Jakarta – Technologue.id – UniPin kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem Esports tanah air. Ajang UniPin Series Road to FFNS 2026 Fall resmi memasuki babak Grand Final setelah melewati serangkaian kualifikasi yang ketat.
Kompetisi yang berlangsung di Garuda Spark, FX Sudirman ini bukan sekadar turnamen biasa. Acara ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan lintas sektor, mulai dari PB ESI, Kementerian Komunikasi dan Digital, Garena, hingga sektor swasta seperti Nobu Bank dan Alfamart.
Melalui ajang ini, para pemain komunitas berkesempatan merasakan atmosfer kompetisi profesional. Tim terbaik dari turnamen ini akan memperoleh satu Golden Ticket untuk melaju ke babak Play-Ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall.
CEO UniPin, Ashadi Ang, menegaskan bahwa pihaknya percaya talenta Esports Indonesia bisa lahir dari tim komunitas. “Kami ingin menghadirkan ruang kompetitif yang mempertemukan berbagai industri untuk memperkuat ekosistem Gaming dan Esports,” ujarnya.
UniPin meyakini bahwa akses dan wadah yang mendukung menjadi kunci utama. Sebelumnya, UniPin juga telah menggelar Kompetisi UniPin Ladies Series yang menjadi bukti komitmen mereka terhadap pengembangan talenta.
PB ESI turut memberikan apresiasi terhadap hadirnya kompetisi ini. Wakil Ketua Harian II PB ESI, Inspektur Jenderal Polisi Dr. Benone Jesaja Louhenapessy, menyebut ajang ini sejalan dengan misi memajukan ekosistem Esports nasional.
“Jalur kompetisi resmi ini membuka peluang yang sama bagi seluruh Atlet bertalenta di Indonesia. Khususnya dari tingkat komunitas untuk berkembang ke arah profesional,” ujar Benone.
Dukungan juga datang dari Garena selaku publisher Free Fire. Country Head Manager Garena Indonesia, Hans Saleh, menegaskan komitmen mereka dalam mendukung pengembangan ekosistem Free Fire di Indonesia melalui ajang ini.
Antusiasme komunitas Free Fire terlihat sejak pendaftaran Open Qualifier dibuka pada 5–21 Mei 2026. Sebanyak 254 tim mengikuti babak Online Qualifier, sementara 50 tim lainnya berpartisipasi dalam babak Offline Qualifier.
Dari total peserta, 12 tim komunitas berhasil mengamankan tiket Grand Final. Enam tim lolos melalui babak Online Qualifier pada 23–24 Mei, dan enam tim lainnya dari babak Offline Qualifier di Bandung.
Tim-tim yang melaju ke Grand Final antara lain CARSTENSZ ESPORTS, DEPOK PRIDE, NEWLIFE SYNERGY, AVANGARD LIKU, GELKASA ESPORTS, ARCANE DOMINION, MBR OMEGA, KAGENDRA, FLYHIGH, RRQ ACADEMY, SRIWIJAYA ESPORTS, dan FEDORA.
Selain kompetisi Free Fire, acara ini juga diramaikan berbagai aktivitas komunitas. Trading Card Game (TCG) diikuti 142 peserta, Beyblade 80 peserta, Tekken 8 dengan 146 peserta, dan Coswalk Competition 87 peserta.
UniPin berharap kompetisi ini menjadi lebih dari sekadar ruang pertandingan. “Ini adalah jalur pengembangan talenta yang mampu melahirkan generasi baru Atlet Esports Indonesia di masa depan,” tutup Ashadi Ang.
Dengan adanya jalur kompetitif ini, ekosistem Esports Indonesia semakin kuat dan inklusif. Para pemain komunitas kini memiliki panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka ke level yang lebih tinggi.