Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Kaoru Yasui Ungkap Trauma Kamera Tersembunyi Saat Jadi Model Gravure
SHARE:

Jakarta, Technologue.id — Artis film dewasa Jepang (JAV) Kaoru Yasui mengungkap pengalaman dugaan pelecehan seksual dan perekaman menggunakan kamera tersembunyi ketika masih bekerja sebagai model gravure pada usia remaja. Perempuan berusia 26 tahun itu mengaku mengalami sejumlah perlakuan tidak pantas dari orang-orang di lingkungan kerjanya.

Salah satu peristiwa yang paling membekas melibatkan seorang fotografer berusia sekitar 50 tahun yang diduga merekamnya tanpa izin. Pengakuan Kaoru Yasui tersebut dilansir Tokyo Reporter pada 15 September 2026. Kisahnya mencakup eksploitasi finansial, pelecehan seksual, dan pengalaman traumatis sebelum terjun ke industri film dewasa Jepang.

Yasui menceritakan salah satu kejadian berlangsung ketika dirinya menjalani pengambilan gambar DVD gravure. Produksi video itu menampilkan model dalam sesi pemotretan hiburan dan promosi. Menurut pengakuannya, fotografer yang bertugas berulang kali menempelkan bagian bawah tubuhnya kepada Yasui selama proses pengambilan gambar. Ia memilih menyelesaikan pekerjaan meskipun merasa tidak nyaman.

Dugaan pelecehan berlanjut ketika Yasui bersama kru produksi menginap di sebuah pondok setelah pemotretan. Saat sedang menggunakan kamar mandi, ia menemukan kamera tersembunyi. Yasui mengatakan kamera tersebut berada di area kamar mandi yang memiliki jendela kaca menuju ruangan fotografer. Dirinya bahkan sempat melihat tangan seseorang berusaha mengatur posisi perangkat itu.

Ketika Yasui memprotes kejadian tersebut, fotografer yang bersangkutan membantah melakukan perekaman diam-diam. Menurut penuturannya, staf produksi tidak menindaklanjuti persoalan itu secara terbuka. "Fakta bahwa pria berusia 50-an tahun melakukan hal seperti itu kepada gadis remaja benar-benar sangat mengejutkan," ujar Yasui ketika mengenang pengalaman tersebut.

Yasui mengaku kejadian itu memberikan tekanan psikologis berat. Tekanan tersebut kian terasa setelah persoalan itu tidak mendapatkan penyelesaian yang dianggapnya memadai. Ia bahkan sempat mengurung diri di kamar dan mengalami keputusasaan hingga terpikir mengakhiri hidup. Meski begitu, ia akhirnya berusaha melanjutkan aktivitas serta perjalanan kariernya.

Kaoru Yasui mengungkapkan bahwa keputusannya bekerja sejak sekolah menengah dilatarbelakangi kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil. Dirinya berusaha mencari pekerjaan dengan penghasilan cukup besar. Sejak masih bersekolah, Yasui mencari pekerjaan paruh waktu yang legal dan memberikan bayaran menarik, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja sebagai model dalam sesi pemotretan.

Pekerjaan tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 22.00 waktu setempat, dengan bayaran sekitar 18.000 yen per hari. Menurutnya, nominal itu tergolong besar untuk pelajar sekolah menengah. Pada usia 16 tahun, Yasui sempat bergabung dengan kelompok idol independen atau underground idol. Ia memutuskan keluar setelah mengalami persoalan pembayaran honor dan dugaan pelecehan oleh pimpinan agensi.

Setahun kemudian, Yasui memulai karier sebagai model gravure dan berhasil tampil dalam sejumlah publikasi. Ia bahkan sempat menjadi sampul majalah yang menjadi bagian penting dari perjalanan awalnya di industri hiburan Jepang. Namun, popularitas tersebut tidak sebanding dengan pendapatan yang diterimanya. Sejumlah pekerjaan pemotretan tidak menghasilkan bayaran, sementara honor tertinggi yang sesekali diterimanya hanya sekitar 5.000 yen.

Yasui menyebut pemasukan utamanya justru berasal dari sesi pemotretan pribadi, bukan dari penampilan di majalah. Meski demikian, pekerjaan tersebut membantunya membangun nama sebagai model gravure. Rekam jejaknya sebagai model juga tercatat dalam publikasi Weekly Playboy Jepang pada Februari 2018. Saat itu, Yasui diperkenalkan sebagai model berusia 18 tahun asal Tokyo.

Kaoru Yasui kemudian memutuskan memasuki industri film dewasa Jepang pada 2021 ketika berusia 20 tahun. Keputusan itu diambil setelah sebelumnya menghadapi berbagai pengalaman buruk selama menjadi model gravure. Ia mengaku awalnya kesulitan menyesuaikan diri dengan proses produksi film dewasa. Tuntutan akting di depan kamera menurutnya membutuhkan keterampilan lebih dari sekadar penampilan fisik.

Selama menjalani karier tersebut, Yasui juga pernah mempertimbangkan pensiun. Pemicunya adalah rasa sakit fisik yang berat ketika syuting, ditambah perlakuan staf produksi yang dianggap tidak menunjukkan kepedulian. Yasui mengenang dirinya menangis sepanjang perjalanan pulang menggunakan kereta. Sebelum menghubungi sang ibu, ia menyampaikan keinginan untuk menghentikan pekerjaannya di industri hiburan dewasa.

"Tidak apa-apa, berhenti saja. Masih banyak tempat lain untuk bekerja," kata ibunya, sebagaimana diceritakan kembali oleh Yasui dalam wawancara tersebut. Menurut Yasui, dukungan tanpa tekanan dari sang ibu justru membuatnya kembali memiliki keberanian untuk melanjutkan karier. Sebelumnya, ia merasa tidak sanggup menghadapi kondisi pekerjaan tersebut.

Yasui juga mengungkapkan kedua orang tuanya mengetahui pekerjaan yang dijalani saat ini dan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut. Sikap itu berbeda dengan kekhawatiran yang sering dihadapi sebagian pekerja industri film dewasa. Selain berkarier sebagai aktris, Yasui aktif sebagai DJ dan memiliki ketertarikan besar terhadap film serta musik. Ketertarikan itu disebutnya banyak dipengaruhi oleh kegemaran sang ayah.

Yasui menyatakan masih berencana melanjutkan pekerjaannya sembari mengelola pendapatan melalui tabungan dan investasi. Tujuannya adalah membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya pada masa mendatang. Di sisi lain, kasus kamera tersembunyi yang menimpanya menjadi pengingat soal risiko privasi di lingkungan kerja. Bagi pengguna biasa, mengenali modus perekaman diam-diam menjadi keterampilan yang makin relevan, sejalan dengan berbagai fitur tersembunyi produk yang bisa dimanfaatkan untuk perlindungan diri.

Pengakuan Yasui mengenai dugaan pelecehan seksual dan perekaman tersembunyi merupakan kesaksian pribadinya. Dalam pemberitaan yang tersedia, belum terdapat keterangan mengenai hasil penyelidikan resmi ataupun putusan hukum terhadap fotografer yang disebutnya. Hingga kini, belum ada informasi lanjutan soal langkah hukum yang mungkin ditempuh pihak-pihak terkait.

[OPSIONAL — tidak perlu ditampilkan]

SHARE:

Jepang Krisis Pekerja Asing, Restoran Daerah Pangkas Jam Buka

Trailer Baru GTA 6 Pamerkan Vice City dan Masa Lalu Militer Jason