Technologue.id, Jakarta – Ambisi Intel untuk mengembalikan kejayaannya di industri semikonduktor menghadapi tantangan baru. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu dilaporkan mengalami kesulitan memenuhi permintaan chip Core dan Core Ultra Seri 3 terbaru, yang menjadi tulang punggung strategi kebangkitannya di pasar prosesor global.
Laporan tersebut diungkapkan oleh analis industri dan mantan jurnalis Bloomberg, Tim Culpan, yang menyebut sejumlah produsen komputer besar mulai merasakan dampak keterbatasan pasokan chip generasi terbaru Intel.
Situasi ini muncul pada saat yang krusial. Intel disebut tengah mendorong para mitra manufaktur PC untuk beralih ke prosesor baru karena perusahaan berencana menghentikan produksi generasi sebelumnya, yakni Alder Lake dan Raptor Lake.
Akibatnya, produsen laptop dan komputer berpotensi menghadapi tekanan ganda. Pasokan chip lama mulai dikurangi, di sisi lain ketersediaan chip baru belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Chip Core dan Core Ultra Seri 3 sendiri memiliki arti penting bagi Intel. Keduanya merupakan produk komersial pertama yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 18A, proses fabrikasi yang selama bertahun-tahun dikembangkan sebagai bagian dari upaya Intel mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya.
Selama dua dekade terakhir, dominasi Intel dalam teknologi manufaktur chip terus tergerus oleh kebangkitan industri semikonduktor Taiwan, terutama oleh TSMC yang kini menjadi produsen chip terbesar di dunia.
Menurut laporan tersebut, salah satu alasan Intel ingin menghentikan produksi Alder Lake dan Raptor Lake adalah karena kedua lini prosesor tersebut masih bergantung pada fasilitas produksi TSMC. Dengan mempercepat transisi ke proses 18A, Intel berharap dapat meningkatkan pemanfaatan fasilitas manufakturnya sendiri.
Namun, strategi tersebut belum berjalan mulus. Meskipun chip 18A diproduksi di pabrik Intel, sejumlah komponen pendukung dalam rantai pasoknya masih memerlukan dukungan dari TSMC. Ketergantungan tersebut membuat Intel tetap menghadapi tantangan pasokan yang kompleks.
Tekanan terhadap kapasitas produksi juga diperkirakan semakin meningkat setelah Intel meluncurkan prosesor server terbaru Xeon 6+, yang menggunakan proses manufaktur 18A yang sama dengan chip Core dan Core Ultra Seri 3.
Dengan kata lain, lini produk konsumen dan pusat data kini bersaing memperebutkan kapasitas produksi yang berasal dari teknologi manufaktur terbaru Intel.
Laporan itu juga menyebut seorang eksekutif Intel mengakui adanya keterbatasan pasokan, meskipun perusahaan dikatakan sedang bekerja untuk mengatasi masalah tersebut.
Jika kondisi ini berlanjut, konsumen yang berencana membeli laptop berbasis prosesor Intel generasi terbaru kemungkinan harus menghadapi ketersediaan produk yang lebih terbatas dalam beberapa bulan ke depan. Produsen PC juga berpotensi menyesuaikan jadwal peluncuran perangkat baru sambil menunggu pasokan chip yang lebih stabil.