Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Tren Audio TikTok "Blockin' the Street" dari Family Guy Viral
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan tren audio baru yang berasal dari serial animasi populer, Family Guy. Audio ini menjadi fenomena di TikTok karena digunakan pengguna untuk mengeluhkan situasi terhambat di jalan. Tren ini menghadirkan humor sekaligus sindiran sosial bagi banyak orang yang merasa terganggu oleh orang lain.

Audio viral ini berasal dari cuplikan episode Family Guy musim ke-15 episode 18 berjudul "The Peter Principal". Episode tersebut pertama kali tayang pada tahun 2017 silam. Dalam adegan itu, karakter Brian, anjing humanoid, mengenang saat ia dihalangi oleh marching band ketika mengantar pizza. Adegan potongan itu menampilkan grup band besar yang menyanyikan bahwa mereka sedang "blockin' the street" atau menghalangi jalan.

Mereka berjalan perlahan di sepanjang jalan panjang dan menghalangi jalur Brian. Padahal, Brian tengah dikejar waktu untuk mengantar pizza dalam waktu kurang dari 30 menit. Hampir satu dekade kemudian, pengguna TikTok menemukan kembali audio ini untuk menggambarkan rasa frustrasi. Tren ini biasanya digunakan saat seseorang terhalang secara fisik untuk mencapai tujuan oleh orang lain.

Contohnya adalah pengguna @karoline.io yang videonya telah ditonton 2,5 juta kali. Ia menggunakan lagu tersebut untuk menggambarkan bagaimana rasanya tinggal di kota wisata. Dalam video itu, ia menunjukkan turis yang menghalangi jalan saat ia sedang mengemudi. Hingga kini, lebih dari 11.000 video TikTok telah menggunakan audio tersebut.

Kontennya sangat beragam, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga kerumunan konser musik. Bahkan, beberapa anggota marching band asli juga ikut ambil bagian dalam tren ini. Sentimen yang muncul pun bervariasi, mulai dari kekesalan hingga candaan yang bernada positif. Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah audio dapat menyatukan banyak pengalaman pengguna.

Menariknya, para pemilik hewan peliharaan juga menggunakan audio ini dengan sangat efektif. Mereka sering kali memasang audio tersebut pada klip kucing yang menjadi penghalang saat waktu makan. Sebuah video oleh @ambiedpambied yang menunjukkan tiga kucingnya berkumpul di kakinya telah mengumpulkan 2,8 juta tayangan. Sementara itu, animasi lucu dari @kopikat mengenai dilema serupa telah mendapatkan 1,3 juta tayangan.

Hewan lain juga menginspirasi penggunaan lagu ini, seperti video @bays.irishcream tentang kawanan domba di jalan yang meraih 1,1 juta tayangan. Klip @caitlindoes tentang seorang pesepeda dengan banyak anjing mendapatkan 4,1 juta tayangan. Bahkan, satu hewan peliharaan saja bisa menghalangi jalan, seperti video "anjing besar tanpa kesadaran spasial" milik @soph86482 dengan 2,6 juta tayangan. Ada juga video @fatherbattisto tentang "satu anjing tua yang gemuk" dengan 1,2 juta tayangan.

Lagu ini juga sering digunakan untuk memberi keterangan pada adegan film dan televisi. Adegan di mana sekelompok orang berdiri atau menari di jalan menjadi sasaran tren ini. Meskipun adegan seperti itu masuk akal dalam konteks cerita, komentar ini mengundang penonton untuk mempertimbangkan betapa konyolnya hal tersebut. Penonton juga diajak merasakan betapa menjengkelkannya bagi orang yang mencoba menjalani hari-hari mereka.

Dalam salah satu suntingan yang ditonton 2,3 juta kali, @poogyus menyetel lagu tersebut pada rekaman konser penyeberangan BTS. Rekaman itu dibuat untuk The Late Late Show with James Corden pada tahun 2021. Dalam segmen tersebut, grup K-pop itu berlari keluar saat lampu merah untuk menampilkan lagu "Butter" di jalanan Los Angeles. Tren ini pun menjadi cara baru untuk mengomentari berbagai fenomena publik.

Meskipun sebagian besar diterapkan pada hambatan fisik, lagu "blockin' the street" ini juga digunakan untuk menggambarkan keluhan lain. Misalnya, saat menghadapi hambatan dalam pekerjaan atau karakter tertentu yang memaksa masuk dalam sebuah buku. Mengingat nada lagu yang mudah diingat dan banyaknya hambatan sehari-hari, tren ini tampaknya masih akan terus berkembang.

Fenomena ini sejalan dengan bagaimana TikTok terus menjadi pusat inovasi tren konten digital. Berbagai tren sebelumnya juga telah mengubah cara pengguna berinteraksi dan berbelanja di platform ini. Hal ini terlihat dari Sinergi TikTok dengan Tokopedia dan ShopTokopedia yang mendorong tren discovery e-commerce.

Selain itu, platform ini juga terus menguji fitur-fitur baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Salah satunya adalah Fitur Baru pada bagian belanja "Trendy Beat" di dalam aplikasi. Namun, di balik popularitasnya, pengguna juga perlu waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang memanfaatkan tren viral. Salah satunya adalah Vishing Mengintai yang menyasar tren lelucon di TikTok.

Dengan sifatnya yang mudah ditiru dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, audio "blockin' the street" berpotensi menjadi salah satu tren yang bertahan lama. Pengguna dapat terus memproduksi konten kreatif dengan latar belakang berbagai situasi menghalangi. Tren ini membuktikan bahwa humor sering kali lahir dari rasa frustrasi bersama yang dialami banyak orang.

[ META_DESCRIPTION] Tren audio TikTok "Blockin' the Street" dari Family Guy viral. Lebih dari 11.000 video gunakan audio ini untuk keluhkan hambatan di jalan.

SHARE:

Final Fantasy 7 Revelation: Piala Platinum Lebih Mudah Diraih

Bill Gates Peringatkan AI Bisa Sebabkan Kematian Miliaran Orang