refleks mencengkeram sandaran tangan karena getaran yang terasa begitu kuat. Pengalaman itu disebut sebagai pratinjau seru dari kemampuan elemen imersif pada bioskop dengan kursi bergerak. Ketika adegan demi adegan terus datang, fokus pada layar nyaris terpecah antara kursi yang bergoyang dan tawa lepas atas sensasi seperti naik wahana taman hiburan.

Pengalaman tersebut juga membangkitkan kenangan lama tentang masa-masa awal MCU. Ada masa ketika penonton rela datang ke penayangan tengah malam pada Kamis untuk menghindari bocornya kejutan cerita. Ada pula masa ketika penonton menghadiri pemutaran pers yang penuh sesak dengan tekanan untuk segera menulis ulasan. Kenangan tentang sukacita kolektif melihat Tony Stark bertarung pertama kali, Captain America mengangkat perisai, atau Thor mengayunkan palu pun kembali muncul.

Bagi sebagian penggemar, alasan untuk menantikan kembalinya Avengers memang sangat masuk akal. Film ini disebut akan semakin padat bintang dan karakter. Namun, bagi yang sempat kehilangan gairah, tambahan sensasi dari kursi bioskop yang bergetar ternyata cukup untuk menyambung kembali keseruan menonton aksi para pahlawan di layar lebar. Dengan getaran kursi 4DX yang intens, rasa penasaran terhadap Doomsday pun kembali tumbuh.

Avengers: Doomsday sendiri dijadwalkan tayang di bioskop pada 18 Desember. Jadwal tersebut menjadi penanda babak baru MCU setelah era Endgame yang begitu melekat di ingatan penonton. Sebelumnya, sejumlah program nostalgia sempat menghadirkan kembali momen Endgame, seperti yang terangkum dalam nostalgia sebelum era baru MCU. Langkah itu dinilai menjadi jembatan menuju cerita baru yang akan dibawa Doomsday.

Keputusan menghadirkan kembali Robert Downey Jr. dalam peran berbeda juga menimbulkan beragam reaksi. Sebelumnya, sutradara Jon Favreau sempat mengakui keraguannya terkait kematian Tony Stark di Endgame, seperti dikutip dalam artikel keraguan Jon Favreau. Kini, kembalinya sang aktor sebagai Doctor Doom justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton yang ingin melihat arah baru cerita.

Di sisi lain, gelombang nostalgia MCU juga merambah ke dunia gawai. Sejumlah produsen pernah merilis perangkat edisi khusus untuk menyambut film Avengers, seperti yang terlihat pada Oppo F11 Pro edisi Avengers. Fenomena tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh waralaba ini terhadap budaya populer, termasuk industri teknologi. Bahkan, sosok Stan Lee yang ikonik juga sempat muncul di sejumlah video game, sebagaimana diulas dalam kemunculan Stan Lee.

Meski begitu, tidak semua penggemar langsung bersemangat menyambut Avengers: Doomsday. Kelelahan terhadap genre superhero disebut sebagai alasan utama. Sejumlah judul sebelumnya dinilai kurang memuaskan dan membuat sebagian penonton kehilangan antusiasme. Namun, pengalaman menonton trailer dalam format 4DX membuktikan bahwa sentuhan teknologi imersif bisa menjadi pemantik minat yang efektif.

Efek getaran, kabut, dan gerakan kursi yang menyertai adegan aksi membuat penonton merasakan langsung dampak setiap ledakan dan pendaratan karakter. Sensasi itu menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dari bioskop konvensional. Bagi sebagian orang, cara seperti ini justru menghidupkan kembali keseruan menonton film superhero di layar lebar. Tidak heran bila trailer Doomsday dalam format 4DX disebut sebagai salah satu faktor yang membuat penonton kembali duduk menantikan filmnya.

Dengan jadwal tayang 18 Desember, Avengers: Doomsday kini menempatkan diri sebagai salah satu rilisan paling dinanti di penghujung tahun. Kombinasi deretan karakter besar, kembalinya Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom, dan pengalaman menonton imersif menjadi daya tariknya. Bagi penonton yang sempat ragu, sensasi kursi bioskop yang bergetar mungkin cukup untuk kembali menyalakan rasa penasaran.

SHARE:

Anthropic Blokir Claude untuk Modding dan Reverse-Engineering Game

LEPAS Bawa Karakter Leopard and Passion ke Jakarta Fashion Week 2027