Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
OpenAI Uji Iklan Carousel ChatGPT, Mulai Oktober 2026 di AS
SHARE:

Jakarta, Technologue.id - OpenAI resmi memperkenalkan format iklan baru berbentuk carousel di ChatGPT. Langkah ini menandai babak baru monetisasi platform AI tersebut. Iklan carousel menampilkan gambar produk atau layanan secara visual.

Sebelumnya, iklan ChatGPT hanya hadir dalam format teks dan tautan yang posisinya terpisah. Kini, OpenAI ingin membuat pengalaman iklan terasa lebih visual. Format baru ini hadir sebagai bagian dari pengembangan bisnis iklan OpenAI.

Perusahaan menyebut ChatGPT kini menjangkau sekitar 1,2 miliar orang setiap minggu. Jumlah itu membuat platform ini menjadi ruang menarik bagi bisnis. Mereka ingin menjangkau calon konsumen melalui lingkungan percakapan AI.

Carousel Muncul Saat Pengguna Membuat Gambar

Pada tahap awal, OpenAI menguji format iklan visual ketika pengguna membuat gambar lewat ChatGPT. Iklan tersebut akan tampil terpisah dari gambar yang sedang dibuat. Dengan format carousel, pengguna bisa melihat beberapa gambar produk sekaligus.

Konsep ini membuat calon pembeli lebih mudah membandingkan produk secara visual. OpenAI mengatakan format tersebut membantu pengguna membayangkan manfaat produk. Pengiklan juga mendapat ruang baru untuk menyampaikan cerita merek melalui gambar.

Namun, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan pengguna. Iklan tetap diberi label secara jelas agar tidak tercampur dengan hasil utama ChatGPT. OpenAI menegaskan iklan tidak memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT.

Artinya, respons tetap dibuat secara independen dari iklan yang muncul. Pengguna pun tetap bisa membedakan mana konten utama dan mana materi promosi. Prinsip transparansi ini menjadi fondasi pengembangan sistem iklan mereka.

Pengujian Dimulai di Amerika Serikat

Kehadiran format visual ini belum langsung berlaku untuk seluruh pengguna dunia. OpenAI memulai pengujian pada Oktober 2026 bersama kelompok pengiklan awal di Amerika Serikat. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem iklan ChatGPT.

OpenAI kemudian berencana memperluas kemampuan iklan berdasarkan hasil pengujian tersebut. Selain format visual, OpenAI juga memperluas sistem pengukuran iklannya. Tujuannya agar pengiklan dapat memahami dampak kampanye secara lebih jelas.

OpenAI bahkan menggandeng berbagai mitra untuk mendukung pengukuran tersebut. Beberapa di antaranya mencakup Hightouch, Tealium, LiveRamp, AppsFlyer, Adjust, dan Triple Whale. Kolaborasi ini memperkuat infrastruktur pengukuran iklan mereka.

Iklan ChatGPT Tidak Cuma Soal Tampilan

OpenAI tampaknya ingin membuat iklan lebih relevan dengan cara pengguna memanfaatkan AI. Perusahaan melihat ChatGPT sebagai tempat orang mencari ide dan mempertimbangkan pilihan. Karena itu, iklan bisa muncul berdasarkan konteks penggunaan yang sesuai.

Namun, OpenAI tetap menetapkan mekanisme pengaman untuk mencegah penempatan iklan pada konteks sensitif. Sistem tersebut menilai apakah sebuah percakapan layak menampilkan iklan. OpenAI juga menggunakan pengawasan otomatis dan manusia untuk menjaga keamanan penempatan iklan.

Selain itu, OpenAI mengembangkan pengujian bersama DoubleVerify dan Integral Ad Science. Pengujian tersebut bertujuan membantu merek memahami keamanan lingkungan iklan. Penting dicatat, proses ini dilakukan tanpa mengakses percakapan pribadi pengguna.

Pendekatan ini sejalan dengan berbagai pengembangan fitur ChatGPT lain yang menyentuh ranah personal. Sebelumnya, platform ini bahkan sudah memperkenalkan kemampuan kelola keuangan pribadi bagi pengguna. Artinya, isu privasi dan keamanan data memang menjadi perhatian utama OpenAI.

Pengguna Berbayar Tidak Terkena Iklan

Kehadiran iklan tentu membuat pengalaman menggunakan ChatGPT ikut berubah. Namun, pengguna berbayar tidak perlu khawatir dengan format iklan tersebut. Saat ini, ChatGPT Plus, Pro, dan Enterprise tidak mendapatkan iklan dalam percakapan.

Dengan begitu, pengalaman penggunaan tetap bebas dari iklan bagi pelanggan pada paket tersebut. Sementara itu, perluasan iklan kemungkinan lebih terasa bagi pengguna gratis. Format dan jangkauan iklan juga masih dapat berkembang mengikuti kebijakan OpenAI.

OpenAI sendiri menegaskan bahwa percakapan pengguna tetap privat. Perusahaan juga menyebut pengguna tetap memegang kendali terhadap pengalaman mereka. Klaim ini menjadi penting di tengah kekhawatiran soal monetisasi data percakapan.

Isu keamanan platform digital memang kerap menjadi sorotan publik. Kasus serupa pernah menimpa platform besar lain yang dinilai gagal melindungi pengguna dari iklan penipuan. Karena itu, pengawasan ketat terhadap ekosistem iklan ChatGPT menjadi relevan.

Bisnis Mulai Punya Ruang Iklan Baru

Dari sisi bisnis, perkembangan ini membuka kanal pemasaran yang cukup berbeda. Iklan tidak lagi hanya mengandalkan halaman web atau video untuk menjangkau konsumen. ChatGPT menawarkan konteks percakapan sebagai bagian dari pengalaman tersebut.

Karena itu, merek dapat menyampaikan produk ketika pengguna sedang mencari inspirasi atau mempertimbangkan pilihan. OpenAI juga terus memperluas kemampuan pengukuran bagi pengiklan. Langkah ini membantu perusahaan memahami apakah iklan benar-benar menghasilkan dampak bisnis.

Menariknya, OpenAI menyebut sejumlah hasil awal dari mitra pengukuran. Data tersebut menunjukkan performa iklan yang cukup kuat pada beberapa pendekatan pengukuran. Misalnya, DV Rockerbox melaporkan biaya akuisisi WeightWatchers yang lebih rendah 15,3 persen.

Angka tersebut dibandingkan dengan tolok ukur gabungan iklan pencarian berbayar. Hasil ini menjadi sinyal awal bahwa iklan dalam lingkungan AI punya potensi kompetitif. Namun, skala pengujiannya masih terbatas pada kelompok pengiklan awal.

Antusiasme bisnis terhadap kanal baru ini juga perlu dibarengi kewaspadaan. Pasalnya, kejahatan siber yang meniru layanan berbasis AI tercatat terus meningkat. Laporan menyebut ancaman siber peniru peniru ChatGPT melonjak 115 persen di awal 2025. Situasi ini menjadi pengingat bahwa ekosistem iklan digital tidak lepas dari risiko penyalahgunaan.

Apakah Iklan ChatGPT Bakal Semakin Ramai?

Jawabannya kemungkinan besar iya, terutama jika format visual mendapatkan respons positif. OpenAI sendiri menyebut akan terus mengembangkan format dan kemampuan baru untuk platform iklannya. Bagi pengguna, perubahan ini menghadirkan pengalaman yang sedikit berbeda.

Apalagi, ChatGPT perlahan berkembang dari sekadar ruang bertanya menjadi tempat menemukan produk dan layanan. Namun, batas antara jawaban AI dan iklan tetap menjadi hal penting. OpenAI sudah menegaskan bahwa jawaban ChatGPT tetap independen dari iklan yang tampil.

Dengan format carousel, iklan ChatGPT kini terasa semakin dekat dengan platform digital lain. Bedanya, iklan tersebut hadir dalam lingkungan yang dibangun berdasarkan percakapan pengguna. Pendekatan kontekstual inilah yang menjadi pembeda utama dari kanal iklan konvensional.

SHARE:

Jepang Darurat Serangan Siber, Puluhan Perusahaan Jadi Korban

HP Android Bekas Disulap Jadi Otak Robot Humanoid PhoneBot