Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Inggris Coba Deteksi Gagal Jantung Pakai Oura Ring 4
SHARE:

Jakarta – Sebuah rumah sakit di Inggris tengah menggelar uji klinis baru yang memanfaatkan Oura Ring 4 untuk memantau detak jantung pasien. Teknologi ini digunakan untuk membantu mendeteksi kondisi gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang dipertahankan atau Heart Failure with Preserved Ejection Fraction (HFpEF).

HFpEF adalah kondisi medis yang menyebabkan otot jantung mengeras sehingga organ tersebut tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Kondisi ini seringkali sulit terdeteksi secara dini karena gejalanya yang tidak spesifik.

Menurut laporan BBC, Oura Ring 4 dipilih dalam studi ini karena menawarkan metode non-invasif, aman, dan mudah digunakan. Cincin pintar ini mampu memantau detak jantung, variabilitas detak jantung, laju pernapasan, metrik kebugaran, dan aktivitas fisik pasien dari jarak jauh.

Dalam uji coba ini, Oura Ring 4 dipasangkan dengan sensor gerak kelas rumah sakit bernama SENS Motion. Sensor tambahan ini ditempelkan di paha pasien menggunakan plester perekat untuk melacak aktivitas fisik dan pola tidur secara real-time.

Studi klinis ini dapat terlaksana berkat pendanaan sebesar £225.000 yang diberikan oleh Universitas Oxford. Proyek ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana perangkat wearable konsumen dapat berdampak positif pada kehidupan dan perawatan pasien yang dirawat di rumah sakit.

Salah satu kardiolog yang terlibat dalam proyek ini, Aaron Henry, menjelaskan keunggulan utama Oura Ring. Menurutnya, perangkat ini mampu mentransmisikan data secara terus-menerus sehingga tenaga medis dapat memantau pasien selama 24 jam penuh.

"Keunggulan utama Oura Ring adalah kemampuannya mengirimkan data secara berkelanjutan. Transmisi real-time ini memungkinkan tenaga medis memantau pasien 24 jam sehari," ujar Aaron Henry.

Data yang terkumpul memberikan wawasan berharga tentang bagaimana masing-masing pasien merespons pengobatan jantung spesifik mereka. Informasi ini sangat penting untuk menyesuaikan rencana perawatan secara individual.

Meskipun uji coba saat ini menggunakan Oura Ring 4, lini produk ini telah berkembang. Oura Ring 5 resmi diluncurkan pada Maret lalu dengan sejumlah peningkatan signifikan.

Generasi terbaru ini memiliki bodi yang 40 persen lebih tipis untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Selain itu, daya tahan baterainya mencapai 7 hari dengan sekali pengisian penuh.

Kotak pengisi daya Oura Ring 5 juga mampu menyediakan total otonomi hingga 30 hari. Model terbaru ini juga dilengkapi dengan presisi sensor yang lebih baik untuk mendeteksi potensi kondisi jantung sebelum gejala fisik muncul.

Uji klinis ini membuktikan bahwa perangkat wearable seperti smart ring memiliki potensi besar di dunia medis. Kemampuan memantau pasien secara non-invasif dan real-time menjadi nilai tambah yang signifikan.

Ke depannya, teknologi ini diharapkan dapat diadopsi lebih luas oleh rumah sakit di berbagai negara. Hal ini akan membantu deteksi dini dan penanganan penyakit jantung yang lebih efektif.

Dengan pendanaan dari Universitas Oxford, riset ini menjadi langkah awal yang penting. Kolaborasi antara institusi akademik dan perusahaan teknologi terus mendorong inovasi di bidang kesehatan.

Perangkat wearable seperti Oura Ring menawarkan solusi yang praktis dan efisien. Pasien tidak perlu lagi menjalani prosedur invasif untuk mendapatkan data kesehatan yang akurat.

SHARE:

Garmin dan Matters Ubah Sampah Plogging Jadi Plakat Juara

Singapura Masuki Fase Baru 5G dengan Jaringan SA Penuh